HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Sembilan Puluh Tujuh. HTG.


__ADS_3

Bab 97


David juga ikutan menarik napasnya. Dia tdak suka istrinya Luna di bentak.


"Ibu, dengar dulu Luna bicara. Lagi pula semua yang berhubungan denganku saat ini, juga pasti berhubungan dengan Luna, karena ia adalah istriku."


"Apa maksud Luna bertanya tentang ibu yang mendonorkan ginjal?" tanya Ibu Mia


"Ibu, dengar dulu mbak Luna bicara."


"Ibu nggak suka, karena baru menjadi istri David sudah terlalu ikut campur. Kemarin dia ikut campur rumah tangga kamu, hingga menasihati untuk kembali bersama Doni. Apa kamu takut Mia akan kembali bersama David jika ia pisah dengan Doni."


"Astaga, Ibu. Bisa di jaga nggak omongan,Ibu. Aku menasihati Mia bukan mengharuskan ia kembali dengan Doni. Aku hanya minta mereka bicara berdua dari hati, karena aku pikir mungkin rumah tangganya masih bisa diperbaiki, demi anak yang ada dalam kandungan Mia," ucap Luna sedikit terbawa emosi.


"Luna benar, Bu. Maksud Luna meminta Mia bicara berdua suaminya, bukan untuk memaksa mereka kembali bersama. Jika memang pilihan Mia tetap ingin berpisah, itu bukan urusan Luna dan aku. Lagi pula, buat apa Luna takut Mia memilih bercerai. Aku nggak akan pernah berpaling pada wanita manapun. Aku mencintai Luna, sangat mencintai dirinya. Saat ini di dalam rahim Luna juga ada calon anak kedua kami. Nggak mungkin aku akan berpaling," ucap David.


"Luna hamil?" tanya Ibu David.


'Ya, Bu. Baru enam minggu. Apa ada yang ingin kamu katakan, Mia?" tanya David melihat Mia duduk gelisah.

__ADS_1


"Maaf Ibu, mungkin ibu salah paham dengan yang aku katakan. Mbak Luna dan David benar. Mereka menemui aku dan meminta aku bicara berdua dengan Doni agar tidak ada lagi kesalahpahaman."


"Salah paham apa?" tanya Ibu David.


"Dengar baik-baik,Ibu.Aku meminta Doni dan Mia menemui aku karena Doni menuduh David suamiku masih ada hubungan dengan Mia. Jika bukan karena tuduhan Doni, aku nggak akan ikut campur rumah tangganya," ucap Luna.


"Kenapa Doni sampai berpikir kalau Mia masih ada hubungan dengan David?" tanya Kak Imelda.


"Karena Mia masih menyimpan semua barang pemberian David dan juga foto-foto mereka berdua, ditambah dengan Ibu yang selalu membandingkan David dan Doni. Kebetulan ibu menyinggung ini. Aku cuma ingin ingatkan, jangan lagi membawa nama suamiku dalam rumah tangga Mia."


"Mia, apa benar kamu masih menyimpan semua pemberian David? Kenapa, nak? Kamu belum bisa lupakan David?" tanya Ibu David.


"Berarti Doni aja yang terlalu cemburu," ucap Ibu David.


"Wajar Mia masih menyimpan semua pemberian David. Mereka berhubungan bukan sebentar," ucap Ibu Mia.


"Nggak wajar menurutku, karena Mia telah memiliki suami, dan David juga telah menikah," ucap Imelda.


"Kak Imelda benar. Aku sebagai suami Luna juga nggak akan terima jika Luna masih menyimpan semua barang pemberian mantannya," ucap David.

__ADS_1


"Sudahlah, aku nggak mau membahas ini. Ibu bisa bicarakan ini pada Mia. Cuma aku nggak terima jika Mia masih menyimpan barang pemberian suamiku."


Ibu Mia akan mengucapkan sesuatu, namun Mia memegang tangan ibunya dan menggelengkan kepalanya,melarang ibunya bicara.


"Aku ingin kita membahas masalah awal. Ibu meminta pada ibuku, untuk membantu Mia bekerja diperusahaan Luna, dan ibu pasti juga sudah tau jawabannya. Jika Luna dan aku nggak bisa membantu itu." David menghentikan ucapannya. Dia memandangi wajah istrinya Luna.


"Ya, dan aku sudah menduga pasti istrimu nggak akan mau membantu," ucap Ibu Mia.


"Istriku bukan nggak mau membantu. Dia kan membantu Mia, tapi bukan dengan menerimanya bekerja di perusahaan," ucap David.


David kembali menjada ucapannya. Dia kembali melihat ke arah Luna. Luna hanya menunduk, tampaknya ia masih menahan emosi atas semua ucapan ibu Mia.


*


*


*


Bersambung

__ADS_1


Selamat sore semuanya. Jangan lupa mampir ke novel terbaru mama ya. Ditunggu... 😘😘😘😘


__ADS_2