
Luna berbaring di lengan David. Suaminya itu mengusap perut Luna dengan lembut, sambil mengecup kepala Luna.
"Kamu telah memberikan hadiah terindah yang tiada bandingannya. Terima kasih telah menjadikanku bukan hanya seorang suami untuk istrinya.Tapi, juga seorang ayah untuk calon buah hati. Tak ada kata yang bisa kuucapkan selain terimakasih. Akhirnya aku dapat merasakan menjadi ayah seutuhnya."
Luna memiringkan badannya menghadap David dan mengecup leher suaminya. Luna selalu saja ingin mencium bau wangi tubuh suaminya. Dia ingin selalu berada dalam dekapan suaminya.
David yang menyadari itu memeluk pinggang Luna, merapatkan badan mereka.
"Sayang, Terima kasih kamu selalu memberikan yang terbaik untuk membahagiakanku dan seluruh keluargaku.Hari ini, kemarin, dan seterusnya, aku akan selalu bahagia dan berterima kasih kepadamu. Kamu adalah sumber kebahagiaanku," ucap David.
"Aku juga ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah menemaniku dan menjadikanku ratu yang paling bahagia di dunia ini. Kamu telah mengorbankan waktu menungguku dan berusaha untuk merasakan arti cinta yang sesungguhnya. Aku berhutang untuk melihat juga merasakan cintamu yang paling tulus.” Luna mengecup bibir David.
"Kamu tahu mengapa aku memilihmu menjadi suamiku? Karena aku yakin hanya kamulah yang bisa membuatku terus tersenyum dan tertawa bahagia walaupun dalam keadaan sulit sekalipun. Dan hal itu benar-benar terjadi. Kamu selalu menyemangatiku, menghiburku, dan di sisiku ketika aku mengalami kesulitan, kejadian dan kejatuhan dalam hidup. Aku benar-benar bersyukur akan hal itu. Cinta dan kasihku, terima kasih atas apa yang kamu lakukan selama ini dan maaf karena belum memberikan yang terbaik untukmu," ucap Luna.
David membalas kecupan dari Luna. Dia berjanji tidak akan pernah menyakiti Luna dan membiarkan istrinya pergi meninggalkan dirinya lagi.
__ADS_1
"Tidak peduli seburuk apa masa lalumu, yang aku butuhkan hanyalah bisa hidup bersamamu dan menjalani masa depan bersamamu," ucap David
"Aku tau ucapan terima kasih saja nggak akan cukup, namun aku akan tetap mengatakannya. Terima kasih untuk hari-hari yang penuh cinta. Semoga selalu bersemi hingga akhir hayat nanti. Jangan pernah berhenti mencintaiku, seperti matahari yang selalu mencintai bumi," ujar David lagi.
"Terima kasihku juga masih banyak untukmu, Sayang.Terima kasih, sudah menjadi Papi sekaligus suami terbaik untukku. Terima kasih sudah begitu sabar dengan istrimu ini. Aku sungguh mencintaimu, Sayang," ujar Luna memeluk tubuh David.
“Terima kasih kamu selalu menjadi penguatku saat aku merasa lemah," ucap Luna lagi.
Air mata menetes dari sudut matanya. David menghapus air mata itu dan membalas memeluknya.
"Baiklah, tapi jangan pernah sungkan meminta jika kamu membutuhkan bantuan dariku. Ingat, saat ini aku telah menjadi istrimu. Semua masalahmu adalah masalahku juga. Aku bahagia karena memiliki keluarga lagi. Ada ibu dan kak Imelda."
"Iya, Sayang.Sekarang kita tidur lagi. Aku takut berubah pikiran jika jerry terlanjur bangun."
"Kamu mesum aja terus," ucap Luna.
__ADS_1
David membawa tubuh Luna masuk ke dalam dekapan dadanya.
...---------------...
Pagi harinya Ibu dan Imelda sedang di dapur. Imelda mengatakan semua rencana Luna dengan Ibu. Tampak ibu kaget, dan tidak bisa berkata apa-apa.
Jika boleh jujur, hingga saat ini aku belum sepenuhnya menerima Luna. Namun aku percayakan semua pada takdir. Mungkin David emang di takdirkan berjodoh dengan Luna. Ada cucuku Aisha juga di antara mereka. Aku hanya bisa mendoakan rumah tangga mereka selalu bahagia.
*
*
*
Bersambung
__ADS_1