HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Enam Puluh Sembilan. HTG


__ADS_3

Luna menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan David. Aisha bangun dan duduk menghadap Papi dan Maminya.


Luna melepaskan penyatuan mereka, dan mendekati putrinya. Kembali Luna tersenyum menutupi kegugupan.


"Sayang, bobok lagi ya. Mata mama udah ngantuk," ucap Luna. Ia mengajak Aisha tidur kembali.


Luna mengusap punggung Aisha agar putrinya itu kembali terlelap.


Saat Luna berubaha menidurkan Aisha, diam-diam David turun dari tempat tidur. Sambil merangkak David mengambil pakaiannya.


David memakai bajunya dengan duduk agar Aisha tak melihat. Setelah berpakaian, David naik keranjang dan tidur di sisi lain tubuh Aisha. David ikut mengusap punggung Aisha.


Aisha membalikkan badannya menghadap David. Pria itu tersenyum malu dengan Aisha.


"Pi, napa?" tanya Aisha.


"Nggak kenapa-napa. Papi dan Mami cuma main kuda-an aja."


"Ain uda?" tanya Aisha.


"Iya, main kuda-kudaan dengan mami."


"Au, itut," ucap Aisha.


"Aisha mau ikut?" tanya David kaget sambil mengaruk rambutnya yang tidak gatal.


Luna menutup mulutnya, menahan tawa. Ia takut tidak bisa menahan tawanya mendengar ucapan Aisha.


"Anak kecil nggak boleh ikut main kuda-an. Itu hanya boleh buat Papi dan Mami.


"Iya, Mi?" tanya Aisha lagi.


"Udah, jangan tanya lagi. Aisha bobok aja ya."


Luna dan David mengusap punggung Aisha agar gadis itu tertidur kembali.

__ADS_1


Setelah Aisha tidur, David pindah ke samping Luna. Memeluk pinggang Luna dan merapatkan tubuhnya.


"Mandi yuk? Aisha telah terlelap?"


"Aku kaget banget saat Aisha bangun," ucap Luna.


"Aku juga. Lain kali kita main di Sofa aja. Takut ketahuan Aisha lagi," ucap David.


"Main di sofa? Nggak ah. Aku nggak mau."


"Kalau gitu di kamar mandi aja. Aku juga belum puas main tadi."


David langsung bangun dan menggendong Luna masuk ke kamar mandi. Lama David dan Luna di kamar mandi. Hampir satu jam baru mereka siap membersihkan tubuhnya.


...****************...


Pagi hari Luna bangun dan memasak sarapan bubur sum-sum buat David dan Aisha. Kedua orang tercintanya itu masih terlelap.


Setelah semua Luna hidangkan, ia masuk kamar ingin membangunkan keduanya. Ternyata David dan Aisha telah bangun.


"Sayang, udah bangun. Main sama Papi?"


"Aisha lapar sayang.Mau sarapan ya?" Gadis cilik itu menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Tapi Aisha harus mandi dulu , baru sarapan. Papi juga mandi sana," ucap Luna.


...****************...


Aisha makan dengan disuapi David. Dengan sangat telaten David melakukan itu. Sementara itu, Luna membesihkan apartemen yang dulu pernah ia tempati.


"Luna ...." ucap David saat Luna baru duduk.


"Lusa aku ingin membawa kamu dan Aisha ke kampung. Ibu harus tau jika ia telah memiliki cucu dariku."


"Aku takut ibu masih belum menerima kehadiran Aisha."

__ADS_1


"Aku yakin kedatangan kamu kali ini nggak akan mengecewakan. Ibu pasti akan menerima kehadiran Aisha."


"Semoga aja, Dav. Aku nggak akan menerima jika Aisha diperlakukan nggak baik. Semua orang boleh mencaci aku, menghina aku atas perbuatanku denganmu dulu, tapi aku nggak akan menerima jika anakku yang mereka katakan."


"Bukan hanya kamu yang akan marah jika ada yang menyinggung Aisha. Aku juga sama. Nggak akan aku biarkan orang-orang menghina anakku."


"Bagaimana jika ibu marah dan nggak menerima pernikahan kita."


"Aku yang akan meyakinkan ibu untuk menerima kamu dan Aisha."


"Baiklah, setelah sarapan kita ke supermarket dulu. Buat beli ole-ole."


"Aku rasa nggak perlu bawa ole-ole."


"Nggak enak dong, masa datang nggak bawa apa-apa."


"Terserah kamu. Aku ikut aja."


Setelah makan, seperti rencana awal, mereka pergi menuju salah satu pusat perbelanjaan


*


*


*.


Bersambung.


Selamat pagi semuanya. Kali ini mama membawa rekomendasi karya teman mama. Jangan lupa mampir.


Judul: Dikira Satpam Ternyata Sultan


Penulis: Rini Sya


Atas permintaan sang nenek, Nadin terpaksa membuat perjanjian gila dengan seseorang yang bermasalah dengannya.

__ADS_1


Perjanjian gila yang berisi kesepakatan pernikahan itu mengantarkan Nadin pada masalah besar. Nyatanya pria yang ia ketahui hanya sebagai satpam itu, malah membuat hatinya tak berkutik. Bukan hanya itu, rahasia besar yang dimiliki pria tersebut, juga membuat Nadin tercengang.



__ADS_2