
Luna merasa sangat pusing. Baru saja ia kan mengerjakan berkas buat rapat. Luna merasakan perutnya mual, kepala pusing dan badannya lemas. Padahal tadi ia merasa badannya sudah agak baikan.
Luna menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi. Memijat kepalanya perlahan. Merasa perutnya makin mual, Luna masuk ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan.
Luna memuntahkan semua makanan yang telah masuk ke dalam perutnya tadi. Setelah merasa agak lega, Luna membasuh wajahnya.
Ketika Luna duduk, ia melihat kalender di meja kerjanya. Luna mengambil dan melihat dengan seksama.
"Bulan ini aku belum menstruasi, apakah aku hamil," gumam Luna pada dirinya sendiri.
Luna selalu menandai awal dan akhir menstruasinya. Ia makin kaget setelah mengetahui jika ia telah dua minggu.
Luna baru akan beranjak dari duduknya saat ponselnya berdering. Luna melihat nama pengacaranya yang tertera.
"Selamat siang, Pak Siregar. Ada apa?"
"Hari ini pengadilan telah memutuskan perceraian antara ibu dan pak Alex. Secara hukum perceraiannya telah sah."
"Syukurlah Pak, lega rasanya."
"Mulai hari ini ibu dan pak Alex tidak terikat perkawinan lagi. Semoga ini bisa jadi awal yang baik buat kehidupan ibu selanjutnya."
"Terima banyak atas bantuan Bapak. Semoga saja ini emang awal yang baik untuk hidup saya."
__ADS_1
Luna dan Pak Siregar berbincang sebentar. Setelah sambungan telepon di tutup,Luna mengambil tas.
Luna menemui sekretarisnya, Wulan. Ia kembali menunda rapat. Wanita itu mengendarai mobilnya menuju salah satu rumah sakit.
Sebelumnya, Luna telah menghubungi dokter kandungan itu. Sampai di rumah sakit Luna langsung dipersilakan masuk.
Dokter kandungan yang didatangi Luna adalah dokter kandungan tempat ia dan Alex pernah konsultasi mengenai keturunan.
"Selamat siang, Dok."
"Selamat siang Bu Luna. Silakan duduk."
"Ada yang bisa saya bantu,Bu," ucap dokter Tita.
"Saya udah telat datang bulan selama dua minggu. Apakah itu tandanya saya hamil," ucap Luna lirih.
"Menstruasi terlambat biasanya menjadi tanda awal kehamilan. Padahal, kondisi ini tidak hanya dialami oleh orang yang sedang hamil. Telat haid juga bisa menjadi gejala dari gangguan kesehatan yang perlu mendapatkan penanganan dokter."
"Siklus menstruasi tiap wanita umumnya berbeda-beda. Namun, siklus yang normal adalah 21–35 hari. Untuk memastikan itu karena kehamilan atau penyakit lain kita bisa melakukan tespek atau cek darah dan USG."
"Baik, Dok. Saya mengerti."
"Bu Luna bisa ke kamar mandi, ambil air seninya, nanti kita gunakan tespek buat pastikan kehamilan bu Luna."
__ADS_1
"Apakah hasil dari tespek itu akurat, Dok."
"Penggunaan alat tes kehamilan ini mempunyai keakuratan sebesar 99%. Namun, hasil test pack yang tidak akurat bisa saja terjadi. Ini bisa disebabkan oleh waktu penggunaannya tidak pas atau cara menggunakan test pack yang tidak tepat."
"Baiklah, Dok."
Luna masuk ke kamar mandi setelah seorang perawat memberikan wadah buatnya menampung air seni. Tidak berapa lama, Luna keluar dengan membawa wadah yang menampung air seninya itu.
Dokter meminta perawat untuk menggunakan tespek, ia meminta Luna menunggu sesat. Perawat menyerahkan hasil tespek pada Dokter setelah melakukan pengujian.
"Bagaimana hasilnya, Dok?" tanya Luna tidak sabaran.
"Menurut hasil tespek, ibu Luna positif hamil. Kita akan memeriksa dengan USG untuk melihatnya."
Luna kaget dan tak percaya dengan pendengarannya.
*
*
*
Bersambung
__ADS_1