HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Seratus Empat Belas. HTG.


__ADS_3

Bab 114


David bangun dan melihat Luna yang masih terlelap di alam mimpinya. Dia mengecup dahi Luna dan bangun dari tidurnya. David menyelimuti tubuh istrinya yang hanya ditutupi pakaian dalam.


Sehabis bertempur dan membersihkan diri, Luna hanya menggunakan pakaian dalamnya untuk tidur.


David tersenyum melihat istrinya. Dia teringat awal pertemuan mereka. Dia mengira dulu Luna seorang tante-tante dengan usia yang cukup matang.


Kembali David mengecup dahi istrinya dan bibir Luna. Kecupan turun hingga ke perut buncit isttinya. David mengelusnya. David selalu takjub melihat perkembangan perut istrinya, dari rata hingga kini membuncit.


David sudah bertekat tidak akan pernah melewati perkembangan anaknya saat ini. Cukup sekali dia menyiakan moment seperti ini, saat Luna mengandung anaknya.


Setelah mandi David keluar kamar dan menghampiri Aisha yang sedang bermain boneka dikarpet.


"Selamat Pagi cantiknya Papi. Udah wangi, nih," ucap David dan mengecup pipi chubby Aisha.


"Ain neka,Pi," ucap Aisha.


"Nanti setelah Mami bangun kita jalan keliling desa ya."


"Ya, Pi."


David menggendong Aisha dan membawanya masuk ke kamar. David menemani Aisha main dokteran di kamar.


"Pi ... Mi, atit," ucap Aisha.


"Papi aja yang pasien sakitnya. Mami. masih bobok," ucap David. Dia tidak ingin Aisha mengganggu tidur istrinya itu.


"Mi ... Mi, Pi." Aisha lalu memegang perut maminya. Luna yang perutnya dipegang, akhirnya terbangun.


"Sayang, udah wangi aja. Siapa yang mandikan? Papi ...?" tanya Luna dengan mata yang dipaksakan terbuka.

__ADS_1


"Bi ... bi," ucap Aisha.


"Bibi yang mandikan."


"Sayang, habis sarapan dan mandi kita jadi ke rumah Mia?" tanya David.


"Ya, Sayang. Tapi kita ke pasar dulu cari kadonya."


"Pasar di kampung, mau beli apa?" tanya David.


"Kita cari aja di toko perlengkapan bayi. Apa aja yang ada, nanti kita beli. Masa nggak ada toko perlengkapan bayi di pasar."


"Mi, dik ...."


"Iya, Sayang. Di dalam perut mami ada dua orang adiknya Aisha. Sebentar lagi Aisha akan jadi Cece. Nggak boleh cengeng lagi."


"Ce, Ce ...."


"Pi, Mami mau mandi dulu." Luna bangun dan menuju kamar mandi. Setelah mandi, Luna dan David sarapan.


Setelah sarapan, Luna kembali masuk ke kamarnya. Dia mengganti pakaian karena ingin berkunjung ke rumah Mia yang telah melahirkan.


Aisha tidak jadi ikut, karena ibu dan Kak Imelda melarang. Takut Aisha kecapean, karena Luna dan David akan ke pasar terlebih dahulu. Lagi pula, akan merepotkan Luna dan David jika bawa Aisha belanja, itu yang menjadi alasan ibu.


David masuk ke kamar dan melihat Luna dandan mendekati istrinya itu. David memeluk Luna dari belakang.


"Kamu sejak hamil, sering dandan," bisik David.


"Kenapa? Dandannya jelek ya?" tanya Luna.


__ADS_1


"Nggak. Cakep, cakep banget. Aku jadi cemburu. Aku takut banyak yang menyukaimu, banyak sainganku. Aku nggak suka itu. Aku ingin hanya aku seorang yang mencintaimu."


"Seharusnya kamu bangga kalau banyak yang suka aku. Berarti kamu beruntung mendapatkan aku dari sekian banyak pria."


"Aku nggak suka ada saingan," ucap David.


Luna membalikkan tubuhnya menghadap David. Dia melingkarkan tangannya di leher David.


"Yang ganteng banget itu kamu, masih muda lagi. Aku dandan agar cantik dan kamu nggak akan berpaling lagi dariku. Apa lagi, kita akan ke rumah mantanmu. Aku harus dandan cantik agar mata kamu nggak melirik mantan lagi," ucap Luna tersenyum.



"Aku nggak akan melirik wanita lain apa lagi Mia,karena aku dan Mia telah memiliki kehidupan masing-masing. Kami telah ditakdirkan dengan memiliki pasangan lain."


"Makanya jangan cemburu, karena aku telah ditakdirkan untuk kamu.Jadi kita pergi berdua aja?" tanya Luna.


"Aisha nggak dibolehkan Kak Imelda dan Ibu bawa. Nanti merepotkan kamu aja," ucap David.


"Kata ibu, anak Mia cewek apa cowok sih?"


"Cowok ...."


"Kita berangkat sekarang aja. Ke pasar pula lagi. Takut kelamaan tinggalin Aisha."


David dan Luna pamit dengan Ibu dan Kak Imelda. Mia sudah hampir satu bulan melahirkan. Dari Ibu David, Luna mendapat kabar.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2