HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Tujuh Puluh Satu. HTG


__ADS_3

Luna dan David mengikuti langkah satpam. Alex dan wanitanya berjalan dibelakang Luna. Aisha yang ada di gendongan David tampak mulai mengantuk.


David mengusap punggung anaknya dan meletakkan kepala Aisha di bahunya. Tidak berapa lama bocah cilik itu tertidur.


Semua duduk memberikan keterangan. Alex sempat ngotot karena memdapatkan kekerasan dari David.


"Kalau begitu, biar pengacara aja yang selesaikan semua," ucap Luna.


"Nggak perlu. Aku udah memaafkan berondong kamu itu," ucap Alex.


"Aku nggak peduli David berondong atau apa menurut kamu. Namun, menurutku ia lebih dewasa dan bertanggung jawab darimu. Lagi pula lebih beruntung aku dapat berondong, karena aku dapat yang bersegel bukan seperti kamu yang senangnya mengobral milikmu untuk banyak wanita," lirih Luna.


Mendengar ucapan Luna, Alex langsung berdiri dan mendekati mantan istrinya itu.Ia mengepalkan tangannya. Alex tampaknya sangat marah dan ingin menampar Luna.


"Kau sentuh aja istriku, habis kau. Aku nggak akan takut masuk penjara demi anak dan istriku," Ucap David emosi, melihat Alex yang mengepalkan tangannya.


"Ini mau damai atau lanjut," ucap satpam melihat David dan Alex yang kembali ribut.


"Maaf, Pak. Kami pamit. Bukankah tadi surat perjanjiannya udah kami tanda tangani," ucap Luna.


"Bolehlah, Bu. Kami harap kedepannya Bapak lebih bisa menahan diri, apa lagi di tempat umum."


David dan Luna menyalami Satpam sebelum meninggalkan ruang keamanan.


Dengan hati yang masih kesal David berjalan menuju salah satu restoran. Aisha masih tertidur, mungkin menahan lapar.

__ADS_1


"Aisha pasti lapar, kasihan banget," gumam David. Luna memeluk lengan suaminya makin erat.


Tanpa mereka tahu, Alex mengikuti dan memperhatikan semua yang Luna lakukan.


Tampaknya kamu sangat bahagia dengan pasangan kamu kali ini. Dulu kita juga pernah bahagia begitu. Semua berubah sejak aku dinyatakan mandul. Aku malu, dan tidak bisa menerima vonis dokter itu.Aku ingin buktikan jika dokter salah. Pasti akan ada wanita yang hamil anakku..


David dan Luna masuk salah satu restoran dan memili duduk di sudut. Saat David baru duduk, dua orang remaja tersenyum dengannya. David membalas tersenyum.


Melihat David yang membalas senyuman wanita itu, Luna mencubit lengannya.


"Dasar genit, kamu tuh harus ingat, udah punya anak istri."


"Dosa kalau kita nggak membalas senyuman orang yang ditujukan pada kita."



"Jangan ngancam gitu,dong! Mereka itu pelanggan kafe. Makanya aku senyum. Udah kenal."


"Oh, jadi udah kenalan?"


"Bukan kenalan,.Sayang. Tapi aku udah kenal wajah mereka karena sering mampir ke kafe. Kamu cemburu?" tanya David dengan senyum menggoda.


"Nggak. Cuma kamu itu nggak adil. Aku nggak boleh dekat Arash, padahal cuma rekan bisnis."


"Karena aku tau dari cara Arash memandang kamu, ia menyukai kamu."

__ADS_1


"Umur aku udah kepala tiga, David. Banyak wanita lain yang lebih cantik. Arash nggak mungkin suka aku."


"Kenapa nggak mungkin? Kamu cantik, pintar dan baik. Semua yang pria inginkan pada wanita ada didirimu."


"Aku aja jatuh cinta hingga berulang kali denganmu. Kemarin, saat ini dan esok selamanya, aku jatuh cinta pada kamu istriku."


"Gombal banget," ucap Luna. David mengecup pipi istrinya.


"Malu, David. Di lihat orang."


"Tapi biar cewek-cewek itu tau, aku ini milik kamu." Luna tersenyum malu mendengar ucapan David.



Aisha yang ada dipelukan David terbangun. David mendudukkan di samping dirinya. Luna memesan makanan buat mereka dan Aisha.



David menyuapi Aisha makan, dan meminta Luna makan terlebih dahulu. Biar bisa gantian. Cewek-cewsk yang ada di seberang mereka berbisik-bisik melihat sikap David dengan Luna dan anaknya yang begitu manis.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


"


__ADS_2