
David terbangun di tengah malam mendengar suara tangisan bayinya. Dengan tergesa di gendongnya Aretha si gadis cilik yang menangis.
David berusaha menenangkan Aretha dengan memberinya susu formula. Baru saja Aretha diam karena keasyikan dengan botol susu yang diberikan David, terdengar tangisan Arden.
David tidak mungkin meninggalkan Aretha yang sedang menyusu. Suara tangisan Arden membangunkan Luna. Dia membuka matanya dan melihat David yang sedang menggendong Aretha.
Luna bangun dan berjalan menuju tempat tidur bayinya dan menggendong Arden.
"Kenapa nggak bangunkan, Mami? Papi jadi kesalahan'kan?" Luna menyusui Arden.
"Aku nggak tega bangunkan kamu, Sayang. Siang udah capek mengurus keduanya. Seharusnya malam giliran aku."
"Nggak akan bisa Papi mengurus dua bayi seorang diri. Mami siang di bantu ibu."
David ikut duduk di ranjang samping Luna. Dilihatnya Arden sudah mulai terlelap. Begitu juga Aretha dipangkuan David. Sudah terlelap.
Setelah menidurkan Aretha dan Arden, David kembali berbaring di samping istrinya itu.
"Udah 10 hari usia Arden dan Aretha, kapan mau mengadakan aqiqahnya?" tanya David.
"Ibu ingin aqiqah si kembar diadakan di kampung. Aku kuatnya saat usia 21 hari aja."
__ADS_1
"Kalau kamu maunya diadakan di mana?"
"Aku terserah kamu dan ibu aja. Kalau emang mau di kampung kamu cari dari sekarang EO yang bisa mengurus semuanya."
"Baiklah besok aku cari EO yang bisa membantu kita."
"Sayang," panggil David pelan.
"Ya, kenapa?" tanya Luna.
"Kalau habis melahirkan itu, baru bisa berhubungan setelah usia si kecil berapa hari?" tanya David.
"Saat usia si kecil udah satu tahun," jawab Luna untuk mengerjai David.
"Ya, emang kenapa?"
"Berarti selama satu tahun jerry tidak boleh masuk sarangnya, dan selama itu aku harus menahan setiap dekat kamu? Main solo terus," gumam David, namun dapat di dengar Luna. Istri David itu tersenyum melihat wajah suaminya yang sangat lucu.
"Emang kamu nggak tahan ya kalau setahun? Saat aku pergi menjauh dulu, selama dua tahun apa yang kamu lakukan agar jerry nggak memberontak?"
"Aku nggak melakukan apa-apa, Sayang. Aku dan jerry setia menantikan kamu. Aku yakin kamu pasti akan kembali. Aku sibukan diri dengan bekerja agar jerry nggak kepikiran sarangnya. Jerry nggak mau sarang lain selain milikmu."
__ADS_1
Luna mencubit lengan David mendengar ucapan pria itu.
"Aku juga nggak mau wanita lain. Hati ini sudah terpaut denganmu. Hati ini telah kamu kunci dengan namamu. Aku terkunci di dalam pikiranmu dan kamu membawa kuncinya bersamamu. Bagaimana aku bisa mencari wanita lain?"
Luna tersenyum semringah, David selalu saja bisa membuat hatinya berbunga dengan gombalan dan rayuan recehnya. Sejak dekat dengan David, dia merasakan hidupnya makin berwarna.
"Setelah enam minggu usia si kecil, jerry udah boleh masuk ke sarangnya," ucap Luna berbisik.
"Serius, Sayang. Hanya enam minggu?"
"Iya, nggak akan lama."
"Siapa bilang itu nggak lama. Selama itu juga cukup menyiksaku. Namun, aku akan berusaha menahannya. Kamu yakin hanya segitu. Dokter yang mengatakan?" tanya David penuh semangat.
Umumnya, hubungan **** bisa kembali dilakukan sekitar 6 minggu setelah melahirkan, baik melahirkan normal atau caesar. Pada masa ini, leher rahim umumnya sudah kembali menutup dan perdarahan diharapkan sudah berhenti. Untuk memastikannya, Anda harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke dokter kandungan.
Bekas luka atau jaringan parut akibat sayatan caesar bisa membuat beberapa otot di dekat ****** menjadi terasa sakit saat digunakan untuk berhubungan seksual. Apabila rasa sakitnya sangat parah hingga membuat Anda tidak bisa beraktivitas sama sekali, maka perlu menghubungi dokter.
"Iya, Papi. Hanya enam minggu."
David memeluk Luna dan mencium dahinya serta pipinya berulang kali.
__ADS_1
...****************...