
Baru saja David pergi meninggalkan halaman rumahnya, ibu berdiri. Ia mendekati Luna yang duduk masih dengan kepala menunduk.
"Apa yang kamu harapkan dari seorang, David? Ia nggak memiliki apa-apa. Kamu pasti bisa mendapatkan pria yang jauh lebih mapan dari David. Ibu mohon, tinggalkan David, dan lupakanlah jika kamu pernah menjalin hubungan dengannya."
Luna mengangkat wajahnya. mendengar ucapan ibu. Ia beranikan diri memandangi ibu.
"Apa yang aku harapkan dari, David? Aku nggak mengharapkan apa-apa. Aku mencintai David tulus dari hati."
"Ibu rasa kamu bukan mencintainya. Kamu hanya menjadikan David pelarian atas rasa kecewa pada suamimu."
Ibu menarik napasnya. Ia berjalan menuju kursi yang ada di dekat Luna. Ia kembali memandangi Luna dengan intens.
"Ibu juga nggak yakin jika anak yang ada di dalam kandunganmu itu anaknya David. Sampai kapanpun ibu nggak akan bisa menerimanya," ucap Ibu. Wanita itu tampak menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya.
"Apa yang akan dikatakan orang kampung jika tau David menjalin hubungan dengan istri orang? Ibu nggak akan punya wajah lagi dikampung ini. Jika kamu memang mencintai David, tinggalkan dan lupakan David!"
Mendengar ucapan ibu, Luna berdiri dari duduknya. Ia menatap ibu tanpa kedip.
"Baiklah, Bu. Jika emang ibu nggak bisa menerima anak yang ada dalam kandunganku, buat apa aku bertahan. Aku akan pergi dari kehidupan David seperti yang ibu pinta. Aku harap ibu nggak akan menyesal. Tanyakan pada David, bagaimana pertemuan pertama kami. Aku bersumpah, jika aku nggak tau dari awal jika David telah bertunangan," ucap Luna sambil menghapus air mata yang tumpah.
__ADS_1
Luna berjalan perlahan meninggalkan ibu. Air matanya tidak bisa ditahan lagi. Luna memanggil supir dan memintanya segera pergi dari rumah kediaman David.
Dari rumah David, Luna langsung menuju ke penginapan. Ia mengambil barangnya dan meminta supir langsung berjalan meninggalkan kampung halaman David.
Sementara itu, saat ini David sedang bertemu dengan kedua orang tua Mia. Ia dan Mia duduk bersebelahan dihadapan kedua orang tuanya.
"Ada apa, David? Kenapa kamu ingin bicara dengan kami? Ayah juga ingin menanyakan ini dari sejak Mia pulang sendirian. Apa kalian ada masalah?" tanya ayah Mia beruntun.
"Maaf, Ayah. Jika kedatangan aku kali ini mungkin tidak berkenan. Aku dan Mia telah sepakat untuk mengakhiri pertunangan kami. Di antara kami udah nggak ada kecocokan lagi."
"Kamu bicara apa, Nak David? Ayah dan ibu nggak suka bercanda kayak gini."
Mendengar ucapan David, ayah menjadi marah. Wajahnya merah. Ia berdiri dari duduknya, dengan berkacak pinggang ia memandangi David.
"Kamu pikir pertunangan ini main-main. Apa yang akan dikatakan orang-orang saat tau kalain putus. Nggak jadi menikah. Kamu ingin membuat aku malu!"
"Sekali lagi aku minta maaf, Ayah. Tapi hubungan kami memang udah nggak bisa dipertahankan. Aku telah memiliki wanita lain yang dicintai."
Ayah mendekati David, dan tanpa di duga ia melayangkan tangannya, menampar pipi David dengan keras.
__ADS_1
David hanya diam. Ia nggak marah atau menghindar. David sadar atas kesalahannya. Mia berdiri dari duduknya dan menahan tangan ayah yang kembali ingin menamparnya.
"Tamparlah aku, jika itu bisa membuat Ayah puas. Aku sadar semua ini kesalahanku. Namun, harus ayah ingat jika cinta itu nggak bisa dipaksakan. Selama ini aku telah berusaha mencintai Mia, tapi nggak bisa. Aku menyayangi Mia, tapi hanya sebagai saudara."
"Aku nggak ingin mendengar omongan kosongmu lagi. Pergilah.dari rumahku! ucap ayah dengan emosi.
"Jangan pernah menginjak rumah ini atau mendekati Mia lagi. Aku nggak akan pernah memaafkan kamu. Dasar ba*jinga*n!" umpat ayah.
David berdiri dari duduknya, ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman, namun ayah tidak mau menerima. David lalu menyalami ibu. Wanita itu menerima uluran tangan David tanpa suara.
David meninggalkan halaman rumah dengan motor bututnya. Ia melaju dengan kecepatan lumayan tinggi. Perasaannya tidak enak. Ia ingin segera sampai ke rumah.
*
*
,*
Bersambung.
__ADS_1
Apa yang akan David lakukan saat mengetahui Luna sudah tidak berada di rumahnya? Jangan lupa, nantikan terus kelanjutannya. ❤❤❤❤