HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Empat puluh Sembilan. HTG


__ADS_3

David meninggalkan rumah Mia dengan tergesa. Hatinya merasakan sesuatu tidak baik telah terjadi.


David tidak peduli ayah Mia yang masih terus mengumpat dan memaki dirinya. Ia hanya ingin segera sampai di rumah.


Begitu tiba di halaman rumah, David segera mematikan mesin motornya dan masuk tanpa salam atau pun mengetuknya.


David sudah curiga saat melihat mobil Luna tidak ada. Ia memandang ibu dengan mata penuh selidik.


"Di mana Luna, Bu? tanya David.


"Udah pergi," jawab ibu pelan.


"Kemana Luna pergi? tanya David lagi.


"Ibu nggak tau. Ibu nggak bertanya."


"Apa yang ibu katakan sehingga Luna memutuskn pergi?"


"Ibu tidak mengatakan apa-apa. Ibu hanya bertanya,apakah benar itu anak kamu."


"Pasti Luna tersinggung, Bu. Tentu aja yang Luna kandung itu anakku, suami Luna mandul. Ia sudah nggak berhubungan selama enam bulan."


Ibu David tampak kaget mendengar penuturan David. Ia hanya bisa terdiam.

__ADS_1


David meninggalkan rumah segera dengan motornya menuju penginapan. Sampai di sana, karyawan mengatakan Luna udah cek out. David mencoba menghubungi ponsel Luna, tapi nggak aktif.


Dengan kecepatan tinggi David kembali ke rumah. Ia mengambil tas pakaian dan menemui ibunya yang sedang termenung di kamar.


"Bu, aku pamit menyusul Luna. Semoga ia nggak pergi jauh. Aku nggak akan bisa memaafkan kesalahanku jika Luna membawa anakku pergi. Sekali lagi, aku katakan pada ibu, aku yakin dan pasti anak yang dikandung Luna adalah anakku. Cucu ibu."


David menyalami tangan ibunya. Ojek yang ia panggil untuk membawanya ke stasiun telah menunggu.


Sementara itu Luna, sedang beristirahat. Sebentar lagi ia akan sampai ke kota. Ia menghubungi Chandra untuk membelikan tiket ke luar negeri. Ia sudah bertekad akan menjauhi David.


Dari awal Luna udah berpegang, tidak akan pernah memaksakan semuanya. Memang di sini bukan kesalahan David. Namun, ia tidak mungkin menikah dengan David sementara ibunya tidak menerima darah dagingnya.


Sampai di apartemen Luna langsung mengganti kode masuknya. Ia akan berangkat ke luar negeri subuh. Luna akan bersiap-siap terlebih dahulu.


David sampai di ibukota subuh. Ia langsung menuju apartemen. Luna yang melihat David berlari menuju lift cepat bersembunyi.


Setelah David masuk lift, Luna cepat berjalan keluar dari gedung apartemen dan masuk ke dalam mobil.


Maafkan aku, David. Hubungan kita memang Salah. Aku harus mengakhiri semuanya. Akan aku bawa kenangan cinta kita. Aku akan menjaganya. Semoga suatu saat nanti kita bertemu saat hati kita telah sama-sama sembuh.


David berlari menuju apartemen dan menekan tombol kode masuk. Sudah beberapa kali ia mencoba tapi tidak bisa membukanya karena Luna telah menggantinya.


"Luna, jangan lakukan ini padaku. Apa salahku? Aku sangat mencintaimu. Aku nggak mau berpisah. Apa kamu lupa, ada anak kita di rahimmu," ucap David. Ia terduduk di lantai depan pintu apartemen.

__ADS_1


David menarik rambutnya, frustrasi. Ia tidak pernah menduga jika hubungannya dengan Luna akan berakhir dengan cara begini.


David mendengar ada pesan masuk dari ponselnya. Ia tahu pasti itu dari nomor Luna karena ia mengkhususkan nada dering buat nomor Luna. David cepat mengambil ponsel dari sakunya dan membaca pesan itu.


"David, maafkan. Aku harus pergi. Aku nggak ingin memaksakan hubungan kita. Ibu kamu benar, aku yang salah dalam hubungan kita ini. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. Aku pergi. Jaga dirimu. Tetap kuliah. Aku telah mentransfer biaya kuliahmu. Semoga cukup hingga kamu wisuda. Temui Candra, bicarakan mengenai pekerjaan yang bisa kamu lakukan sebagai tambahan biaya. Jangan pernah melakukan kesalahan sama yang pernah kamu lakukan denganku. I LOVE YOU."


Setelah membaca pesan Luna, David segera menghubungi ponsel wanita itu, tapi sudah tidak aktif kembali.


"Kamu tidak boleh lakukan ini, Luna. Kamu nggak boleh pergi dariku," teriak David.


Ia berdiri dan berjalan keluar gedung. David langsung mencari ojek yang membawanya menuju kafe. David berharap Candra akan mengatakan di mana keberadaan Luna saat ini.


Sementara itu, pesawat yang akan membawa Luna pergi, telah terbang meninggalkan bandara.


"Aku tak menginginkan hubungan ini berakhir, aku juga tak menginginkan hubungan ini dimulai. Tapi, inilah hidup, bahkan hari baik yang tak disangka-sangka tetap merasakan tenggelamnya matahari.Di hari esok kamu akan mengerti dengan pilihanku, yang memutuskan untuk pergi dan mencari sesuatu yang tidak pasti."


*


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2