
Mia sedang memasak di dapur saat Doni, suaminya pulang. Mia matikan kompornya melihat Doni menghampiri.
"Dari mana kamu?" tanya Doni ketus.
"Dari warung, belanja buat masak," jawab Mia.
"Ada yang melapor padaku, kamu bertemu David."
"Itu nggak sengaja. Kami kebetulan bertemu di anak sungai tadi."
"Kamu pasti senang dapat melihat David lagi. Saat ini ibu juga lagi ada di rumah David. Apa ibu kamu masih menginginkan David jadi menantunya?"
"Jangan salah paham, Mas. Aku nggak ada hubungan lagi dengan David."
"Ibu kamu selalu saja membandingkan aku dengan David. Jika emang dia hanya ingin David jadi menantunya, kenapa dia dulu datang ke rumah meminta aku menikah denganmu!" ucap Doni dengan suara tinggi.
"Mas Doni, aku sudah berulang kali mengatakan ini. Aku dan David sudah nggak ada hubungan apa-apa. David juga telah menikah dan memiliki anak."
"Namun kamu masih mencintai David hingga saat ini. Buktinya, semua tentang David masih kamu simpan. Apa artinya aku bagimu? Hanya sebagai pelarian karena di tinggal David."
"Jangan berdebat itu lagi, Mas. Aku capek," ucap Mia.
__ADS_1
Mendengar ucapan Mia, suaminya Doni menjadi emosi. Dia mencengkeram pergelangan tangan Mia cukup kuat, membuat Mia meringis.
"Sakit, Mas. Lepaskan! Aku mohon." Mia berusaha. melepaskan tangan Doni.
"Kenapa kamu mau menikah denganku, jika kamu masih mencintai David. Awalnya aku bahagia karena akan menikah dengan orang yang aku cintai dari dulu." Doni menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya.
"Aku pikir kamu menerima perjodohan ini karena kamu udah bisa menerima cintaku. Namun ternyata aku hanya pelarian bagimu setelah ditinggal David."
Doni akhirnya melepaskan cengkeraman tangannya setelah melihat Mia menangis. Ia duduk di kursi makan.
"Kamu dan ibumu sama saja. Selalu saja membandingkan aku dan David. Saat ini ibumu ke rumah David, pasti hanya ingin menemuinya. Ingin melihat kesuksesannya. Pulang dari rumah David pasti menghinaku lagi."
"Jangan harap aku akan menceraikan kamu. Jika aku tidak bisa memiliki kamu seutuhnya, begitu juga kamu nggak akan bisa kembali ke David. Selamanya kita akan tetap terikat suami istri."
Doni berjalan menjauhi Mia dan memilih keluar rumah, meninggalkan istrinya seorang diri.
Setelah suaminya menghilang dari pandangan, Mia terduduk di kursi makan.
Mia teringat, awal pernikahan Doni sangat baik dan perhatian. Semua berubah sejak ibunya Mia sering mengungkit dan membandingkan Doni dengan David.
Semua makin diperparah saat Doni mendapati Mia masih banyak menyimpan semua foto-foto David.
__ADS_1
Doni cemburu. Dia mengira Mia masih mencintai David dan mengharapkan cintanya. Doni mulai sering keluar rumah, pulang malam bahkan terkadang tidak pulang.
Mia pernah mendapat laporan jika Doni sering jalan bareng wanita lain. Mia sudah sering menjelaskan jika dia dan David sudah tidak ada hubungan lagi. Namun Doni tidak pernah percaya.
...****************...
Luna menidurkan Aisha setelah makan siang,ikutan terlelap. David yang baru pulang dari tempat penggilingan beras untuk mengambil beras ibunya, melihat anak dan istrinya telah terlelap ikutan naik ke ranjang.
David merapatkan tubuhnya ke Aisha dan Luna, karena ranjangnya tidak mencukupi untuk mereka bertiga.
"Maafkan aku, Sayang. Sampai hari ini aku masih aja membuat kamu bersedih," ucap David mengecup dahi Luna yang terlelap.
Jika aku harus memilih antara bernafas dan mencintaimu, aku akan menggunakan napas terakhir untuk memberitahumu aku mencintaimu.Mencintaimu dan dicintai olehmu adalah hadiah paling berharga yang pernah aku terima.
*
*
*
Bersambung
__ADS_1