
David membalikkan tubuhnya. Saat ini Luna yang berada dibawah kukungannya. David memandangi wajah Luna dengan senyum semringah.
"Sekarang kamu udah syah menjadi istriku, dimanapun dan kapan pun aku ingin melakukan hubungan denganmu,nggak perlu kuatir dan nggak akan ada yang melarang."
"Aku belum pakai pengaman. Nanti kalau Aisha punya adik gimana?"
"Nggak apa.Aku ingin memiliki anak yang banyak darimu. Agar nanti rumah kita rame dengan suara tawa dan tangis anak-anak."
David membuka baju tidur yang Luna pakai. Setelah itu ia juga membuka satu persatu kain yang melekat di tubuhnya hingga tak tersisa satu helai benangpun.
David menaiki tubuh Luna, ia mengecup seluruh bagian di wajah Luna dari dahi hingga bibir. David mengecup bibir Luna, wanita itu membalas mengecupnya. Hingga David nggak sabar, ia langsung me*lum*atnya. Mereka saling membelit lidah.
Saat melihat Luna udah kesulitan bernafas, David melepaskan pagutan mereka. Luna melingkarkan tangannya di leher David. Dua tahun mereka menahan hasrat. Hari ini ingin menuntaskan semua.
David membuka pengait bra Luna, hingga terpampang jelas gunung kembarnya. David menjilat leher jenjang dan putih Luna. Ia juga menjilat telinga Luna membuat wanita itu mende*s*h karena telinga salah satu bagian tubuhnya yang sensitif.
David menjilat, menghisap dan menggigit kecil leher Luna. Ia membuat banyak tanda kepemilikan di sana.
Kecupan David turun ke dada wanita itu. Ia mengecup pucuk gunung itu. David menghisapnya perlahan, dengan lembut. Terkadang menarik pucuk itu dengan giginya membuat Luna mende*sa*h dan menjerit kecil saat giginya menggigit.
"David, pelan. Sakit kalau kamu menggigitnya begitu," ucap Luna.
David melepaskan gigitannya. Ia tersenyum dengan smirk.
"Aku udah menahan hingga dua tahun. Padahal dulu saat kita bersama, hampir tiap malam kita berhubungan. Jujur, sebenarnya aku sangat tersiksa menahan hasrat untuk tidak berhubungan. Namun aku ingin menjaga cinta dan tubuhku hanya untukmu."
"Terima kasih karena menjaga jerry hanya untukku."
David mengecup bibir Luna. David menurunkan tubuhnya, saat ini wajahnya berada dekat perut Luna. David mengecup perut rata istrinya itu.
__ADS_1
David mengecup pusar Luna membuat wanita itu sedikit tersentak karena geli. David menarik pakaian dalam Luna yang menutup inti tubuhnya. Saat ini mereka udah sama-sama polos.
David memandangi inti tubuh Luna yang bersih. Ia mengecupnya membuat Luna tersentak. David kembali mengecupnya.
"Jangan David, itu kotor," ucap Luna saat David mengecup dan menjilatnya.
David yang udah terbawa suasana tidak mendengarkan ucapan Luna. Ia mulai memasukan lidahnya. Luna menjadi ikut terbawa suasana.
Setelah Luna mendapat pelepasan pertamanya, David bangun. Ia melihat Luna yang sedikit lemas karena baru saja mendapatkan pelepasannya.
"Gumana, Sayang. Enak ...?" tanya David.
"Kamu makin pintar memuaskan aku, Dav," ucap Luna dengan napas memburu karena pelepasan pertamanya.
"Biar kamu nggak menyesal menikah denganku. Akan aku puaskan kamu setiap malam. Mencintaimu dan dicintai olehmu adalah hadiah paling berharga yang pernah aku terima. Untuk itu, akan aku lakukan apapun agar kamu nggak berpaling."
"Apa kamu ingin aku melakukan hal yang sama."
"Besok-besok aja,Sayang. Aku hanya ingin kamu memimpin permainan."
"Baiklah," ucap Luna bangkit dari tidurnya.
David duduk dengan bersandar kepala ranjang, Luna naik keatas tubuh David. Ia berjongkok diantara kaki pria itu.
Luna menuntun jerry memasuki inti tubuhnya. Setelah jerry masuk semuanya, Luna mulai menggerakkan tubuhnya. David memegang pinggang Luna agar bergerak cepat, turun naik dengan jerry yang bersarang di tubuh Luna.
David menger*ang merasakan kenikmatan. Sudah dua tahun jerry tidak masuk ke sarangnya. Ketika akan mencapai puncaknya, David menekan pinggang Luna kebawah agar jerry masuk sempurna menyemburkan laharnya ke dalam tubuh Luna.
David menarik napas lega saat udah melepaskan semuanya. Luna masih berada di atas tubuhnya dengan jerry masih menancap. Mereka saling berpelukan melepaskan kenikmatan yang baru saja di raih. Luna kembali mendapatkan pelepasan hingga dua kali.
__ADS_1
David mengecup bibir Luna. Ia bahagia dapat menyatukan tubuh mereka kembali.
"Rasa kamu masih seperti dulu. Padahal udah keluar Aisha," ucap David. Kembali Luna dan David berciuman.
"Mi ... napa?" ucap Aisha yang terbangun.
Luna langsung menarik selimut, menutupi tubuhnya dan David.
*
*
*
Bersambung
Apa Aisha melihat pergulatan mami dan papinya? Nantikan kelanjutan kisahnya. 😘😘😘😘
Sementara menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini.
Judul. JERAT HASRAT SANG CEO
Kerena tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, Daisy memilih kabur tepat di hari pernikahannya berlangsung. Namun, karena calon suami Daisy adalah orang yang berkuasa maka mereka mampu menemukan keberadaan Daisy.
Daisy Quuereen : Jika aku hanya ingin kamu jadikan pelayanan di rumah mu, kenapa kamu harus menikahi ku?
Excel Word : Kerena aku ingin mengikatmu dan membuatmu menderita hingga ma-ti perlahan.
Daisy Quuereen : Jika kamu ingin aku mati, bunuh saja aku sekarang! Mampukah Daisy melewati hari-hari dalam genggaman Excel?
__ADS_1