HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Dua Puluh Empat. HTG


__ADS_3

David mengendarai mobil sambil tersenyum. Hatinya merasa bahagia karena bisa bersama Luna tiga hari ini.


David sadar jika orang yang melihatnya, pasti akan berpikir David mencintai Luna karena hartanya. Padahal ia mencintai Luna karena bersama dengan Luna, hatinya terasa nyaman dan bahagia.


David sadar jika semua yang ia jalani bersama Luna adalah cinta terlarang, dan hasratnya untuk memiliki Luna juga hasrat yang terlarang.


Dari kejauhan David melihat Mia yang tampak gelisah berdiri depan kamar kostnya. Tadi David sudah mengabari jika dirinya sedang dalam perjalanan.


David memarkirkan mobil Luna yang dipakainya tepat di depan kamar kost Mia. Gadis itu memandangi tanpa kedip, dan kaget saat melihat David yang keluar.


Mia memandangi penampilan tunangannya itu yang jauh berbeda. Anak muda seperti mereka pasti mengenal brand fashion yang sedang David gunakan. Bukan sembarang, hanya kalangan atas yang mampu membelinya.


"Maaf, aku telat," ucap David begitu sampai dihadapan Mia.


"Penampilan kamu jauh berbeda," ucap Mia sambil mengamati David darinujung kepala hingga ujung kaki.


"Apanya beda?" tanya David pura-pura tidak mengerti.


"Udah banyak uang kamu sekarang. Mampu beli busana mahal begini?"


"Jadi kita ke kampus. Nanti telat," ucap David mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa nggak membalas pesanku? Kenapa nggak mengangkat saat aku telepon?"


"Kita ke kampus dulu. Nanti aku jelaskan semuanya."


"Aku nggak mau. Jika kamu belum memberikan penjelasan dan jawaban yang aku inginkan, nggak akan aku mau pergi denganmu."

__ADS_1


Mia membuka pintu kamar kost dan masuk. Ia duduk di lantai. David mengikutinya. Ia duduk di samping Mia.


"Ayolah, Mia. Kita ke kampus. Nanti bisa telat. Jangan merajuk. Sifat perajukmu ini yang nggak pernah aku suka," ucap David.


"Jadi sekarang kamu udah nggak suka denganku!"


"Mia, kamu dengar nggak yang aku katakan tadi. Sifatmu yang nggak aku suka. Dari dulu, kita selalu membahas ini. Sering aku katakan, ubah sedikit sifat ngambekmu itu. Sedikit saja aku salah, kamu merajuk. Cobalah sedikit saja mengerti aku. Jangan aku terus yang harus memahami kamu. Coba dewasa sedikit aja."


"Jadi menurut kamu, sifat aku ini kekanakan. Kamu suka yang dewasa, kayak Mbak Luna?"


"Kenapa kamu membawa Luna. Apa hubungannya?"


"Sekarang kamu lebih suka wanita dewasa seperti Luna-mu itu. Puji saja terus. Bandingkan aja terus denganku."


"Mia, aku nggak pernah bandingkan kamu dengan Luna. Kapan aku katakan itu. Jangan memancing emosiku!"


"Udahlah Mia, jangan bawa-bawa Luna lagi. Kita jadi nggak ke kampus. Nanti telat," ucap David lembut, ia berusaha menahan emosinya.


David nggak mau bertengkar dengan Mia, karena gadis itu akan langsung mengatakan pada orang tuanya dan juga orang tua David jika mereka bertengkar.


Pernah David pergi ke luar kota bersama teman-temanya dan telat memberi kabar. Mia menuduhnya selingkuh. David sudah menjelaskan, bahkan membawa temannya sebagai bukti. Namun Mia masih tidak percaya.


Mia dan David akhirnya bertengkar. Mia langsung menghubungi orang tuanya dan orang tua David, hingga ayah dan ibu Mia datang ke kota ini untuk meminta penjelasan David.


"Kerja kamu apa, David? Kenapa mbak Luna juga memberikan mobilnya?"


"Mobil itu dipinjamkan, bukan di beri."

__ADS_1


"Kenapa mbak Luna begitu baik denganmu?"


David menarik napas panjang. Menghadapi Mia, ia butuh kesabaran ekstra. Mia yang anak bungsu terbiasa manja.


"Aku akan menjelaskan setelah kita pulang kuliah."


"Pergi saja kamu sendiri. Aku malas ke kampus."


"Mia, jangan begitu. Aku pasti akan menjelaskan nanti setelah pulang kuliah."


"Aku nggak akan pergi kuliah. Kamu mengerti nggak?"


"Baiklah, kalau memang kamu nggak ingin kuliah. Aku pamit!" ucap David.


David memilih pergi, ia tidak mau terbawa emosi. David tidak mau marahi Mia. Ia masih menjaga ucapannya agar tidak menyakiti hati gadis itu.


Saat David membuka pintu mobil, terdengar suara Mia yang sedikit keras.


"Akan aku katakan semuanya dengan ibumu. Jika kamu telah berubah," ucap Mia.


David mengepalkan tangannya menahan emosi. Selalu begini. Mia akan mengancamnya jika mereka bertengkar.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2