
Alex berdiri dihadapan David dan memandangi cowok itu intens sambil berkacak pinggang.
"Berapa Luna membayar kamu sekali tidur," ucap Alex.
Mendengar ucapan Alex itu tangan David langsung terkepal, ia akan melayangkan tinjunya ke wajah Alex.
Luna yang memperhatikan David, langsung memeluk tubuh cowok itu dan memegang tangan David yang telah terangkat.
"Sudah, jangan diladeni. Nanti kamu bisa berurusan dengan pihak berwajib," ucap Luna.
Melihat Luna yang memeluk David, Alex makin emosi. Ia menarik tangan Luna keras, hingga pelukannya terlepas.
"Dasar wanita mura*ha*n! Apa kamu lupa jika statusmu masih istriku. Pengadilan belum mengeluarkan surat resmi," ucap Alex dengan suara keras.
"Jika aku mura*ha*n,apa sebutan yang pantas buatmu dan wanita simpananmu itu," ucap Luna menunjuk ke arah wanita yang bersama Alex.
"Jangan salahkan jika aku selingkuh. Semua ini aku lakukan hanya untuk membalas sakit hatiku padamu."
"Apa artinya kesetiaan aku selama ini. Aku telah memberikan segalanya untukmu. Namun kau balas dengan pengkhianatan. Salah jika aku mencari pria yang bisa menghargai aku dan mencintai aku."
__ADS_1
"Jangan naif Luna. Bocah itu mau dekati kamu hanya untuk harta. Bukan mencintai kamu," ucap Alex.
"Apa bedanya dengan wanita-wanita yang mendekati kamu. Mereka juga melakukan itu karena uangmu."
"Lagi pula, aku bukan sebodoh yang kamu pikirkan. Aku tau apa yang terbaik buat diriku. Jangan urusi aku. Kamu cukup urus simpanan mu itu saja."
"Kamu jauh berubah Luna. Dulu kamu nggak pernah berkata kasar begini."
"Waktu terus berjalan, dan hari terus berubah, apalagi manusia. Aku akhirnya menyadari bahwa aku tidak pernah meminta terlalu banyak. Aku hanya meminta pada orang yang salah. Sungguh menyakitkan menjadi orang yang selalu berusaha menjadi apa yang dibutuhkan orang lain, tetapi tidak pernah dihargai."
"Mulai hari ini kamu urus saja wanita-waniamu. Jangan pernah campuri urusan aku!"ucap Luna ketus,
Wanita yang bersama Alex itu tersenyum tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Ia bahkan mendekati Alex dan memeluk lengannya.
"Kenapa kamu hanya bisa melawan wanita. Kita bertarung secara jantan. Di tempat resmi. Kamu mau di mana?"
"Jangan sok melawanku, bocah. Apa modalmu menantang aku. Aku yakin semua fasilitas yang kamu dapat saat ini itu dari Luna. Kau hanya menang tampang aja."
Mendengar ucapan Alex, David kembali emosi ia mengangkat tangannya ingin menampar pria itu.
__ADS_1
Kembali Luna menahannya, kali ini Luna kurang cepat dan tepat. Tangan David mengenai wajahnya yang berdiri menghalangi David yang akan meninju Alex.
Luna terhuyung dan terjatuh. David dan Alex spontan membantu Luna berdiri. Tangan Alex. di tepis Luna. Wanita itu memegang pipinya yang memar dan dari sudut bibirnya keluar darah.
David membantu Luna berdiri dan membawanya masuk ke kamar. David meminjam kotak obat dari pihak hotel.
Sampai di kamar Luna duduk di tepi ranjang. David membersihkan darah yang mengalir dari sudut bibir wanita itu.
"Kenapa menghalangi aku untuk menghajar suamimu itu?" ucap David sambil mengobati luka Luna.
"Aku nggak mau kamu berurusan dengan polisi."
"Aku nggak apa-apa. Masuk penjarapun aku nggak takut. Aku muak lihat dia selalu menghina kamu. Dia nggak pernah memyadari kesalahannya"
"Aku yang takut kamu masuk penjara," gumam Luna. Namun masih dapat didengar David. Cowok itu memeluk Luna.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung