HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Enam Puluh Satu. HTG


__ADS_3

David masuk ke apartemen dan menidurkan Aisya dengan pelan. Luna mengikuti dari belakang.


Luna memandangi ruang kamar secara keseluruhan. Tidak ada yang berubah. Semua letak perabot juga sama.


David memandangi Luna yang masih berdiri di ambang pintu kamar. Ia mendekati Luna dan memeluk pinggang wanita yang sangat ia rindukan itu.


David mengecup dahi Luna cukup lama. Ia memeluk erat pinggang Luna merapatkan tubuh mereka.


"Aku kangen banget," bisik David di telinga Luna. Wanita itu merasa geli saat David menghembuskan napasnya.


Luna memandangi David dengan mendongakkan kepala. Tinggi David yang menjulang membuat ia kesulitan menatap mata pria itu.


David mengangkat tubuh Luna dan mendudukan di sofa dekat jendela. Setelah itu ia berlutut dihadapan Luna dengan menggenggam tangan wanita itu.


"Dengar Luna, Sayang. Aku tidak peduli betapa sulitnya kita bersama, tidak ada yang lebih buruk daripada perpisahan. Ada banyak hal lain yang harus aku lakukan dengan hidupku saat ini tetapi sebaliknya, aku terjebak di sini untuk mengagumimu."


Luna melepaskan genggaman tangan David. Ia menangkup kedua pipi David. Memandangi dengan intens.


"Aku takut," lirih Luna.


"Apa yang kamu takutkan,Sayang?" tanya David. Dikecupnya tangan Luna.

__ADS_1


"Aku takut jika terus bersamamu, aku semakin dalam mencintaimu. Sedangkan aku tau, banyak yang menentang hubungan kita. Banyak yang menginginkan kita berpisah. Sebelum aku jatuh cinta begitu dalam, makanya aku memutuskan pergi."


"Luna, Sayang. Dengarkan baik-baik, Kamu adalah pikiran terakhir dalam pikiranku sebelum aku tertidur dan pikiran pertama ketika aku bangun. Kamu adalah jawaban untuk setiap doa yang aku panjatkan. Kamu adalah lagu, mimpi, bisikan, dan aku tidak tahu bagaimana aku bisa hidup tanpamu."


David kembali menggenggam tangan Luna dan menciumnya lama.


"Apa pun yang terjadi. Apa pun yang kamu lakukan dan apa pun yang akan kamu lakukan. Aku akan selalu mencintaimu. Kamu hadir memberi cinta, membawa bahagia, dan memberikan rasa rindu yang tak pernah ada habisnya. Jangan pernah tinggalkan aku lagi."


David berdiri dan menggendong tubuh Luna. Ia menghempaskan tubuh Luna secara pelan di samping Aisha.


"Aku selalu bermimpi kamu kembali ke sini dan tidur bersamaku, dan mimpi itu nyata akhirnya."


David tidur dengan memiringkan tubuhnya,menghadap Luna.


David menarik tubuh Luna merapat. Saat ini tidak ada jarak lagi antara mereka.


"Apa selama aku pergi kamu nggak punya kekasih?" tanya Luna pelan.


"Aku nggak pernah tertarik pada wanita mana pun sejak aku bertemu kamu. Tubuhku hanya merespon saat dekat denganmu. Apa lagi jerry, hanya mau sarang yang pertama ia masuki. Nggak mau yang lain."


"David, mesum banget. Dua tahun nggak bertemu masih aja seperti dulu."

__ADS_1


"Jangan salah, Luna. Mesumnya Jerry makin bertambah karena sudah dua tahun nggak bertemu sarangnya. Rasanya saat ini, aku ingin memakanmu. Namun, aku harus sabar. Tunggu waktu yang tepat. Aku akan menikahi kamu secepatnya, biar jerry nggak kesepian dan kedinginan lagi."


"Kenapa kamu makin mesum."


"Udah lama jerry nganggur." David mengecup rambut Luna sambil tertawa.


"Aku baru ingat, tadi mau bertanya lupa. Siapa pria yang menghalangi aku membawa Aisha?"


"Arash?" tanya Luna.


"Arash, atau beras. Aku nggak peduli siapa pun namanya. Yang aku inginkan hanya kamu menjauhi pria itu. Aku cemburu!"


"Dia rekan kerjaku."


"Mulai hari ini, aku mohon jauhi dia."


Luna memandangi wajah David. Tampak ia serius dengan ucapannya.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung.


__ADS_2