HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab. Delapan Puluh. HTG


__ADS_3

Bab 80


Luna baru saja selesai mandi. Luna melihat suasana rumah sepi. Hanya ada Imelda. Dia bertanya kemana ibu. Kakak Imelda mengatakan jika Aisha masih terlelap di kamar jadi ibu menemani.


Mendengar itu, Luna kembali ke kamar. Dilihatnya David juga masih terlelap. Luna naik ke atas tubuh suaminya itu.



David membuka matanya. Dia tersenyum dan mengecup bibir Luna.


"Kenapa? Pengin?" tanya David menggoda.


Luna langsung mencubit lengan David, mendengar pertanyaan suaminya itu.


"Aku apa kamu yang pengin?" Luna balik bertanya.


"Kalau aku pengin, apa kamu mau melayani?"


"Nggak. Nanti malam aja. Aku udah mandi. Kita jalan-jalan keliling desa kamu ini aja. Udaranya segar banget."


David memeluk pinggang istrinya erat. Ia kembali mengecup bibir Luna.


"Kamu naik ke tubuhku ini, membuat si jerry bangun," bisik David.


Mendengar ucapan David, Luna berusaha turun dari atas tubuh David. Namun, kekuatannya tidak bisa mengalahkan David. Pria itu memeluk erat pinggang Luna sehingga ia tidak bisa bergerak.


"Kamu harus tanggung jawab. Kenapa kamu bangunkan jerry? Sekarang harus tidurkan dulu."

__ADS_1


"Aku mau jalan keliling desa ini, David. Kalau harus melayani kamu udah keburu siang. Mumpung Aisha dan ibu masih tidur," ucap Luna seperti memohon.


David memegang tengkuk Luna dan merapatkan wajahnya. Tanpa aba-aba ia langsung me*lu*mat bibir istrinya. Sekitar lima menit mereka saling berpagutan. David akhirnya melepaskan pagutan mereka. David menghapus air liur di sekitar bibir istrinya.


"Aku basuh muka aja. Mandinya nanti aja. Tunggu kamu beri jatah buat jerry. Lagi pula lama-lama kamu berada di atas tubuhku, kita pasti nggak akan keluar dari kamar hingga makan siang."


"Kalau Gitu, lepaskan pelukanmu. Biar aku bisa turun," ucap Luna.


David melepaskan pelukannya. Luna langsung bangun, diikuti David. Suaminya itu langsung keluar kamar menuju dapur.


Setelah membasuh wajahnya David kembali masuk ke kamar, dia melihat istrinya yang sedang dandan.


David memeluk Luna dari belakang."Jangan dandan cantik banget. Aku akan cemburu jika melihat pria menatap kamu. Aku nggak mau ada pria lain mengagumi kamu. Cukup aku aja!"


Luna membalikkan tubuhnya menghadap David. Dia mengecup bibir David.


"Baiklah,Sayangku," ucap David menggoda Luna.


Luna melihat Imelda yang menyapu halaman menyapanya dan duduk di bawah pohon.


"Mau kemana pagi-pagi? Udah cantik aja," ucap Imelda.



"Mau keliling desa,Kak."


"Sama siapa? Jangan sendirian, nanti di culik orang. Bisa mati David kalau kamu hilang."

__ADS_1


David yang baru selesai berpakaian mendengar ucapan kakaknya. Ia langsung menjawab.


"Siapa yang berani menculik Luna. Orang itu minta mati."


"Kalau dia jalan sendiri. Bisa aja di culik. Makanya kamu dekap terus. Biar nggak lari. Luna itu paket komplit. Cantik, baik, ramah dan mapan. Siapa cowok yang nggak mau?"


"Kak Imel julid," ucap David.


"Kak Imel terlalu memuji. David juga ganteng, baik, dan perhatian," ucap Luna.


"Terima kasih, Sayang," ucap David memeluk istrinya itu.


"Aku dan Luna mau keliling desa. Kalau Aisha bangun, tolong hubungi aku. Biar bisa cepat pulang."


"Pergi aja. Mau berapa jam. Aisha itu urusan kakak dan ibu."


"Terima kasih, Kak," ucap Luna.


David memeluk pinggang Luna mengajaknya jalan.


"Dengan motor aja,ya? Nanti kamu capek. Ada motor Kak Imelda. Baru di beli seminggu yang lalu."


"Terserah kamu aja."


David berjalan kembali kerumah, mengambil motor dan mengajak Luna naik. Dengan berjalan perlahan, David membawa Luna keliling desanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2