
Satu bulan telah berlalu, saat ini Luna dan David telah kembali ke Jakarta. Ibu David berjanji akan menyusul saat kehamilan Luna memasuki bulan ke sembilan.
Setiap hari Luna bekerja ditemani David. Luna mengajarkan pada suaminya itu cara kerja perusahaan.
Ternyata David dengan mudah bisa menyerap semua yang diajarkan Luna.
Setiap ada rapat, Luna selalu mengajak David. Rekan kerja Luna banyak yang telah mengenalnya.
Terkadang David dan Luna membawa Aisha juga ke kantor. Karyawan banyak yang suka dan gemas melihat Aisha yang cantik dan pintar.
Luna ingin saat nanti telah melahirkan si kembar, dirinya hanya fokus mnegurus suami dan anaknya saja.
Di desa David, Luna juga telah membuka usaha berupa mini market. Luna bekerja sama dengan suami Mia sebagai distributornya.
Saat ini keuangan Mia telah jauh membaik. Rumahnya telah mulai di renovasi. Luna sengaja bekerja sama dengan Doni untuk membantu keuangan keluarganya sebagai bukti janjinya dulu yang akan menolong Mia tanpa harus bekerja di perusahaan miliknya.
...----------------...
Lima bulan kemudian
Kehamilan Luna telah memasuki bulan kesembilan. Perutnya tampak buncit sekali. David setiap hari selalu saja mengelus perut istrinya. Dia merasa kasihan melihat Luna yang bertubuh kurus harus bawa beban perut yang berisikan dua janin dari benihnya.
Ibunya David telah datang ke Jakarta. Dia akan berada di rumah David hingga Luna bisa dan sanggup menjaga putra dan putrinya yang akan lahir.
__ADS_1
"Makanlah, ibu udah masak sayur asam dan sambel terasi serta ayam goreng, kesukaanmu," ucap Ibu David.
"Aku nggak lapar, Bu," ucap Luna sambil meringis.
"Kenapa? Apa perutmu sakit?" ucap Ibu kuatir.
"Iya, Bu. Sakit banget, seperti saat aku akan melahirkan Aisha," ucap Luna pelan.
"Mungkin kamu emang mau lahiran."
"Tapi menurut perkiraan dokter aku akan lahiran sepuluh hari lagi, Bu;"
"Mungkin saja semua itu. Dokter hanya memperkirakan. Biar Ibu hubungi David, biar kamu di bawa ke dokter."
Ibu menghubungi David dan memintanya pulang. David yang mendapat kabar Luna akan lahiran, langsung meninggalkan kantor.
"Apa kamu akan lahiran, sayang."
"Sepertinya iya," jawab Luna pelan sambil menahan sakit.
"Kita harus ke rumah sakit segera," ucap David. Dia langsung menggendong Luna menuju mobil yang telah siap di depan rumah. Saat diperjalanan ketuban Luna pecah.
"Bu, kaya'nya air ketuban aku pecah nih," ucap Luna. David yang duduk di samping Luna tampak sangat panik.
__ADS_1
"Apa itu bahaya, Bu?" tanya David.
"Jangan terlalu cemas, doakan aja semua lancar. Percepat jalan mobilnya,Pak," ucap Ibu dengan supir.
Sampai di rumah sakit, Luna langsung ditangani dokter dan masuk ruang operasi. David dan Ibu menunggu dengan cemas.
Satu jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi. David langsung berdiri mendekati dokter.
"Bagaimana istri saya, Dok. Anak-anak saya ....?" tanya David masih dengan cemas.
"Alhamdulillah, istri dan anak bapak sehat. Saat ini Istri Bapak sedang ditangani Dokter dan bidan. Sebentar lagi dipindahkan ke ruang rawat inap."
"Terima kasih, Dok."
"Saya permisi dulu. Masih ada pasien yang harus saya tangani."
"Silakan, Dok. Sekali lagi terima kasih," ucap David.
David mendekati ibu dan memeluknya. Dia lega setelah tahu Luna dan bayinya sehat.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung