
Setelah tangisan Luna berhenti, David mengajaknya pulang. Dia tidak mau ada orang yang melihat Luna menangis dan akan menjadi gosip.
"Kita pulang aja, ya? Besok keliling desa lagi, dengan Aisha juga."
Luna hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan David. Wanita itu hanya diam sepanjang perjalanan. David mengelus tangan Luna yang memeluk pinggangnya.
Sampai di rumah tampak Aisha telah bangun dan berganti pakaian. Bocah cilik itu sedang makan disuapi neneknya.
"Selamat pagi, Bu. Aisha udah bangun. Mandi sama siapa tadi, Sayang? Wangi banget," ucap Luna.
"Sarapanlah!" ucap Ibu.
"Sayang, sarapan dulu. Biar Aisha dengan ibu," ajak David.
"Aku nggak lapar. Biar Aisha aku yang suapin lagi, Bu." Luna menggendong Aisha dan meminta makanannya dengan ibu.
Luna membawa Aisha makan di halaman rumah. Duduk di bawah pohon yang rindang.
David menyusul Luna yang sedang menyuapi Aisha. Luna membiarkan anaknya berjalan kesana kemari dengan riang.
"Sayang, aku bawa sarapannya nih. Makan dikit aja. Biar aku terusin yang suapin Aisha."
"Aku belum lapar. Nanti lapar aku bisa ambil sendiri."
David mendekati Luna dan memeluk pinggangnya. Dia tidak peduli jika ada orang di desa yang melihatnya.
"Makanlah, Sayang. Kalau kamu mau marah, maki dan caci aku, tapi kamu harus tetap makan. Jangan menyiksa diri. Aku akan makin merasa bersalah jika kamu sakit."
"Sebentar lagi Habis Aisha makan," lirih Luna.
"Kamu suapin Aisha, aku suapin kamu ya."
"Nggak ah. Nanti ibu lihat pasti akan berpikir lain."
Luna melepaskan pelukan David dan mengejar Aisha yang berjalan makin jauh. Ada seorang ibu mendekati Aisha dan Luna.
__ADS_1
"Kamu istrinya, David?" tanya ibu itu.
"Iya, Bu."
"Ini anaknya David?" tanya ibu itu lagi.
"Iya," jawab Luna. Dia menggendong Aisha agar bocah cilik itu tidak lari lagi.
"Ibu David ada di rumah?"
"Ada, lagi sarapan.Masuk aja, Bu."
"Aku ibunya Mia. Mantan tunangan David. Cepat juga besar anak David. Udah berapa usianya?"
"Satu setengah tahun, Bu."
"Oh, udah gede."
David yang melihat Ibu Mia lama berbincang dengan Luna mendekati mereka.
"Selamat pagi. Anak kamu udah gede. Saat kamu memutuskan pertunangan dengan Mia berarti istrimu telah hamil?"
Luna yang mendengar ucapan ibu Mia, menjadi salah tingkah. Dia jengah jika ada orang bertanya tentang kehamilannya. Bukannya Luna malu, tapi Luna tidak mau Aisha akhirnya terseret. Baginya, Aisha segalanya.
"Maaf, Bu. Aku pamit," ucap Luna.
Begitu Luna masuk ke rumah, Ibu Mia kembali bicara dengan David.
"Kamu kelihatan tambah mapan. Seandainya wanita itu nggak hadir, pasti Mia yang bahagia didampingi kamu."
"Maksud Ibu apa, ya?"
"Mia udah menceritakan semuanya. Awalnya dia nggak mau jujur. Namun, setelah ibu mendesak akhirnya ia berkata jujur, jika kamu memutuskan pertunangan kalian karena wanita itu yang hadir di tengah kalian. Kamu harus memutuskan semua,karena dia telah hamil."
"Ini bukan salah Luna. Dia nggak tau jika aku telah bertunangan. Aku yang salah. Aku yang pertama memcintai Luna."
__ADS_1
"Apa kelebihan Luna dari Mia? Kenapa kamu lebih memilih wanita itu?"
"Karena aku lebih mencintainya. Itu satu-satunya alasan kenapa aku lebih memilih Luna."
"Kamu kerja apa? Tambah tampan dan mapan sekarang. Pulang dengan mobil bagus banget."
"Itu mobil Luna. Aku juga bekerja dengan Luna."
"Oo ... Luna anak orang kaya?"
"Bukan anak orang kaya, tapi semua itu harta dari hasil kerja kerasnya sendiri. Maaf, Bu. Aku mau masuk."
"Oh, ya. Ibu juga mau menemui ibu kamu."
David berjalan masuk ke rumah diikuti ibu Mia di belakangnya.
*
*
*
Bersambung
Mampir juga ke novel teman mama dibawah ini ya.
Hasrat Terlarang Anak Tiri
Mikaila Anastasia harus menelan takdir buruk, karena dia harus berpisah dengan kekasih yang telah tujuh tahun di pacarinya, hubungan mereka bukan sekedar hubungan biasa, karena waktu yang cukup lama yang telah mereka habiskan bersama, mereka sudah sangat saling mencintai bahkan tidak segan melakukan hubungan layaknya suami istri, bahkan telah berjanji akan selalu setia sampai mati.
Namun, ternyata takdir berkata lain, Mika harus menerima perjodohan dari ayahnya yang beliau wasiatkan sebelum beliau meninggal, dia harus menikah dengan pria yang umurnya terpaut cukup jauh darinya, tapi siapa sangka, ternyata pria tersebut adalah ayah dari mantan kekasihnya.
Mampukan Mika menahan hasratnya terhadap mantan kekasihnya yang kini telah menjadi anak tirinya? Dan bisakah Mika tetap setia terhadap suaminya yang telah mencintainya dengan tulus dan penuh dengan kesabaran, sementara dirinya juga harus tinggal serumah dengan mantan kekasihnya tersebut.
__ADS_1