HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Seratus Lima Belas. HTG.


__ADS_3

David mengendarai mobil menuju pasar di desanya dengan kecepatan sedang. Sekitar setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di salah satu toko yang menjual perlengkapan bayi yang cukup besar dan lengkap.


Luna melihat semua barang yang ada di toko. Setelah puas mengamati dan melihat, pilihan Luna akhirnya jatuh pada ayunan. Dia memilih ayunan di lantai.



Selain ayunan Luna membeli kado satu set peralatan mandi dan bedak buat anak Mia. Satu set pakaian juga dia belikan.




David yang melihat Luna membeli banyak hadiah menjadi kaget. Dia mendekati Luna yang masih memilih pakaian buat anak Mia.


"Sayang, apa nggak kebanyakan nih? Kamu beli kayak mau buka toko aja."


"Itu semua dibutuhkan buat bayi. Aku nggak tau Mia masih membutuhkan apa. Mending beli semua."


"Kamu ada aja. Pilih salah satu aja."


"Nggak apa. Itu rezeki anak Mia."

__ADS_1


Luna berjalan ke kasir dan membayar semuanya. Saat David ingin mengeluarkan kartunya, Luna melarang.


"Ini kado dariku. Nggak boleh intip kamu. Aku akan cemburu kalau kamu yang membelinya. Uangmu untuk beli perlengkapan bayi anak kita. Baru aku izinkan. Akan aku kuras habis nantinya," ucap Luna.


"Kamu tuh,selalu aja ada jawaban kalau aku mau bayar. Uangku cukup banyak. Gaji dari kafe aja nggak habis."


"Simpan aja, suatu saat pasti dibutuhkan."


Semua kado yang Luna beli dimasukan bagasi mobil. Luna dan David meninggalkan toko itu menuju toko kue.


Luna membeli 3 kotak donat lumer dan 2 kotak kue brownies. Untuk dibawa pulang ke rumah Ibu David Luna juga membelikan jumlah yang sama. Aisha sangat menyukai donat dan brownies.




"Aku beli buat di rumah juga. Kamu tau'kan Aisha doyan donat dan brownies."


David kembali mengendarai mobilnya dengan pelan. Dia melirik Luna yang duduk dengan santainya.


"Kamu yakin akan ke rumah Mia?" tanya David.

__ADS_1


"Kok masih tanya itu. Apa kamu nggak lihat, aku udah beli banyak kado. Kalau nggak jadi kadonya buat apa?"


"Aku nggak mau dengar ibu Mia menyindir kamu lagi. Jika ada Ibu Mia, kita pulang aja."


"Aku nggak apa. Ibu Mia mengatakan semua itu karena kekecewaannya terhadap kamu terutama aku. Dia berpikir pernikahan Mia dengan kamu, gagal karena kehadiranku."


"Semua itu takdir. Bukan salah siapapun."


"Namanya orang tua. Dia pasti merasakan sakit juga saat Mia harus putus denganmu. Mungkin aku lebih parah lagi saat Aisha di sakiti. Sejak aku hamil lagi, aku baru mengerti. Semua ibu pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya. Walau terkadang yang terbaik bagi orang tua belum tentu baik bagi anaknya."


"Pemikiran kamu makin dewasa. Inilah yng membuat aku jatuh cinta denganmu. Kamu selalu aja berpikir positif. Nggak ada dendam."


"Aku nggak sebaik yang kamu pikirkan, Papi. Apa kamu lupa aku juga pernah marah dan kecewa. Aku juga pernah menyalahkan keadaan. Saat hamil Aisha, itu titik terberat dalam hidupku. Beruntung saat ini Aisha dikelilingi orang-orang yang cinta banget dengannya."


"Kecewa dan marah itu wajar dirasakan sebagai manusia. Kekecewaan adalah perasaan tidak puas yang dirasakan akibat harapan atau ekspektasi yang tak terwujud. Jadi jangan salahkan diri sendiri saat semua harapan tidak berjalan sesuai impianmu."


*


*


*

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2