HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Empat puluh Tujuh. HTG


__ADS_3

Ibu tampak syok mendengar ucapan David. Badannya langsung lemas. Ibu langsung bersandar di sofa.


"Apa benar yang ibu dengar? Ibu pasti salah," gumam ibu, tapi suaranya masih dapat di dengar David dan yang lainnya.


David berdiri dan mendekati ibunya. Ia berlutut dihadapan satu-satunya orang tuanya itu. David menggenggam tangan ibunya. Namun, ibu David menepis tangan anaknya itu


"Maafkan aku, Ibu. Aku telah membuat ibu kecewa."


"Ibu nggak pernah mengajari kamu jadi pria b*reng*sek seperti saat ini. Jelas-jelas Luna itu istri orang tetap saja kamu berhubungan dengannya, sampai hamil," ucap Ibu


Ibu memandangi Luna dengan intens. Luna yang sadar diperhatikan, menundukkan kepalanya tidak berani menatap ibu.


"Luna, aku nggak tau apa yang membuat anakku tertarik denganmu hingga berbuat dosa sejauh ini. Apakah kamu nggak malu melakukan semua ini dengan David? Masih berstatus istri orang tapi melakukan zina dengan pria lain."


Luna hanya diam. Air mata mulai tumpah dipipinya. Sesungguhnya dari dalam hatinya, Luna sadar akan kesalahan yang telah ia lakukan. Namun, semua tidak bisa ia kendalikan. Cinta dan napsu telah membutakan dirinya.


"Ibu, jangan hanya salahkan Luna. Aku juga bersalah," ujar David.


"Kamu emang bersalah. Apakah kamu nggak bisa selesaikan dan putuskan hubunganmu dengan Mia secara baik-baik baru kalian berdua bercinta," ucap ibu dengan emosi.

__ADS_1


"Aku akan selesaikan sekarang, Bu. Aku akan menemui kedua orang tua Mia."


"Nggak perlu, Dav. Biar aku yang katakan sendiri dengan orang tuaku. Cuma satu pertanyaanku, apakah benar anak yang mbak Luna kandung itu anakmu? Bukankah ia masih berstatus istri orang?" ucap Mia.


"Apa maksud pertanyaan kamu ini, Mia? Tentu saja itu darah dagingku. Luna tidak pernah berhubungan lagi dengan suaminya sejak enam bulan lalu."


"Apa kamu yakin? Apakah kamu tinggal serumah dengannya dari awal kalian berhubungan?" tanya Mia lagi.


"Jangan berkata sesuatu lagi, Mia. Aku takut khilaf. Cukup sudah ucapan dan perkataanmu!" ujar David dengan muka merah menahan amarahnya.


"Kenapa kamu marah? Apa yang Mia katakan itu benar. Apakah kamu yakin itu anakmu?" tanya ibu.


"Apakah kamu lebih memilih membela Luna dari ibu kandungmu ini?"


"Ibu, aku nggak pernah mengatakan itu, karena aku nggak akan memilih antara ibu dan Luna."


"Sudahlah, David. Semua yang dikatakan Ibu dan Mia benar. Aku emang wanita nggak benar, menjalin hubungan dengan pria tag telah bertunangan padahal aku masih memiliki suami," lirih Luna.


"Luna, aku mohon. Jangan dengarkan semua ucapan itu."

__ADS_1


David berdiri dari duduknya. Ia menarik tangan Mia agar gadis itu berdiri.


"Aku akan mengantar kamu pulang. Akan aku.katakan semua yang terjadi. Aku akan membatalkan pertunangan kita dengan kedua orang tuamu."


David menarik tangan Mia agar meninggalkan rumahnya. Baru beberapa langkah berjalan, David membalikkan badannya.


"Aku titip Luna, Bu. Aku harap ibu bisa menerima Luna, jika ibu emang menyayangi aku."


"Luna, kamu tunggu sebentar. Aku harus ke rumah Mia. Aku mau menemui kedua orang tuanya."


David kembali menyeret Luna. Ia mengambil sepeda motor butut yang ia miliki. Dengan motor itu ia mengantar Mia.


Awalnya gadis itu tidak mau, tapi David memaksa Mia untuk naik ke motor bersamanya.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2