
David mengucapkan syukur berulang kali. Pria itu selama ini nikah itu menakutkan dan sulit. Ternyata jika dijalankan dengan hati dan niat tulus akan berjalan dengan mudah dan lancar.
Setelah Ijab kabul dinyatakan sah, para tamu yang hadir di kediaman Ustad diminta mencicipi hidangan yang tuan rumah sediakan.
Semua itu atas permintaan David. Ia ingin makan bersama setelah sah menjadi suaminya Luna.
Luna dan David pamit setelah jam menunjukan pukul sepuluh malam. Ustad memberikan nasihat pada Luna dan David sebelum mereka pamit.
David mengendarai mobil dengan tangan kiri yang menggenggam tangan kanan Luna. Aisha telah tidur dan ada di jok belakang dengan kasur khusus buat di mobil.
"Kamu tau, Luna. Aku rasanya nggak percaya jika saat ini kamu telah sah menjadi istriku. Akhirnya impianku untuk hidup bersama orang yang aku cintai terwujud."
David mengecup tangan Luna yang digenggamnya.
"Terkadang rencana Tuhan itu nggak pernah kita duga. Aku yang sedang berputus asa karena ekonomi hingga menjadi gigolo, ternyata Tuhan maha baik, ia mempertemukan aku dengan bidadari seperti kamu. Aku nggak tau jika bukan kamu yang menjadi pelanggan pertamaku. Mungkin saat ini aku masih bekerja seperti itu."
"Tuhan memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan."
"Ini yang paling aku suka dari kamu, Luna. Kamu itu sangat dewasa, aku banyak belajar dari kamu."
"Saat ini kamu juga bertambah dewasa."
"Harus, aku udah jadi bapak saat ini. Aku harus dewasa dan bertanggung jawab. Agar istri dan anakku bangga memiliki Papi yang tidak hanya mengandalkan wajah tampan doang."
__ADS_1
"Tetap aja narsis. Ganteng tetap aja di bawa."
"Emang aku ganteng'kan?"
"Ganteng-ganteng doyannya sama istri orang," ujar Luna sambil memanyunkan bibirnya.
"Istri orang seperti kamu emang pantas di cintai. Aku nggak pernah menyesal menjadi pebinor. Suami kamu aja yang bodoh, melepaskan berlian demi sebongkah batu. Tentu saja aku langsung mengambil berlian yang disiakan. Akan aku jaga baik-baik, agar berliannya tambah indah."
"David ...." Hanya itu yang keluar dari mulut Luna. Ia merasa menjadi wanita paling cantik karena dicintai pria setampan David.
David dan Luna sampai di apartemen sekitar pukul sebelas. David menggendong Aisha yang masih tertidur.
David menidurkan Aisha ke kasur dengan perlahan. Ia takut putrinya kebangun. Luna langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri.
Saat keluar dari kamar mandi, Luna melihat David yang tertidur dengan memeluk putrinya.
Aku tau, awal pertemuan kita salah. Kita dipertemukan dan jatuh cinta dengan cara yang salah juga. Kita melakukan dosa.
Namun, dari semua kesalahan yang kita lakukan, kehadiran Aisha adalah kesalahan yang aku syukuri.
Aisha bukti cinta kita, walau semua berawal dari salah jalan. Semoga Aisha tidak melakukan kesalahan yang sama yang pernah kita lakukan.
David membuka matanya. Ia melihat Luna yang sedang melamun sambil memperhatikan wajah Aisha. David bangun dan memeluk Luna.
"Sayang, wangi banget." David mengecup kedua pipi Luna.
__ADS_1
"Jerry udah nggak sabar pengin masuk kandangnya. Kita main kuda-kudaan ya? Mumpung Aisha udah terlelap."
David memeluk pinggang Luna dan menariknya hingga Luna jatuh ke dalam dekapan dada pria itu.
*
*
*
Bersambung
Pasti nggak sabar'kan menanti malam pertama Luna dan David setelah menikah. Nantikan terus kelanjutan novel ini. Lope-lope sekebon buat semuanya.
Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama dibawa ini.
Judul : Ibu Izinkan Aku Bahagia
Napen : Sutihat Basti Wibowo
Blurb :
Ditinggalkan oleh sang ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka, yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang ayah menorehkan pilu dalam dada sang ibu.
Di tengah deruan rasa rindunya pada sang ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang ayah telah menceraikan ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang ibu tak berdaya. Di sisi lain, sang ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.
__ADS_1
Akankah kerinduan Shaka pada sang ayah berakhir dengan sebuah pertemuan?