
David memasuki gedung perusahaan Luna dengan perasaan tidak menentu. Tampak David sangat gugup sekali.
Sudah dua tahun David tidak menginjakkan kakinya di perusahaan Luna. Terakhir saat ia bertengkar dengan Alex suami Luna.
David memohon dan mendesaki Candra untuk mengatakan keberadaan Luna. Akhirnya Candra luluh, dan mengabari jika hari ini Luna ada di perusahaan miliknya.
Awalnya David tidak diizinkan ke lantai atas karena sedang ada rapat. Namun, David kembali memohon dan mengatakan jika ia adalah teman dekat Luna.
Resepsionis saat ini, karyawan yang baru bekerja satu tahun. Sehingga tidak mengenal David. Setelah David memperlihatkan foto berdua dengan Luna, barulah David diizinkan.
Saat David baru menginjak lantai lima tepat di depan ruang rapat, ia melihat seorang putri kecil yang berlari.
Hati David tertegun melihat bocah cilik itu berlari sambil tersenyum menuju kearahnya. Ia hampir terjatuh, untung David cepat menangkap.
"Aisha, jangan lari. Nanti jatuh, Sayang," ucap seorang wanita.
David sangat mengenal suara wanita itu. Ia mendongakan kepala memandangi asal suara. David dan wanita itu tertegun dan terdiam. Saling pandang tanpa suara.
"Om ... Om," ucap bocah cilik yang tak lain adalah Aisha anaknya Luna dan David.
David memandangi wajah Aisha. Ia berdiri dan menggendong Aisha.
"Mi, Mi ...,"panggil Aisha, yang ditujukan kepada Luna.
"Sayang, Mami udah sering ngomong. Jangan lari-lari. Kalau Aisha jatuh gimana?" ucap Luna pelan.
David masih bengong memandangi Luna tanpa sepatah kata pun keluar dari bibirnya.
__ADS_1
"David ... apa kabar," ucap Luna akhirnya.
"Luna ...." Hanya itu yang keluar dari mulut David. Ia masih tidak percaya dengan penglihatannya.
"Sini, Aisha. Terima kasih telah menolong," ucap Luna lagi.
"Aisha, anakku?" tanya David.
Luna terdiam, tidak menjawab pertanyaan David. Ia maju dan ingin mengambil Aisha dari gendongannya David.
David mundur, menjauhi Aisha dari jangkauan Luna.
"Aisha, anakku? tanya David lagi.
"Aisha anakku," ujar Luna.
Luna kembali terdiam, ia tidak bisa mengatakan apa pun. David menggendong Aisha erat, dan berjalan menjauh meninggalkan Luna. Luna yang tersadar dari lumunannya mengejar David.
"David, jangan bawa Aisha," teriak Luna.
Arash yang baru keluar dari ruang rapat media mendengar teriakan Luna mendekatinya. Ia melihat David yang berjalan menjauh dengan Aisha di gendongannya.
Arash berlari mengejar David, ia menarik lengan David hingga langkahnya terhenti.
"Kamu siapa? Kenapa membawa kabur Aisha?" tanya Arash.
David memandangi wajah Arash dengan tatapan tidak suka. Luna yang berlari di belakang Arash menghampiri mereka.
__ADS_1
"Aisha anakku. Kenapa?" tanya David pada Arash.
Pria itu terdiam mendengar ucapan David. Ia melepaskan genggaman tangannya di lengan David.
"Apakah benar apa yang dikatakan pria ini, Luna?" tanya Arash.
Luna menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Arash. Pria itu menjauhi David.
"Maaf, aku nggak tau jika kamu bapaknya Aisha," ucap Arash.
"Arash, aku harus bicara dengan David. Maaf jika makan siang kali ini aku nggak ikut. Kamu bisa pergi dengan rekan kerja lainnya," ucap Luna.
"Baiklah. Aku pamit." Arash berjalan meninggalkan David, Luna dan Aisha.
Arash bergabung dengan rekan kerja lainnya. Rencana awal, mereka akan makan siang bersama.
"Kita bicara di kafe depan saja. Aisha biar denganku," ucap Luna.
"Aku aja yang menggendongnya."
David berjalan diikuti Luna dibelakangnya. Luna heran melihat Aisha yang langsung akrab dengan David. Biasanya Aisha tidak akan mudah dekat dengan orang asing. Apakah ini yang dinamakan ikatan batin?
*
*
*
__ADS_1
Bersambung