HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Empat puluh Enam. HTG


__ADS_3

David memarkirkan mobil Luna di bawah pohon samping rumahnya. Ia menggandeng tangan Luna menuju pintu rumah.


David langsung masuk melihat pintu rumah yang terbuka. Tampak Mia yang sedang makan bersama ibu David.


"Selamat siang, Bu." David dan Luna mengatakan dengan serempak.


"Selamat siang," balas ibu David.


"Bu, kenalkan ini Luna."


Luna mengulurkan tangannya, dan lalu disambut ibu. Luna mencium telapak tangan ibu David.


"Duduklah! Kenapa hanya berdiri?" ucap Ibu.


"Terima kasih, Bu."


Luna dan David duduk bersebelahan di kursi yang ada dihadapan ibunya.


"Maaf, Bu. Aku harus pulang dulu," ujar Mia. Ia berdiri dari duduknya.


"Kenapa kamu harus pergi? Ini kebetulan ada David. Kita bicarakan lagi tentang hubungan kamu dan David."


"Nggak ada yang perlu dibicarakan lagi, Bu. Aku dan David udah nggak ada hubungan apa-apa lagi."


"Ibu benar, Mia. Sebaiknya kamu jangan pulang. Masih ada yang perlu kita bicarakan."


"Aku rasa semua sudah jelas, Dav. Kamu ingin mengakhiri hubungan kita,bukan? Aku sudah tau dan mengerti. Jadi apa lagi yang perlu diomongkan."


"Kamu pulang denganku nanti. Aku harus bicara dengan kedua orang tuamu."


"Biar aku yang mengatakan pada orang tuaku. Nggak perlu kamu."

__ADS_1


"Apa ini? Bicara apa?" tanya ibu. Ia memandangi Luna, David dan Mia bergantian.


David berdiri dan menarik pelan tangan Mia, memintanya duduk kembali. Setelah itu David duduk lagi disebelah Luna.


"Bu, ini Luna. Wanita yang aku cintai," ucap David.


Tampak ibu kaget mendengar ucapan David. Ibu menarik napas dalam-dalam.


"Apa maksud semua ini, David?"


"Luna ini wanita yang aku cintai. Aku ingin memutuskan pertunangan dengan Mia karena ingin menikahi Luna secepatnya."


"Apa omongan Ibu nggak kamu pahami. Ibu hanya mau Mia yang menjadi menantu ibu!" ucap Ibu sedikit emosi.


"Sejak kapan kamu dan David menjalin hubungan?" tanya Ibu dengan Luna. Ibu memandangi Luna dengan intens.Tampak sekali jika ibu tidak menyukai wanita itu.


"Sudah lebih dari tiga bukan, Bu," jawab Luna pelan. Ia menunduk tidak berani memandangi wajah ibu yang tampak memerah karena menahan amarah.


Ibu makin kaget saat Mia bicara dengan Luna. Ia memandangi keduanya saling bergantian.


"Kamu kenal dengan Luna?" tanya Ibu.


"David yang mengenalkan denganku. Namun, David mengaku jika Luna adalah bos tempatnya bekerja."


"Jelaskan ini, David. Apa maksud semua ini?"


"Luna memang bos tempat aku kerja. Aku mengenal dan mulai dekat dengan Luna dari tiga bulan lalu."


"Kenapa kamu nggak jujur dari awal jika kamu memiliki hubungan dengan Mbak Luna?"


Air mata mulai jatuh di pipi Mia. Tampak ia mulai terisak menahan tangisnya. Luna hanya bisa menundukkan kepalanya. Luna sadar jika ia salah. Ia sebagai orang ketiga yang merusak hubungan Mia dan David.

__ADS_1


"Sekarang aku tanya sama Mbak Luna. Bagaimana mungkin mbak bisa menjalin hubungan dengan David, sedangkan Mbak masih berstatus istri orang? David mengatakan jika Mbak Luna dan suami masih dalam proses perceraian," ucap Mia terbata sambil menahan tangisnya.


"Bagaimana pula perasaan Mbak jika berada di posisi aku? Kami telah lama menjalin hubungan dan bertunangan. Berencana akan menikah, semuanya gagal karena kehadiran, Mbak."


Luna masih diam tidak bisa menjawab pertanyaan Mia. Wanita itu nggak tau harus menjawab apa.


"Bukankah Mbak sakit hati saat tau suami berselingkuh. Kanapa melakukan hal yang sama dengan selingkuhan suami,Mbak. Apa bedanya dengan selingkuhan suami Mbak?" ucap Mia dengan suara mulai tinggi.


David tampak terbawa emosi saat Mia berkata dengan suara keras pada Luna. Ia berdiri dari duduknya. Luna menahan dan meminta David kembali duduk.


"Awal aku kenalan dengan David, aku nggak tau jika ia telah bertunangan."


"Omong kosong. Aku nggak percaya!" teriak Mia.


"Mia, jangan berteriak. Apa kamu nggak bisa bicara baik-baik saja," ucap David.


"Kenapa Mia yang kamu salahkan. Mia berkata benar. Wanita macam apa yang menjalin hubungan saat perceraian belum diketuk palu? Apa lagi menjalin hubungan dengan tunangan orang?" ucap Ibu David.


"Bu, semua ini salahku. Yang jatuh cinta pertama kali adalah aku. Aku harap ibu bisa menerima Luna,karena ada bayiku di rahimnya saat ini," ucap David.


"Bayi ...? Dalam rahim Luna?" tanya ibu.


Ibu tampak syok mendengar ucapan David. Badannya langsung lemas. Ibu langsung bersandar di sofa.


*


*


*


Bersambung.

__ADS_1


Apa yang akan ibu David lakukan? Jangan lupa nantikan terus kelanjutannya. Terima kasih.


__ADS_2