HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Searatus Sembilan. HTG.


__ADS_3

Mendengar ucapan Alex, David menjadi naik darah. Dia berdiri dan menarik kerah baju Alex. Memberikan bogem mentah ke wajah mantan suami Luna itu.


Alex yang tidak siap dengan serangan David menjadi kaget dan terhoyong. David berjalan ingin mendekati Alex. Namun Luna menahan, dengan memeluk suaminya itu.


"Udah, aku mohon. Aku nggak mau jadi masalah," ucap Luna memeluk erat tubuh David.


David melepaskan kepalan tangannya dan memeluk Luna. Dia tahu, pastilah saat ini Luna sangat ketakutan. Istrinya pernah mengatakan jika dia takut David diperkarakan saat dulu dia menghajar Alex.


"Keluar ..! jangan sampai kesabaranku habis!" ucap David masih emosi. Luna yang berada dalam pelukannya menangis.


"Dasar bocah, pasti sekarang kamu senang karena dapat menguasai Luna dan hartanya. Aku berdoa semoga Luna menyadari, jika dirinya saat ini hanya sedang dimanfaatkan."


David geram mendengar ucapan Alex, dia ingin maju, tapi kembali di tahan Luna. Setelah Luna merasa David mulai tenang. Dia membalikkan badannya melepaskan pelukannya.


"Dengar Alex. Aku tau dan dapat merasakan perbedaan antara kamu dan David. Aku bisa merasakan ketulusannya. Aku percaya David nggak akan manfaatkan aku. Jadi jangan samakan David denganmu. Apa yang kamu tuduhkan pada David, semua itu sifatmu. Aku mohon sekarang, kamu pergilah!"


"Kamu mengusir aku. Padahal aku hanya mengingatkan kamu. Aku baru tau jika kafe ini milikmu. Saat ini kamu serahkan pada bocah ini. Apa kamu yakin dia akan mengurusnya dengan baik? Nggak akan memanfaatkan uangnya."

__ADS_1


"Jaga mulutmu, Alex. Jika mulutmu masih belum bisa kamu jaga, akan aku pecahkan. Aku nggak takut denganmu, tapi aku hanya nggak mau mencari perkara. Istriku sedang hamil. Berterima kasihlah pada Luna, karena dia melarangku menghajar dirimu."


"Kenapa emangnya kalau kafe ini milikku dan aku beri buat David. Apa kamu lupa, jika usahamu saat ini juga pemberian dariku. Sebelum kamu bicara, coba berpikir dulu. Aku juga nggak memberikan David percuma. Aku percayakan dia mengelola dan terbukti dua berhasil mengembangkannya."


"Kamu sembunyikan kafe ini dariku takut aku poroti kamu. Namun kamu serahkan dengan David, apa kamu yakin selama ini mengelola dengan jujur. Bisa saja sebagian penghasilan di ambil dan diberikan ke keluarganya."


Mendengar ucapan Alex, David nggak bisa menahan lagi. Dia maju dan menghajar Alex. Namun, kali ini Alex telah persiapkan dirinya. Dia menangkis serangan dari David. Baku hantam tidak dapat dielakkan. Mereka berdua saling menghajar.


Luna berteriak minta tolong. Dia memanggil dua orang karyawan melerai pertengkaran antara David dan Alex. Tampak memar di kedua wajah mereka. Namun, Alex yang lebih parah.


"Akan aku pastikan pria yang kau panggil suami itu masuk penjara. Dia yang pertama menghajarku," ucap Alex.


"Aku juga akan membuatmu mendekam kan dipenjara dengan bukti penggelapan uang perusahaan. Apa kamu lupa aku memiliki bukti kamu memindahkan uang perusahaan ke rekening pribadimu," teriak Luna.


Setelah berteriak Luna sedikit meringis, memegang perutnya. David yang memperhatikan itu jadi kuatir.


"Sayang, kamu kenapa?" ucap David dan membawa Luna duduk di sofa yang ada diruangan itu.

__ADS_1


Setelah mengajak Luna duduk di sofa, David kembali mendekati Alex yang masih dipegang kedua karyawannya.


"Keluarlah. Saat ini rasanya aku ingin membunuh seseorang. Jika terjadi sesuatu dengan bayi dalam kandungan Luna, aku nggak akan memaafkan kamu," ucap David.


"Seret pria itu keluar!" ucap David. Setelah itu David kembali mendekati Luna yang duduk di sofa.


*


*


*


Bersambung


Mampir juga ya ke karya teman mama dibawa ini.


__ADS_1


__ADS_2