
Alex dan David akhirnya sepakat bicara di dalam ruang kerjanya. Alex masuk dengan langkah yang dipaksakan.
Alex duduk dihadapan Luna dan David. Dia tampak gugup.
"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan Luna, katakan sekarang."
"Pertama, aku datang mengantar undangan pernikahan adikku," ucap Alex menyodorkan undangan kehadapan David dan Luna.
Luna mengambil undangan dan membukanya. Tertera nama Arandiah adiknya Alex.
"Aran, sangat mengharapkan kehadiran kamu,Luna," ucap Alex.
"Akan aku usahakan hadir. Kamu bisa temani aku, nggak?" tanya Luna dengan David.
"Pasti,akan aku temani,"ucap David.
"Selain mengantar undangan pastilah ada tujuan lain kamu datang,"
"Aku datang mencari kamu, karena membutuhkan bantuanmu."
"Bantuan apa?" tanya Luna.
David yang duduk di sebelah Luna, hanya diam saja. Dia hanya ingin menjadi pendengar yang baik. Jika dirasakan akan mengancam Luna,barulah dia turun tangan.
"Saat ini usahaku mengalami krisis. Pasti kamu udah mendengar dari rekan bisnismu yang mencabut investasinya ." Alex menghentikan ucapannya.
"Terus kamu ingin aku membantu?"
"Ya ...."
"Bantuan apa yang kamu inginkan?" tanya Luna lagi.
__ADS_1
"Aku ingin kamu membujuk para rekan bisnismu untuk kembali menanamkan modal diusahaku lagi."
"Aku nggak ada wewenang bujuk mereka. Apa kamu pikir, saat mereka menarik investasinya atas permintaan aku. Itu semua pilihan mereka."
"Jika kamu emang nggak bisa membujuk mereka kembali, aku ingin kamu membantuku dengan menanamkan modal di usahaku."
"Apa aku nggak salah dengar?" tanya Luna.
"Tolong aku, Luna. Aku masih banyak tanggungan. Kamu tau itu. Keluarga seluruhnya tanggunganku."
"Aku nggak harus bertanggung atas nasib keluargamu."
"Apa kamu lupa jika keluargaku pernah menjadi bagian darimu."
Luna memandangi Alex dengan tajam. Kenapa mantan suaminya berkata begitu. Sa. dia lupa perlakuan buruk keluarganya.
"Sebagai orang yang pernah menjadi bagian dari keluargaku, apakah nggak ada rasa empati kamu sedikitpun dengan kehidupan keluargaku."
"Apa kamu lupa bagaimana sikap keluargamu denganku?" tanya Luna.
"Jangan pura-pura lupa, Alex. Mana sikap keluargamu yang baik. Jika membutuhkan uang baru datang. Itupun jika nggak aku beri sesuai yang diminta pasti pulang dengan ngedumel"
"Jangan ungkit yang lama, Luna. Jika kamu marah atas sikap adik-adikku, aku minta maaf. Mereka masih kecil, seharusnya sebagai kakak, kamu bisa memahami."
"Anak-anak. Usia adik-adikmu nggak jauh beda denganku. Yang paling bontot Aran aja usianya di atas David setahun. Aku nggak pernah melihat sikap David nggak sopan seperti adikmu. Mungkin cuma Aran yang sedikit baik sikapnya."
"Udahlah, Luna. Jangan membandingkan David dengan adik-adikku. David jelas bersikap baik denganmu karena dia mengharapkan kamu."
Mendengar Alex menyinggungnya, David tidak bisa terima.
"Maaf Tuan Alex, dari tadi aku diam. Aku nggak mau ikut campur urusanmu. Aku mendampingi Luna hanya sebagai suaminya. Untuk melindungi dirinya dari bahaya yang mungkin ada. Jadi jangan bawa namaku."
__ADS_1
"Kenapa kamu marah denganku, Luna yang bawa nama kamu pertama kali." Alex memandangi Luna lagi.
"Jadi apa jawabanmu, Luna. Mau kamu membantuku dengan menanamkan modal di usahaku."
Luna memandangi David sebelum menjawab.
"Aku nggak bisa. Antara kita nggak ada hubungan lagi. Kamu bisa cari orang lain sebagai investor."
"Kenapa? Aku nggak meminta uangmu. Bukankah nanti aku juga akan memberikan keuntungan denganmu. Apakah semua hartamu udah atas nama pria ini?" Alex menunjuk ke arah David.
"Jangan membawa namaku, Alex," ucap David mulai terbawa emosi.
"Kenapa kamu jadi mengaitkan dengan David?" tanya Luna.
"Aku tau uangmu banyak, Luna. Dengan menjadi investor dalam usahaku nggak akan membuat kamu bangkrut. Aku akan memberikan keuntungannya."
"Aku nggak bisa. Aku nggak mau lagi berhubungan denganmu."
Alex berdiri dari duduknya dan memandangi wajah Luna dan David dengan mata merah menahan amarah.
"Aku ingatkan kamu, Luna. Pria ini, yang kamu sebut suamimu, suatu saat pasti akan membuat seluruh hartamu habis. Dia menikahimu hanya karena kamu kaya. Aku tau, saat ini pastilah seluruh hartamu telah dikuasainya. Sehingga kamu nggak bisa membantuku," ucap Alex.
Mendengar ucapan Alex, David menjadi naik darah. Dia berdiri dan menarik kerah baju Alex. Memberikan bogem mentah ke wajah mantan suami Luna itu.
*
*
*
Bersambung
__ADS_1
Selamat Pagi Semuanya. Mama bawa rekomendasi novel kali ini. Jangan lupa mampir ya.