HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO
Bab Enam puluh Enam. HTG


__ADS_3

David menggendong putri cantiknya. Luna masih berhias untuk pernikahannya. Walau hanya menikah siri, Luna ingin terlihat cantik. Ia tidak mau terlihat tua, biar David bangga.


Luna keluar dari kamarnya setelah satu jam. David tampak kaget melihat penampilan Luna yang sangat cantik. Tidak akan ada yang mengira jika usia Luna saat ini telah memasuki kepala tiga. Wajahnya masih sangat cantik dan imut.



"Kamu cantik banget, Sayang. Jika bukan untuk pernikahan kita, nggak akan aku biarkan kamu dandan begini. Aku nggak mau pria lain kagum memandangi wajahmu," ucap David. Ia mendekati Luna dan memeluknya.


"Aku dandan agar bisa seimbangi kamu."


"Maksudnya kamu?"


"Kamu yang tambah ganteng. Masih muda. Nanti kalau lihat wanita lain yang lebih cantik, aku takut kamu berpaling," ucap Luna pelan.



"Jika aku mau berpaling darimu, sudah lama aku lakukan saat kamu nggak disampingku. Dua tahun aku setia menanti kamu, apakah itu belum cukup untuk membuktikan jika aku sangat mencintai kamu."


"Cukup, tapi sebagai wanita yang usianya jauh diatas kamu tentu saja aku ada kepastian kamu akan berpaling."


"Nggak ada wanita yang melebihi kecantikan kamu dimataku. Ini bukan hanya tentang wajah, tapi kepribadian. Kamu memilik sifat dan pribadi yang baik, yang belum tentu dimiliki wanita cantik lainnya. Sifatmu itu jauh lebih cantik dari wajahmu ini." David memeluk Luna dan Aisha yang ada digendongannya.


"Jika kecantikan wajah bisa memudar, tapi sikap dan sifat tidak akan. Aku pasti akan tetap dan terus mencintai kamu selama kamu nggak berubah."


"Kamu membuat aku nangis. Nanti riasanku luntur," ucap Luna.

__ADS_1


"Kamu tetap cantik walau tanpa riasan."


"Kamu gombal aja terus."


"Bukan gombal, Sayang. Bagiku kamu emang cantik walau tanpa riasan."


"Jadi nggak nih nikahnya?" tanya Luna.


"Jadi dong Sayang. Mari kita berangkat. Jika gagal nikah malam ini, aku kuatir jerry udah nggak tahan untuk mencari sarangnya. Bisa-bisa ngamuk," bisik David.


"David ... mesum aja terus pikirannya."


"Efek dua tahun jerry nggak disentuh."


Luna mencubit lengan David, geram melihat pria itu yang semakin mesum.


"Marah nih bidadari Papi. Masa papi-nya si cubit."


"Papi Aisha mesum banget. Omes," ucap Luna sambil tersenyum.


Luna dan David meninggalkan apartemen dengan perasaan bahagia. Akhirnya mereka akan menikah. Setelah berpisah dua tahun lamanya. Itu bukan waktu yang singkat.


Selama dua tahun cinta Luna dan David di uji. Mereka berhasil membuktikan jika cintanya kuat. Tidak ada yang dapat menggoyahkan. Perasaan dan hati mereka tetap terjaga dari cinta yang lain.


Di rumah kediaman ustad yang akan menikahkan mereka, tampak telah berkumpul saksi dan beberapa santrinya sebagai saksi pernikahan antara Luna dan David.

__ADS_1


Saksi buat pernikahan hanya dibutuhkan dua orang. Namun, Ustad itu sengaja menghadirkan saksi lain, agar lebih mantap.


David diminta duduk dan diberi nasihat perkawinan sebelum Ijab kabul dilakukan.


Saat ini tangan David dan Ustad telah berjabatan. Ijab kabul akan di mulai.


"Orlando David Saputra," ucap ustad.


"Saya, Pak," jawab David.


"Saya nikahkan engkau dengan Stefani Luna Olivia binti Syahrul dengan mas kawin seperangkat perhiasan dibayar, Tunai."


"Saya terima nikahnya Stefani Luna Olivia binti Syahrul dengan mas kawin seperangkat perhiasan dibayar Tunai."


"Bagaimana saksi?" tanya Ustad.


"Sahhh ...." jawab saksi serempak.


David langsung mengucapkan syukur dengan senyuman semringahnya.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2