Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 01 - Malapetaka


__ADS_3


⋅•⋅⊰∙∘☽༓☾∘∙⊱⋅•⋅


"Arrhh..."


Terdengar suara lenguhan seorang wanita muda yang baru saja terbangun dari tidur malamnya yang terasa aneh di sebuah kamar besar milik si tuan kaya raya. Dia mencoba bangkit dan duduk, kedua netranya mengedarkan pandangan di sebuah kamar besar yang terasa asing dibenaknya.


“Bukankah semalam Zayn mengajakku keluar?” batin Fay menyelidik.


Mata gadis itu terbelalak saat dia merasakan bahwa tubuhnya dalam keadaan polos tanpa balutan benang satu helai pun. Dia terbelalak dan membuka memeriksa ke dalam selimut yang membungkus tubuhnya saat ini.


"AAAAAAAAAAA!"


Fay memekik ketakutan luar biasa, tanpa aba-aba dia menangis tersedu menutup wajah dengan kedua tangannya. Dia mengira bahwa semalam Zayn yang merupakan mantan kekasihnya berbuat jahat padanya.


"Kau sudah bangun Nona?!"


Fay menghentikan isak tangisnya segera, mendongakkan wajah ke arah asal suara yang dia yakini berada di depan dirinya. Suara barusan terasa berat dan seksi di indra pendengaran Fay membuat tubuhnya merinding seketika.


"Siapa anda?" tanya Fay dengan wajah polos yang masih terpancar kecantikannya walau dia baru bangun tidur dan telah dihiasi air mata sedari tadi.


'Eh… Tunggu!' batin Fay menyadari sesuatu.


Sekelebat ingatan apa yang terjadi pada dirinya semalam tengah di refleksikan kembali di dalam kepalanya. Mata Fay membulat sempurna dengan tubuh yang masih terpaku di tempatnya. Sepertinya dia mengenal suara si pria, dia tidak begitu ingat namun saat dia mabuk dia sempat mendengar dan melihat wajah si pria sekilas, Fay mengatupkan bibirnya cemas.


Dia menatap pintu keluar di samping tepat dimana pria itu tengah duduk. Fay berencana untuk melarikan diri saja saat ini. Dia tidak ada urusan sama sekali dengan pria asing itu. Bahkan saat ini dia mengabaikan pertanyaan sebelumnya yang menyadarkannya. Fay membungkus tubuhnya dengan selimut tipis, tanpa kata apapun mencoba melewati si pria.


"Mau kemana kamu HAH?!" bentak pria itu serak.


"M-maaf Tuan, sepertinya saya salah kamar!" jawab Fay gagap menghentikan langkah kakinya di depan si pria yang sudah bangkit dan menghalangi Fay.


Fay menelan salivanya berat, sejujurnya dia tidak berani melihat rupa si pria dengan suara berat itu. Sekilas Fay sempat mencuri pandang pada pria dengan postur tubuh yang nyaris sempurna dengan paras yang begitu rupawan.


"Oh ya? Memangnya kamu pikir kamu harusnya di kamar siapa?"


Suara yang berat dan dingin itu terus menusuk indra pendengaran Fay, dan seolah menjejal kerongkongan yang semakin membuatnya menelan saliva serat. Hanya satu tarikan saja tubuhnya terhempas di dada bidang si pria.


Wanita itu menatap jelas ukiran wajah rupawan tuan di hadapannya belum lagi aroma yang menusuk hidung yang membuat ia ingin menggelayut manja disisinya.

__ADS_1


"Apa sudah puas menikmati wajahku HAH?!" ejek si pria masih terasa begitu dingin.


Fay menundukan wajahnya, ingin rasanya merutuk langsung di hadapan si pria.


"Mulai saat ini kamu adalah wanitaku!" tukas si pria datar. "Kamu tidak di ijinkan kabur!" sambungnya dengan tatapan tajam mengunci pergerakan tubuh Fay yang masih berusaha berontak.


“Hah?!” Fay membuka mulutnya lebar. “Bagaimana bisa aku tiba-tiba jadi wanita anda? Kenal saja tidak!” rutuk Fay menghardik.


Si pria tampan itu mengulas senyum culasnya, dia melepaskan Fay dan kembali duduk di tempatnya.


“Apa kamu tidak ingat semalam kita melakukan apa?” tanya si pria terus melakukan trik tarik ulur seperti ini.


Fay kembali ingin mengumpat tentu saja dia tidak ingat sepenuhnya. ‘Gua di bikin mabuk sama Si Brengsek Zayn mana gue─’


Tiba-tiba saja Fay mempunyai ide, dia berharap pria di hadapannya bisa melepaskannya jika dia tahu Fay sudah memiliki pasangan.


“Aku hanya ingat, aku kemari dengan pacarku dan kami─” Fay menghentikan kalimatnya dan merasa kesulitan untuk mengucapkan kata terlarang yang tabu serta berbau dewasa itu.


“HAH?!” Si pria justru terkekeh dengan penuturan Fay, seolah sudah mengira bahwa Fay tengah membual.


“Coba aku tebak, apa pacarmu itu bernama Zayn Alexander?” tukas si pria duduk bersandar dengan penuh kharisma membuat Fay tidak berkedip dibuatnya.


“Eh… Oh… Dari mana anda tahu nama pacarku?” sahut Fay gagap.


JEDEEEEEER


Rasanya bagai di sambar petir di siang terik, walau Fay sendiri tidak tahu seperti apa rasanya. Mungkin seperti ia saat ini. Hatinya seperti di remas kencang hingga dadanya terasa sesak saat mendengar apa yang di ucapkan pria dingin barusan.


"K-kau berbohong," lirih Fay mulai berkaca-kaca.


“Apa kamu sendiri tidak merasakannya? Apa perlu aku putar kembali video panas kita Cutie...”


Meledak rasanya jantung Fay saat ini, kalimat barusan terasa menjijikkan di pendengarannya. Bagaimana bisa pria dingin itu tidak merasa iba sama sekali dengan kondisinya saat ini? Runtuh sudah pertahanan Fay, dia menjatuhkan air matanya berikut tubuhnya yang luruh di lantai. Gadis itu terisak pilu di hadapan tuan angkuh yang dingin. Tak sedikitpun niatan tuan itu melepaskan Fay, justru pria itu tengah merencanakan mengikat Fay di sisinya.


‘Aku tidak pernah menyangka aku bisa tertarik pada seorang wanita!’ batin si pria membiarkan Fay menangisi hidupnya yang seolah berakhir saat ini juga.


Fay begitu menyesal memenuhi panggilan mantan kekasihnya itu, dia pikir Zayn tidak mungkin berniat jahat bahkan sampai hati pria yang sudah mengisi hatinya selama dua tahun terakhir tega menjualnya pada tuan kaya yang terkenal dingin dan angkuh bahkan tak jarang orang yang mengenalnya merasa pria itu adalah pria paling kejam di dunia bisnis Negara XY.


“Kamu sungguh membuang waktuku yang berharga Nona!” Si pria bangkit dari kursinya dan mengambil dokumen yang dari pagi tadi sudah disiapkan oleh asisten khusus di atas meja di hadapannya.

__ADS_1


Bruuukkk!


“Tanda tangani itu!” titah si pria arogan melempar dokumen ke hadapan Fay dengan kasar.


“Apa ini?” tanya Fay mengambil beberapa lembar kertas seperti berisi surat pernyataan dengan wajah kebingungannya.


“Itu adalah surat kontrak pekerjaanmu.” serunya mengangkat sudut bibir. “Karena kamu adalah alat pertukaran bisnis, hal yang wajar jika aku mengeluarkan surat perjanjian kerja sama.”


Ternyata nasib sialnya belum selesai sampai disana, Fay harus kembali menelan pil pahit saat ini dia sudah resmi menjadi budak si tuan dingin.


“Aku membelimu sangat mahal, mulai saat ini kamu budakku. Patuhi segala perintahku dan jauhi segala larangan yang sudah tertuang dalam poin di surat itu!” terang tuan dingin menjelaskan.


Bergetar sudah tubuh Fay mendengarnya, apa dia bisa lepas begitu saja dari tuan dingin itu?


“Bagaimana jika aku bisa membayarnya? Apa kamu akan melepaskanku?” tanya Fay berusaha melobi.


“Bagaimana caranya hm? Apa kamu mau mengembalikan sejumlah uang yang sudah di ambil kekasihmu berikut bunganya?” gertak si tuan dingin mengangkat dagu Fay membuat gadis itu semakin deras terisak.


“Kalau begitu bolehkah saya meminta syarat lainnya dari pihakku? Tidak mungkin saya tidak mendapatkan kompensasi dan pembayaran bukan?” Fay berusaha tidak mau kalah.


“Heh, apa yang kamu inginkan? Selama itu dalam batas wajar aku akan penuhi.”


“Aku ingin membalas dendam dan juga─“


Si tuan dingin menyeringai atas permintaan gadis kecilnya. “Deal!”


Keduanya melakukan kesepakatan dengan saling berjabat tangan, kemudian tuan dingin itu pergi meninggalkan Fay. Dia berkata akan ada orang yang datang memberikan arahan setelah dia selesai membersihkan dirinya.


Fay hanya bisa pasrah dan berdamai dengan keadaannya saat ini, setidaknya dia sudah mengantungi beberapa perjanjian yang akan menjadi haknya.


“Zayn... Greic... Sebentar lagi kalian harus merasakan apa itu rasanya terjatuh!” umpat Fay dengan penuh emosi yang bergemuruh dalam dadanya.


---


Nama lengkap gadis itu adalah Faye Yvonna Luke, anak angkat pasangan tuan Luke Atkinston dan nyonya Jovanca Camellia. Pasangan itu tidak memiliki anak yang pada akhirnya mendatangi sebuah panti dan mengadopsi Fay panggilan akrab gadis cantik itu. Tak berapa lama selang dari mengadopsi Fay, nyonya Jo dinyatakan mengandung buah hati mereka. Anak kandung mereka bernama Greicella Luke yang menjadi adik angkat Fay. Semenjak kehadiran Greic kehidupan Fay berubah, kedua orang tua angkatnya tidak lagi memperhatikannya seperti dulu saat mereka mengadopsinya. Fay berusaha mengerti, bahwasanya dia hanya putri angkat saja disana.


Pria dingin yang terlibat perjanjian dengan Fay adalah tuan dingin bernama lengkap Harvey Smith. Berasal dari keluarga besar Smith, dia juga memiliki adik bernama Jade Smith yang hanya berselisih tiga tahun saja. Harvey memiliki karakteristik pria yang dingin, angkuh dan juga kejam. Demi ambisinya dia tak segan menghalalkan segala cara agar dia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Berbeda dengan adiknya yang jauh lebih hangat dan ceria sungguh sangat kontras. Meskipun begitu Harvey dan Jade hidup akur bersama. Bahkan Jade sangat dimanjakan oleh Harvey dan terkesan manja di hadapan kakaknya.


Entah sebuah kebetulan atau memang di takdirkan harus bertemu. Fay bisa bersanding dengan tuan dingin yang sebentar lagi akan menjadi calon suami kontraknya. Dalam perjanjian kontrak kerja perbudakan itu, Fay akan menjadi istri Tuan Harvey dalam kurun waktu sebulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan yang di gelar secara tertutup dan di hadiri hanya oleh beberapa tamu undangan yang penting saja.

__ADS_1


Salah satu syarat yang di ajukan Fay adalah status pernikahan mereka tidak terekspose. Bahkan dia tidak ingin keluarga angkatnya mengetahui bahwa dia telah menikah dengan tuan Smith, Si Raja Bisnis di negara mereka.


To be continued…


__ADS_2