Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 63 : Kecelakan Terencana...


__ADS_3

Setelah puas dengan tawanya yang di respon kebalikan dari kesenangan itu membuat Harv menaikan sudut bibirnya. Fay sendiri tengah harap-harap cemas. Apa yang akan di lakukan suaminya sekarang ini.


"Aku pikir orang hebat seperti Tuan Alex tidak memiliki hobby mengurusi pribadi seseorang. Terlebih kehidupan pribadiku!" balas Harv menekan membuat semua orang yang mendengar auto menyeka keringat mereka.


"Aku memang memiliki istri, istriku sangat cantik." Harv berbalik menatap Fay. Jantung Fay seolah terlepas dari tempatnya saat melihat tindak tanduk suaminya yang terus memperhatikannya membuat orang mungkin akan mencurigainya saat ini. "Rumorku di luar untuk apa kamu pikirkan Tuan Alex? Istriku sangat mempercayaiku, aku tidak perlu menjelaskan betapa harmonis dan panasnya rumah tangga dan juga ranjangku!" tekan Harv menatap tajam Alex yang di respon dengan tatapan penuh kebencian Alex saat ini.


Glek!


Tidak pernah terbayangkan suaminya sendiri mengumbar bagaimana panasnya ranjang mereka pada khalayak ramai.


"Heh, aku bukannya gemar mengurusi rumah tangga orang." balasan Alex kembali memulai perang kata yang tak berkesudahaan ini. "Hanya sedikit tergelitik saja, ada orang yang mempercayai suaminya di tengah maraknya rumor buruk tentang suaminya itu." olok Alex kembali menargetkan musuhnya. "Aku jadi bertanya-tanya, apa mungkin istrimu benar mencintaimu atau tidak sama sekali?" cibir Alex menyeringai mengejek.


"Pasalnya jika dia mencintaimu, harusnya dia cemburu? Jika tidak maka di pastikan─"


BRAAK!


Faye bangkit dari kursinya, benar-benar sudah tidak tahan dengan kondisi yang sudah tidak kondusif ini.


"Sebaiknya saya pamit undur diri lebih dulu!" tukas Faye bersiap keluar lebih dulu.


Tindakannya kali ini tentu membuat perhatian menjadi berpusat padanya. Apa maksud dari wanita itu sekarang ini, setelah kedua pria berpengaruh terlibat perselisihan di jam makan siang mereka.


"Saya tidak menyukai orang dengan pengaruh buruk dan toxic yang akan mempengaruhi moodku!" sambung fay berani menolak dan menghardik kedua pria berpengaruh membuat bos dan rekan kerja di XCorp membuka mulutnya lebar atas keberanian Fay saat ini.


"Tuan Harv benar, anda sungguh tidak memiliki kerjaan mengurusi hidup orang lain Tuan Alex!" olok Faye sarkas di depan Alex. "Jika memang kamu peduli dan perhatian pada Tuan Harv, kamu tidak seharusnya hanya mengoloknya dengan kata... Kamu bisa sekalian, mengurusi perusahaannya, memasakan makanan, menjemur pakaian, menyelamatkan Bumi dari global warming, bahkan anda seharusnya bisa memindahkan Planet Pluto agar dia kembali di sistem tata surya kita!!" cerocos Fay tidak bisa di kendalikan, jiwa wanita ghibahnya meronta seketika!!


"Pppfftt!" Harv menahan tawanya melihat reaksi istrinya yang tengah membela dirinya saat ini.


Alex membulatkan kedua netra dengan wajah terbelalaknya mendengar protes Faye saat ini.


"Seorang pria sejati seharusnya memiliki motto talk less do more bukan sebaliknya! Apa jangan-jangan anda sebenarnya seorang wanita yang senang menggosip?" Faye menutup sesi protesnya dengan lebih menusuk perasaan Alex.


"Maafkan saya, saya pamit lebih dulu!" Faye menundukan tubuhnya kemudian tanpa basa-basi keluar dari ruangan yang membuatnya sesak sedari kedatangan suaminya.


Alex seperti tengah di injak harga dirinya oleh wanita yang tak lain istri rival abadinya. Semakin lama kebencian pria itu semakin menjadi pada pasangan di hadapannya.


'Faye, saat ini kamu masih bisa bebas memperlakukanku seperti ini, lihat balasanku kedepannya.' batin Alex memperhatikan kepergian Faye setelah pamit dia pergi begitu saja meninggalkan resto.

__ADS_1


"Haha, see? Bahkan wanita sendiri merasa kamu tidak layak dikatakan seorang pria!" olok Harv seraya bangkit bersiap menyusul istrinya.


"Dengan Tuan Alexader Pierce, jangan sesekali menjejal batas kesabaranku. Kali ini aku bisa melepas dan memaafkanmu. Tapi tidak lain kali! Jangan mencoba memiliki sesuatu yang bukan milikmu!!"


Harv segera meninggalkan ruangan yang sudah tidak jelas lagi arah tujuannya. Bahkan makanan belum di hidang tapi semuanya telah bubar barisan. Tuan John melongo dengan ancaman tuan Harv barusan.


'Fay sungguh berani memprovokasi Tuan Alex, seolah dia tidak takut akan konsekuensinya. Hanya saja─' batin tuan John mencoba menelaah duduk permasalahan mereka saat ini. 'Jangan-jangan Faye adalah istri Tuan Smith? Terakhir kali dia datang dengan Tuan Smith dan penguasa itu memberikan acc khusus menerima tender kerja sama yang penting di kerjakan oleh Faye?'


Tuan John tengah sibuk dengan pemikirannya akan kemungkinan yang paling mendekati. 'Faye bisa di katakan bukan wanita biasa. Semua barang branded, mobil mewah bahkan tinggal di kawasan paling elit! Awalnya aku percaya bisa saja dia merupakan simpanan pria kaya... Bisa jadi dia bukan simpanan, melainkan benar-benar istri dari Harvey Smith yang menurut kabar berita terbaru tinggal di Penthouse Condo Luxury juga...'


Alex yang sudah merasa emosi bangkit keluar tanpa pamit lebih dulu, tidak ada lagi keramahan dari Tuan Alex seperti sebelumnya sebelum perselisihan ini terjadi.


"Hebat ya, Faye bisa bikin keduanya berselisih sampe kayak gini!" sahut salah satu rekan membuka suara.


"Aku justru takut... Jangan-jangan Faye adalah istri Tuan Smith!" sahut tuan John menimpali rekannya.


"Eh iya juga, kalian lihat gak? Gimana cara Tuan Harv mandang Faye? Begitu lembut dan seperti penuh perhatian luar biasa!!" sahut pria lainnya tak mau kalah melanjutkan acara pergosipan mereka.


Sedangkan di area luar Fay tengah berjalan dan berencana mencari taksi di depan area resto. Dia belum sanggup menghadapi suaminya dan di cerca pertanyaan mematikan mengenai Devan di karenakan mulut ember dua rekannya barusan.


Bruuukk!!


"Aaargghh!!" pekik Faye jatuh tersungkur di aspal dan terhempas kedepan beberapa kaki.


"FAYE!!!"


DOOOORRRR!!


CEKIIIITTTT... BRRAAAAAKK!!


DOOOORRRR!!


DOOOORRRR!!


"Aaarrghhh!!!" Fay menutup matanya erat mendengar tembakan yang seperti begitu dekat dengannya.


Jantungnya berpacu dengan cepat karena terkejut, bahkan tanpa terduga darah merembes dari pusat tubuhnya.

__ADS_1


"BERANINYA KAMU MELUKAI ISTRIKU BEDEBAH!!" pekik Harv mendekati dima tubuh Fay tergeletak dengan luka di lengannya.


"Harv..."


Harv menembak langsung dua penjahat dengan mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor itu. Setelah sebelumnya menembak ban motor mereka dengan tepat membuat keduanya terjatuh tidak sempat melarikan diri. Setelah terjatuh dan bangkit Harv juga sudah menembaki kaki keduanya agar tidak bisa kabur. Will segera mengambil alih tanpa perlu di perintah.


"Sayaaaang!" Harv segera menggendong Fay dan bergegas membawanya ke dalam mobilnya.


"Harv perutku sakiit!"


"OH SHIIIIITTT!!!"


"BERTAHAN SAYANG, KITA AKAN KERUMAH SAKIT SEKARANG JUGA!!"


Gemuruh dalam dada Harv semakin menggebu saat dia merasakan cairan pekat keluar dari bawah tubuh istrinya. Pikirannya mulai kalut tak menentu arah. 'Bayikuuu...'


Karena bunyi senapan yang di layangkan Harv, semua orang berbondong-bondong menyaksikan keributan di sela makan siang mereka. Roberto yang masih di kawasan yang sama tersenyum lebar saat tak sengaja juga dia menyaksikan seluruh kejadian itu di hadapannya.


"Lihat Faye, Tuhan ternyata berbelas kasih padaku saat ini. Kamu mendapatkan balasannya lebih cepat dari yang aku bayangkan! Hahaha..." gumam Alex dengan terbahak menuju mobilnya yang pintunya telah di bukakan oleh asistennya.


"Cari tahu siapa yang sudah sangat berani melakukan hal itu di hadapan Harv langsung!" titah Alex pada asistennya.


"Musuhnya musuh adalah teman, kita butuh banyak sekutu melawan Harv! Hahahaha..."


"Baik Tuan Muda..."


Alex semakin mengembangkan senyuman dan meninggalkan kawasan segera. "Harv, aku semakin yakin... Menggunakan Faye adalah cara terbaik membalaskan dendamku padamu selama ini!!" gumam pria itu mulai menyusun rencana jahat lainnya.


Tuan John dan kedua rekan lainnya juga mau tak mau ikut menyaksikan keributan apa yang terjadi dengan terdenagr bunyi senapan di depan restoran di jam makan siang ini!


"ASTAGA!!" pekik tuan John membulatkan kedua matanya. "Kalian dengar? Tuan Smith berkata Faye istrinya!!"


Kedua rekannya tidak mampu menjawab dengan kata, mereka masih begitu syok. Hanya bisa mengangguk lemah mengiyakan. Dengan cepat tuan Harv bisa menembak kedua penjahat tanpa hitungan lama setelah kejadiaan menimpa Fay. Bagaimana nasib mereka saat sebelumnya menghina Faye?


"Mampus kita!" pekik keduanya kompak dengan raut wajah yang memucat bersamaan.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2