
Warning : Mature Konten plus!
"Aarrrghhh!!"
Jeritan panjang yang keluar dari mulut Fay membakar gairah Harv untuk terus menjejal batas maksimal penyatuan keduanya. Fay telah pasrah, setelah sebelumnya dia masih bisa mengimbangi permainan panas mereka yang langsung di mulai setelah sampai mansionnya.
"Ooughh Cutie, mengapa disini sangat enaak!" Harv semakin menghentakan miliknya kuat. "Padahal sudah satu tahun aku menggagahimu tapi rasanya seperti baru aku buka segelnya! Sempiit sekali Honeey..." rutuk Harv menggila dengan tubuh Fay yang selalu dia rasakan sama setiap kali dia menyentuhnya.
Bagi Harv, Fay seperti akan kembali seperti seorang gadis walau sudah beberapa kali di jebol pintu sangkar emasnya itu. Mungkin alasan ini lah yang membuat Harv hanya bertahan pada satu wanita.
Walaupun rumor Harv selalu terdengar bahkan terlihat jalan bersama para artis, bahkan tak jarang mengekspos lebih panas lagi dengan mengatakan mereka ada main ranjang. Harv sendiri tidak seperti istrinya yang jelas nyata selingkuh bahkan sudah pada tahap skin ship.
Fay sendiri demi tidak di lempar surat perceraian dan demi Harv tidak jajan di luar dia sangat rajin merawat tubuhnya. Dia tidak masalah menghabiskan uang yang begitu besar hanya agar miliknya selalu rapat menggigit milim suaminya.
Fay juga sangat rajin menjaga bentuk badan dengan melakukan gym dan menjaga pola makan seimbang dan sehat agar tubuhnya ramping ideal seperti yang di sukai suaminya.
Hanya saja semenjak merebak rumor kedekatan Harv dengan para artis bahkan di gosipkan sudah main ranjang Fay begitu kecewa. Dia merasa segala rupa usahanya menyenangkan Harv sia-sia.
Tidak ada lagi pasangan yang mempersulit diri mereka masing-masing selain pasangan Harv dan Fay yang selalu terjatuh dalam asumsi masing-masing yang membuat hubungan keduanya tidak berjalan lancar.
Jika seandainya mereka mau jujur terbuka satu sama lain atas perasaan keduanya mungkin saja Fay tidak akan selingkuh dan Harv tidak akan kecewa atas tindakan istrinya saat ini.
Fay menyeringai saat tiap kata pujian suaminya terus terucap dari mulut manis Harv saat ini. Dengan ekspresi yang jauh menggoda dan menantang suaminya Fay juga merangkulkan kembali kedua tangannya setelah sebelumnya terkulai lemas di atas ranjang mereka yang sudah tak berbentuk.
"Apalah artinya tubuhku yang terasa seperti gadis, toh Tuan Muda Harvey masih terjerat dengan wanita lainnya..." sindir Fay di depan wajah Harv yang sudah mengkilat karena peluhnya.
__ADS_1
"Heh!" kekeh Harv menghentikan sejenak gerakan tubuhnya. "Dengarkan aku Cutie, wanitaku hanya kamu seorang. Partner ranjangku hanya ada satu wanita saja," bisik Harv di cuping telinga Fay.
Tak lama lidah Harv menyapu permukaan kulit dan menu sukkan di area telinga Fay membuat istrinya seperti tersengat listrik jutaan volt saat ini juga.
"Aaarrghh... Ssshhh..." desis dan lenguhan tak bisa lagi Fay tahan, suara seksinya keluar begitu saja dari mulut Fay membuat gairah Harv kembali membara setelah sebelumnya Fay interupsi dengan pemikiran konyolnya.
"Apa aku harus percaya padamu Sayaang?!" lirih Fay mencoba tetap waras di tengah gempuran sentuhan sensualitas yang di berikan suaminya.
'Aarrghh sialaaan Harv paling tahu membuat aku tidak mau berhenti melenguuh. Dia juga paling tahu caranya menyenangkan fisiologisku!!' batin Fay merasa tidak tahan dan menginginkan kembali melakukan penyatuan yang jauh lebih panas dari sebelumnya.
"Terserah Cutie, setidaknya aku tidak pernah membohongimu selama ini... Hanya kamu wanita yang aku sentuh Sayaaang..." Harv mencium leher jenjang Fay yang harum dan terus turun menyelusuri belahan squishy hidup yang begitu jadi bagian favorit selain sangkar emas pusat tubuh Fay.
"Lalu rumormu itu apa?! Kegabutan semata kah?!" cibir Fay tersulutkan emosi atas pernyataan Harv yang bilang tidak pernah membohonginya.
Harv menaikan sudut bibirnya, dia menyadari istrinya ternyata pencemburu berat. Setiap kali rumor itu mencuat setiap itu juga istrinya akan merengek dan uring-uringan. Bahkan Harv kembali dibawa mengingat saat Fay merajuk karena gosip dia dan salah satu artis yang memasuki hotel, Fay tidak ingin di sentuh oleh Harv.
'Harv sungguh tengah memainkan gairahku!!' rutuk Fay sebal pada tingkah Harv yang tengah memaju dan mundurkan miliknya dalam tempo yang lambat. Gese kan yang di hasilkan membuat nafas Fay tidak beraturan dengan sedikit rasa tidak tahan untuk meminta lebih dari ini.
"S-siapa sih yang bisa menghindari pesona Si Raja Bisnis yang mulutnya manis begini?!!" umpat Fay sebal.
Harv tersipu malu dengan pernyataan ceplas-ceplos istrinya. Dia juga sama tengah menahan gairahnya yang sudah mencapai ubun-ubun rasanya.
"Lagian di perjanjiannya kita tidak boleh saling jatuh cinta... Aku mana punya uang buat bayar ganti rugi... Terlebih aku tentu lebih memilih mencintai ATM mu dibanding─" Fay selalu berkelit dan tidak mau mengakui begitu saja perasaannya.
Harv tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini bagaimana mendengar pernyataan pedas yang keluar dari mulut istrinya. 'Benarkah demikian Fay? Jika benar lebih mencintai uangku tentu kamu─'
__ADS_1
Bruuk!
Saat tengah berpikir Fay sudah pada staminanya, dia mendorong balik tubuh suaminya dan mengganti posisi mereka sekarnag. Harv sontak terkejut namun dia menyeringai begitu tampan dengan inisiatif liar istrinya saat ini.
"Tapi─" Fay menutup bibir Harv dengan jari telunjuknya lembut. "Selama kamu berada di sampingku seperti sekarang. Kamu hanya boleh jadi milikku seorang Tuan Smith yang terhormat!" ancam Fay di depan wajah Harv yang masih terlihat terpaku.
"Absolutely Cutie... I always be your mine..." sahut Harv serak menggoda menggetarkan tak hanya telinga dan tubuh Fay. Hatinyapun tergetar sempurna!
Fay segera menuntun senjata milik suaminya kembali memasuki hole miliknya yang sudah begitu ba sah. Tanpa kendala berarti hanya sedikit serat senjaya Harv melesak masuk sempurna.
"Aaarrghh!" keduanya mengerang bersamaan dengan tatapan mata yang menyatakan perasaan tulus masing-masing.
"Cutie, kamu bosnya sekarang... Aku pasrah Honey..." lirih Harv menutup erat matanya menikmati penyatuan mereka.
Ruangan kamar utama di mansion itu kembali terasa panas membara. Busi decit peraduan kulit keduanya bersahutan dengan lenguhan dari kedua mulut mereka. Sudah tak terhitung gaya dan berapa kali Fay sudah mencapai puncaknya.
Fay merasa sudah tidak punya tenaga lagi, tapi suaminya masih terus menggempurnya tiada henti. Bahkan Fay merasakan semakin kesini semakin brutal seluruh hentakan yang Harv berikan. Fay bisa memastikan miliknya akan lecet setelah ini. Tapi Fay tidak peduli, selama dia bisa memuaskan suaminya dan Harv tidak mencari jajanan di luar Fay tidak masalah jika badannya harus babak belur.
"Aaarrrghh!!" lenguh panjang keduanya, Fay tidak ingat ini pelepasan yang keberapa. Tubuhnya ambruk lemas di atas ranjang mereka yang sudah tidak bisa dikatakan ranjang lagi.
"May be I really loving you Harvey Smith!" lirih Fay sebelum dia memejamkan matanya antara sadar dan tidak.
DEG!!
Harv terpaku dengan pernyataan cinta istrinya barusan. Harinya seolah tengah terbit pelangi saat ini menyambut musim semi.
__ADS_1
"I love you too Cutie... Faye Yvonna, aku mencintaimu..." bisik Harv di telinga istrinya yang sudah terlelap.
To be continued...