
Tidak seperti yang ada di pikiran Fay, kenyataannya suaminya tengah melakukan pertemuan bisnis dengan salah satu kolega mereka.
"Bukankah anda telah memiliki istri?" goda salah satu rekan bisnisnya saat Harv terlihat menaikan sudut bibirnya menerima pesan dari istrinya barusan.
Harv hanya membalas dengan senyuman lebarnya.
"Tapi kok gak pernah di bawa keluar?! Malah anda selalunya bersama para artis itu... Ya kan ya?" tutur pria paruh baya yang mengompori rekan lainnya.
"Iya, takut ada yang lirik kali makanya diumpetin!" goda salah satu rekan lainnya membuat rahang Harv mengeras saat ini.
Harv tengah malas menanggapi dia hanya mengambil gelas wine mengangkatnya mengajak mereka bersulang bersama.
Setelah bertukar pikiran beberapa saat sebelumnya, mereka tengah melakukan break time dan tibalah waktu yang di nantikan para pria paruh baya yang merasa apapun akan mereka dapatkan dengan sombongnya. Harta, tahta dan tentu saja wanita. Beberapa wanita sosialita di datangkan untuk menghibur mereka sebagai sarana entertain setelah sebelumnya mereka berjibaku dengan urusan bisnis yang membuat otak mereka berasap.
"Meskipun kita sudah memiliki istri dirumah, sesekali kita butuh jajan agar tidak bosan. Benar tuan-tuan?"
Salah satu pria yang memang terkenal si tukang main perempuan dengan angkuhnya tanpa rasa malu langsung menarik salah satu wanita yang dengan pakaian mininya duduk di atas pangkuan pria itu. Si wanita dengan genit menggoda si pria. Sungguh pemandangan menjijikan bagi Harv!
"Selamat bersenang-senang, saya undur diri!" Harv bangkit dari tempat duduknya, dia sudah tidak ada urusan disana.
"Loh, Tuan Smith tidak mau bermain dulu? Ini ada gadis loh..." ucap salah satu koleganya tanpa pikir panjang.
Harv hanya mengukir senyuman dingin dan tanpa berlama-lama disana Harv melangkahkan kakinya di ikuti Will yang mengekor di belakang tubuh tuannya.
---
Fay dan Vanesha sudah berada di salah satu Mall terbesar di kota. Sebelum memesan tiket menonton Vanesha merengek bahwa cacing di perutnya sudah melakukan agresi militer meminta haknya. Fay sangat senang setiap kali dia ingin menghabiskan waktu dengan bersenang-senang maka Vanesha adalah orang yang tepat menjadi rekan absurd agar harinya berwarna.
Fay menawari mentraktirnya di salah satu resto Hotpot favorit salah satu resto disana. Tak di duga mereka bertemu dengan Devan dan kedua temannya.
"Mentang-mentang jodoh kemana aja kok bisa barengan?!" cibir Vanesh membuat tengkuk leher Fay meremang.
'Devan bukan jodoh gueee!' rutuk Fay dalam hati tidak ingin meng-aminkan doa temannya itu.
"Sini yuk gabung! Dah lama kan kita gak kumpul bareng..." Salah satu rekan Devan langsung menawari mereka untuk duduk bersama.
Devan menatap Fay tanpa berkedip kemudian mengulas senyum tampannya. 'Mengapa kita selalu bertemu Fay? Apa mungkin kita berjodoh?'
"Cieee... Saling tatap melayangkan isyaraaat cintaaa!" ledek semua orang membuat keduanya salah tingkah dan tersipu malu.
Mereka sekarang merubah posisi tempat duduk, Fay berdampingan dengan Devan dan bersebrangan dengan Vanesha. Revan yang merupakan sahabat dekat Devan kembali melambaikan tangan mendatangkan pelayan untuk membawakan menu tambahan.
"Kalian itu udah cocok banget, kita udah tahu lu pada dah deket banget! Kenapa gak deklarasi-in hubungan ke publik sih. Maen diem-diem gitu biar apa coba?!" Stevan teman Devan yang rese mulai rusuh membuat keduanya tidak tahu harus berkata apa.
"Gak usah ikutin Si Vanesh yang berprinsip aneh dengan FWB-nya itu!" dengus Stevan dongkol.
"Korban ya cuy?!" Devan balik mengejek ke arah sahabatnya.
Semuanya terbahak dan kembali terlibat obrolan random lainnya. Tanpa mereka ketahui, di bawah meja mereka Devan menggenggam salah satu tangan Fay erat. Fay begitu senang di perlakukan special seperti itu. Tindakan sederhana yang mampu membuat dia bertahan dengan hubungan terlarangnya.
__ADS_1
Fay tiba-tiba tersedak, dengan cepat Devan memberikan Fay tissue dan mengusap perlahan wajah Fay dengan menyodorkan air mineral pada Fay setelahnya.
"Haseeek, dunia milik mereka kita hanya figuran sajaa..." pekik Vanesha membuat keduanya tersipu terlebih Fay yang di beri perhatian besar oleh Devan.
"Buruan cek-in dah, keburu dagingnya mateng ini!" goda Revan kemudian.
"Bangsaat, ngomong yang bener!" hardik Devan menjaga harga diri kekasihnya.
"Ye lah si paling menjaga wanitanya, mo unboxing aja tunggu janji suci keburu dah gosong ni daging!" sungut Stevan tidak kalah mengolok temannya.
Devan dan Fay mendadak terdiam, jika saja mereka tahu bahwa status keduanya apa mungkin mereka tidak akan mengolok seperti ini. Devan menyadari Fay tidak nyaman, dengan cepat dia mengajak Fay pulang. Fay mendadak tidak mood lagi dengan acara menontonnya. Vanesha lagi-lagi dibuat kesal oleh kelakuan temannya itu jika sudah berdampinan dengan atasan yang merangkap kekasih gelap sahabatnya jadwal have fun mereka ambyar sudah.
"Gue balik duluan ya... Bye!" pamit Fay pada teman-temannya yang di sambut masam oleh Vanesha.
"Van, tuh Vanesh free dia tadi minta nonton... Kamu ajak gih!" goda Fay memberikan waktu bagi Stevan untuk kembali berdekatan dengan sahabatnya.
"Baacoot FAYEE!" umpat Vanesh sebal. Sejujurnya sahabatnya tengah menjaga jarak dari rekan FWB-nya selama sebulan kebelakang.
Fay terbahak puas melihat respon sahabatnya yang tengah merutuknya, Devan begitu senang melihat Fay sudah kembali seperti sebelumnya. Tanpa Fay sadari tangan Dev sudah melingkar mesra di pinggang ramping wanitanya.
Fay dan Devan keluar resto dengan saling bercengkrama hangat. Keduanya benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih yang serasi. Fay menggelayut manja di lengan tegap kekasihnya. Sesekali Devan mencium pelipis Fay mesra bahkan mencoba mencuri kiss bibir kekasihnya yang menggemaskan.
"Dev... Ini di luar..." hardik Fay menepuk bahu kekasihnya.'
"Aku tahu, tapi kamu bisa bersamaku berarti tidak ada kekasihmu kan?"
DEG!
'Ahh Faye stupid!' sesal Fay saat ini sejurus kemudian dia terpaku saat tidak sengaja dia menangkap siluet sosok pria yang sangat ia kenal. Bahkan tadi pagi mengantarkannya ke kantor tidak biasa.
Fay tidak mendengarkan apa yang tengah di ucapkan Devan, hatinya sakit saat melihat dengan mata kepala sendiri suaminya tengah menggandeng wanita lain dengan suka cita memasuki salah satu butik ternama.
'Kau pembohong Harv... HAHAHA!'
Tak bisa lagi Fay membendung air matanya yang terjatuh begitu saja. Dengan cepat dia menyapunya agar Devan tidak curiga.
"Honey? Are you okay?" tanya Devan seketika saat melihat perubahan sikap Fay saat ini.
"Eh, sorry Dev... Aku─" Fay kehilangan kata-kata, dia begitu kalut saat ini. "Dev, antar aku pulang sekarang ya... Aku pusing..." ujar Fay kemudian merangkul pria selingkuhannya.
"Kamu sakit Sayang? Kita ke dokter ya mau?" tanya Dev langsung mengkhawatirkan kekasihnya.
"No... Aku hanya mau pulang... Please..." Fay memelas di depan Devan, membuat pria itu segera mengabulkan keinginan wanitanya.
Tanpa disadari Fay bahwa Harv sendiri bisa dengan cepat menyadari keberadaannya. Sekuat tenaga Harv tidak membuat keributan disana. Dia begitu cemburu melihat istrinya menggelayut manja pada pria lain. Mereka berdua memang definisi mempersulit diri sendiri.
---
^^^Sial-sialnya ku bertemu dengan cinta semu^^^
__ADS_1
^^^Tertipu tutur dan caramu^^^
^^^Seolah cintaiku (cintaiku)^^^
^^^Puas kau curangi aku?^^^
^^^Bagaimana dengan aku terlanjur mencintaimu? (Cintaimu)^^^
^^^Yang datang beri harapan, lalu pergi dan menghilang^^^
^^^Tak terpikirkan olehmu, hatiku hancur kar'namu^^^
^^^Tanpa sedikit alasan, pergi tanpa berpamitan^^^
^^^Takkan kut'rima cinta sesaatmu...^^^
^^^(Mahalini - Sial)^^^
Fay yang tak sengaja medengar lagu yang sesuai dengan keadaannya saat Devan memutar radio di mobilnya. Tanpa bisa lagi menahan gejolak hatinya Fay semakin deras terisak. Pria yang tidak tahu apapun itu kebingungan sendiri.
"Sayaaang kamu kenapaa?" Devan menepikan mobilnya.
Dengan perlahan Devan mengusap wajah wanitanya yang sudah basah.
"Lagunya sediih anjiir... Gue kebawa baper! Huhuhu..." bual Fay tidak ingin jujur atas apa yang terjadi padanya.
Devan terkekeh lirih, dia akhirnya mengerti kekasihnya tengah menutupi sesuatu darinya. Devan memeluk Fay membiarkan wanitanya puas menangis dalam dekapan tubuhnya. Setelahnya justru sebuah lirik lagu yang di tujukan untuknya membuat Devan merasa tersindir luar biasa. Fay dan Devan yang menyadarinya kini tertawa bersama.
^^^Saat ku rindu ku coba tak rindu^^^
^^^Demi bahagiamu yang tak membutuhkanku^^^
^^^Entah sampai dimana sanggup ku kan bertahan^^^
^^^Tuk bisa tanpamu...^^^
^^^Ya tak mungkin kau menemukan yang sama lagi^^^
^^^Tulus hati s’perti yang aku miliki...^^^
^^^Jika kau minta aku menjauh^^^
^^^Hilang dari seluruh memori indahmu^^^
^^^Kan kulakukan semua walau tak mungkin sanggup^^^
^^^Bohongi hatiku...^^^
^^^(Mahalini - Bohongi Hati)^^^
__ADS_1
To be continued...