
"Ugghhh!"
Fay mulai tersadar, dia segera membuka matanya lebar. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Benar saja dia tengah di ikat di sebuah kursi usang. Bau pengap bangunan tua menguar di indra penciuman Fay. Seketika perasaannya tidak karuan. Fay begitu takut saat ini!
Ceklek!
"Sudah bangun Nona manis?"
Sekelompok orang memasuki ruangan yang tidak begitu besar tidak juga kecil, hanya saja kondisinya yang seperti terbengkalai juga lembab dan minim cahaya membuat Fay bergidig ngeri. Meskipun mini pencahayaan tapi Fay bisa menerka jumlah mereka yang terdiri dari lima orang pria bertopeng. Fay tidak bisa mengenali rupa mereka, satu diantaranya membawa sebuah handycam, Fay bisa menerka apa yang mungkin akan di lakukan sekelompok orang jahanam itu.
"Siapaa kaliaaan?!"
Fay berusaha berontak, berharap dia bisa keluar dari sana. Tidak hanya tangan dan tubuhnya yang terikat, melainkan kakinya juga. Dia benar-benar tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Air mata Fay sudah menerobos keluar dari sarangnya.
"Mau apa kaliaaan?!!" seru Felly kembali terdengar begitu ketakutan.
"Mau kami apa?" Salah satu pria menjawab dengan seringai mencurigakan dan menatap ke arah Fay dengan penuh has rat. "Tentu saja untuk bersenang-senang manis!!!" imbuhnya membuat Fay ketakutan luar biasa.
"HAHAHAHAHA!!!"
Riuh tawa kelima bandit itu memenuhi ruangan yang hanya berukuran 3x3 yang sudah di tinggalkan lama memberikan kesan angker dan juga kotor. Tawa mereka sungguh membuat tubuh Fay ketakutan luar biasa, dia semakin deras menumpahkan air matanya. Dia berdoa semoga suaminya bisa mengetahui keberadaannya dan menolongnya saat ini.
"HARVEY TOLONG AKU!!!" Jerit Fay seketika, itu yang bisa ia lakukan saat ini. Berharap ada yang mendengar suara jeritannya dan menolongnya saat ini walau kemungkinannya hanya 1 : 1000.
"Harvey dia bilang?" salah satu pria mengernyitkan kening. "Maksudnya Tuan Muda Smith?!" sambungnya membuat rekannya sama-sama ikut menerka.
"IYAAAA!!!" sahut Fay cepat. "Aku adalah istri Tuan Muda Smith!!" jerit Fay kemudian, dia seperti memiliki harapan.
Siapa yang tidak mengetahui kekejaman Harvey Smith saat menyinggungnya?
"Saat dia tahu kalian mengerjaiku maka habis sudah nyawa kalian di tangannya!!!" ancam Fay memanfaatkan keadaanya. Dia mencoba mengulur waktu, berharap suaminya menyadari ketidak-adaan dirinya saat ini.
"HAHAHAHA!!!"
Kelimanya kembali tertawa dengan lantang setelah saling melemparkan pandangan dan mengejek apa yang di lakukan Fay saat ini.
"Apa kamu sedang bermimpi Nona?!" cibir seseorang yang tengah menggenggam kamera tangannya. "Apa kamu tidak tahu siapa Tuan Smith? Si Penguasa Bisnis Dalam Negri? Mana mungkin kamu adalah istrinya!!" sambungnya membuat kelimanya kembali dengan gelak tawa mengejek ke arah Faye.
__ADS_1
Sejenak Faye menertawakan pamor dirinya di hadapan publik. 'Sungguh sial nasib menjadi istri sah tuan Smith tapi tidak ada satupun dari orang luar ini mengetahui statusku sebenarnya!'
"Arrkk!!!"
Fay tersentak, saat dia tengah bermonolog dalam dirinya salah satu dari mereka mendekat dan mencengkram wajah cantik Fay. Cengkraman yang keras menyisakan rasa perih dan panas di wajahnya yang putih bersih. Fay kembali mengalirkan air matanya yang sempat terhenti.
"Heh! Kamu memang cantik Nona... Tapi standard wanita Tuan Smith itu seperti apa?" olok si pria kasar di depan wajah Fay.
"Berhenti bermimpi dan tahu diri lah sedikit! Semua orang juga tahu siapa wanita Tuan Smith... Dia adalah Angella Liem."
DEG!!
Setika jantung Fay seolah di remas kencang oleh keadaan, mendengar nama Angella kembali di singgung membuat Fay berfikir bahwa penculikan ini kemungkinan didalangi oleh Angella yang tiba-tiba ingin bertemu dengannya siang tadi.
'Angella, ini ulahmu brengsek?!'
PLAAAAAAAK!!!
"Arrghh!!" Fay merintih saat tangan besar dan kasar pria itu menampar pipi halusnya. Seumur hidupnya dia belum pernah di perlakukan kasar oleh seseorang jika bukan keluarga angkatnya terdahulu.
"Wuuuu... Suaranya bikin hor ny!!" sahut rekannya di belakang.
"Argghh!" Tiba-tiba saja tubuh Fay terasa panas, dia merasa haus sangat haus.
'SIAL, ANGELLA PASTI MERACUNI MINUMANKU!!'
Dengan sekuat tenaga Fay terjaga dan tidak terpengaruh oleh obat yang dia yakini berjenis Afrodisiak yang sudah mulai bekerja di dalam tubuhnya sekarang. Fay bahkan dengan tanpa pikir panjang menggigit bibirnya hingga terluka agar tidak terpengaruh oleh obat perang sang itu.
"Waaah sepertinya ada yang sudah bergairah nih!!!" pekik si pria di depan Fay menjijikan.
"Haha..." sahut para rekannya membuat tengkuk leher Fay meremang ketakutan luar biasa.
Pria di hadapan Fay mulai menundukan wajahnya, mencengkram kuat dan bersiap mencium bibir merah menggoda miliknya. Dengan sangat cepat Fay berusaha meludahi pria tidak senonoh itu.
"Cuiiihh!!!" Fay berhasil menyingkirkan wajah si pria bajingan.
"Singkirkan tubuh kotor kalian, aku tidak pernah sudi dijamah oleh kalian!!"
__ADS_1
PLAAAAAK!!!
"KAU SUNGGUH BERANI JA*LAAAANG!"
Satu tamparan keras kembali di terima Fay membuat wajahnya sampai bergerak kesamping meninggalkan bekas merah disana. Fay kembali terisak pilu, ini lebih baik di banding tubuhnya di sentuh oleh tangan kotor mereka.
'Harv... Toloooong Akuuuu....' Fay menjerit sekencangnya di dalam hati.
Fay bisa mengerti rencana Angella saat ini, jika dia benar-benar bisa di nodai oleh para bandit ini. Fay yakin Harvey tidak akan mau lagi dengan wanita kotor seperti dirinya. Belum lagi kemungkinan video asusilanya akan tersebar. Angella sungguh tidak memiliki perasaan menjebak Fay seperti ini hanya demi merebut Harvey.
"Tangisanmu sungguh mengganggu Sayang!" cibir si pria kembali mencengkram wajah Fay. "Lebih baik kamu menge rang di bawah tubuhku!" ujarnya berbicara terdengar sangat kotor di telinga Fay.
"Aku mohon lepaskan aku..." lirih Fay pilu berusaha berontak dari genggaman si pria.
"Hahaha!!" Si pria melepaskan genggaman tangannya dan turun melucuti pakaiannya.
Semua orang sudah tidak sabar, kelimanya mendekat dan membantu rekan mereka untuk memegang Fay. Si pemegang kamera sudah menyalakan dan siap memposisikan dirinya merekam adegan syuur yang sebentar lagi akan dia lihat.
BRAAAAAAK!
SLEB... SLEB... SLEB... SLEB...
Bruuuuk!
"Harv..." lirih Fay saat melihat pria di balik pintu yang di buka paksa itu. Fay menutup matanya erat menjatuhkan air mata kebahagiannya. Akhirnya dia selamat kali ini...
"FAYEEE!" pekik Harv setelah melihat istrinya di depan matanya.
Kraaaaakk!!!
Suara tarikan pematik dari beberapa senapan anak buah Harv terdengar bersamaan. Mereka telah mengelilingi satu-satunya bandit yang masih di biarkan hidup. Pria itu tengah syok, keempat temannya telah tersungkur di lantai dengan bersimbah darah bahkan sudah tidak lagi bernyawa.
'Jadi benar, wanita ini adalah Istri Tuan Muda Smith? Celaka!!' tubuh si pria telah bergetar hebat dengan wajah yang pucat.
"Angkat tanganmu!!" maki Will dengan menodongkan senjata memberi isyarat gerakan tangannya pada si pria yang tersisa.
Si pria mengangkat tangannya segera dengan gemetar, beruntungnya dia baru melepas kancing celananya. Jika tidak turun sudah celananya saat ini!
__ADS_1
To be continued...