
Beberapa bulan kemudian...
Fay tengah berjalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota XY. Dia tengah begitu antusias untuk membeli perlengkapan Baby Peanut-nya. Setelah mengetahui dirinya mengandung bayi kembar Felly semakin di manja baik oleh suaminya terlebih oleh ibu mertuanya. Dia begitu beruntung bisa menjadi istri dan menantu di keluarga besar yang tidak semenakutkan seperti rumornya.
"Fay?!"
Fay terdiam, dia mengenal suara pria yang baru saja memanggilnya. Dengan cepat Faye menoleh dan mengembangkan senyumannya. "Devan!"
"Oh, Baby... I miss you badly!!" Devan menggoda merentangkan kedua tangannya meminta pelukan dari istri orang.
Pletaak!
"Aawww!"
Fay menoyor kepala Devan dengan kekehan. "Kamu tidak ada kapoknya emang!"
"Hehe..." Devan tertawa kecut, dia menatap perut Fay yang sudah terlihat jelas seperti membawa balon kemana-mana.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Faye sama rindunya mengembangkan senyuman manis di hadapan pria yang terus memindai dengan raut wajah sendunya.
"Menyedihkan!" sahut Devan sekenanya.
Fay merespon dengan kekehan canggung, tak lama dia merogoh tas kecilnya dan menghubungi temannya Vanesh. Mereka berencana untuk melakukan makan siang bersama. Beruntungnya Vanesh tidak memiliki kesibukan, dia menyanggupinya. Setelahnya Fay segera menghubungi Harv dan meminta izin untuk makan siang bersama teman-temannya. Sebelum negara api itu terbangun dan menyerangnya dia sudah melakukan antisipasi lebih dulu. Devan yang mendengar obrolan keduanya masih merasakan perasaan cemburu yang langsung menyeruak ke dalam hatinya seketika.
Andai kau tahu ku tak pernah mampu ku tuk lupakanmu
Tak bisa kupaksa hati ini tuk membencimu
Tak sadarkah dirimu ku selalu rindu
Kan ku sembunyikan luka sampai kau tak melihatnya
Meski ku tak tahu mungkinkah aku bertahan
Adakah kesempatan
Memulai kembali...
'Fay, setelah sekian lama aku tersiksa merindukanmu, akhirnya aku bisa kembali melihat tawa riangmu.'
Devan terus memperhatikan lekat mantan kekasih gelapnya, tak lama dia menghela nafas berat. 'Seperti ini saja cukup membuat aku bahagia. Kebahagiaanmu adalah bahagiaku Faye, walau begitu perih rasanya...'
Fay segera merangkul tangan Devan, keduanya mencari cafe terdekat. Mereka akan menghabiskan waktu untuk berbagi cerita setelah beberapa bulan ini banyak hal yang terjadi seolah menjungkir balikan hidup mereka. Sekuat hati Devan untuk tidak bersedih mendengar kebahagian wanita pujaan hatinya. Setelah hampir menghabiskan waktu selama tiga jam lamanya. Akhirnya mereka memilih untuk mengakhiri pertemuan mereka dan berjanji akan kembali berjumpa di pertemuan berikutnya.
Devan meminta izin Fay untuk mengantarkannya pulang. Devan sudah berada di bawah pelataran parkir condo luxury. Walau bagaimanapun Fay juga memiliki perasaan tidak nyaman sekarang.
"Aku minta maaf, Dev!" tutur Fay bergetar.
"Untuk apa?" Devan menyeringai menatap kosong kedepan. Kedua tangannya mengeratkan pegangan kemudinya.
Fay membuang wajahnya, dia menghapus cepat air mata yang sudah ia tahan sedari dia berada di cafe.
"Aku sangat sedih," ucap Devan menatap ke arah Fay. "Tuhan tidak menjodohkan kita! Hehe..." Devan kembali menatap jalan dengan tawa pilunya. "Tapi, aku sangat bahagia... Akhirnya apa yang kamu mimpikan terwujud... Asal kamu bahagia akupun demikian." Devan menelan saliva berat setelah mengucap kata dusta yang manis di mulut namun menoreh luka di hatinya.
__ADS_1
Giliran Fay berbalik menunjukan senyuman lembutnya sekilas. "Kita memang tidak berjodoh! Tapi, bukan berarti kita tidak bisa berteman..."
"Logikaku berkata untuk segera meninggalkanmu, karena kamu adalah sumber lukaku!" Devan menundukan wajahnya, dia juga sudah tidak bisa menyembunyikan air mata yang menyeruak keluar. "Tapi..."
"Hatiku tidak bisa diajak kerja sama. Selalu!" Devan menatap Fay teduh.
Fay merangkul Devan, dia teramat berdosa menyakiti hati orang lain. Dia telah mempermainkan perasaan Devan hingga terjatuh seperti sekarang ini. "Aku selalu menyebut namamu di setiap doa malamku. Tuhan akan membalas semua kebaikan dan kesabaranmu. Aku yakin, tulang rusukmu yang terbaik akan kamu temukan tak lama lagi. Dengan begitu aku bisa bahagia juga melihatmu bahagia!"
Fay dan Devan melonggarkan pelukan mereka, jantung Devan masih terasa terhimpit dua benda keras bersamaan. Begitu pula Fay, dia tidak tahu harus melakukan apa sekarang.
"Pulanglah, sampaikan salamku pada Suamimu. Terima kasih, masih memberikanku kesempatan untuk hidup di Negara ini." Dengan cepat Devan merubah raut wajahnya, dia berkelakar membawa nama suami Faye.
"Haha... Jika kamu ada keberanian, bagaimana jika kamu join makan malam bersama?" goda Faye mengerlingkan matanya genit.
"Ha ha ha... Aku masih sayang nyawaku yang sudah tersisa setengah ini!"
Keduanya kembali terbahak, tak lama Fay pamit dan keluar dari kendaraan milik mantan atasan serta mantan kekasih gelapnya. Hari ini keduanya sudah membuang masa lalu kelam mereka dan memulai kembali dengan status baru hanya sebagai teman.
***
Kediaman Alex.
"Mana data yang aku inginkan!" pekiknya nyaring dengan wajah yang sudah teramat gelisah.
"Maaf Tuan, bukankah sudah saya berikan sebelumnya? Nona Faye hanya anak angkat keluarga Luke yang diadopsi dari panti asuhan xxx. Tidak ada data─"
Braaak!
"Kamu temui panti xxx, apa ada barang peninggalan milik Fay yang tertinggal sebelumnya?" lirih Alex menatap nanar ke jendela luar ruangan.
Asisten khususnya mendongak dan mengerti kemana arah pemikiran tuannya. "Tapi Tuan, bukankah Nona Muda dinyatakan meninggal saat terjadi kecelakaan beberapa puluh tahun silam?"
"Lakukan saja apa yang aku perintahkan!" titah Alex berbalik badan menatap tajam asisten khususnya yang mulai berkelit dengannya.
"Baik Tuan, saya mengerti..." Asistennya menunduk dan bergegas keluar melaksanakan perintah tuannya.
Brak...
"Huh!" Alex mendekati meja mini bar dan membuka satu botol whiskey untuk dia tenggak segera. "Apa mungkin?"
Alex menutup matanya perlahan, beberapa memori ingatannya kembali berputar di kepalanya. Dua puluh tahun yang lalu, Alexander Pierce memiliki seorang adik perempuan yang menggemaskan. Usia mereka memang cukup terpaut jauh karena ibunya tiba-tiba saja dinyatakan hamil setelah berusia memasuki kepala empat.
Sayangnya, adiknya yang bernama Arrabella Pierce tidak ditemukan saat kecelakaan maut itu terjadi. Keluarga besar Pierce dalam agenda berlibur menyambut pergantian tahun. Hal yang tidak terduga terjadi saat dalam perjalanan, mobil yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan yang membuat mereka tergelincir dari jurang dan hanyut di sungai setempat.
Dari kecelakaan itu, sopir meninggal di tempat. Tuan dan nyonya besar beserta Alex berhasil diselamatkan warga sekitar. Naasnya, bayi mungil cantik mereka terlepas dan hanyut terbawa arus. Semenjak kejadian itu nyonya besar terpukul berat dan mengalami depresi yang cukup parah. Mereka sudah mengerahkan segala upaya dan pencarian menemukan Bella. Satu bulan pencarian tidak menemukan apapun membuat tim SAR memberikan keputusan bahwa Bella pasti sudah mati tenggelam dan terbawa hingga ke laut lepas.
"Jika dia benar Bella kami, maka─" Alex menegaskan rahangnya, tubuhnya terguncang dengan senyum culas dan kekehan yang keluar dari mulutnya. "Mengapa aku selalu terikat denganmu Harvey!"
Tuut!
Alex kembali menghubungi asistennya, dengan masih menunjukan senyum culasnya dia memerintahkan anak buahnya untuk melakukan sesuatu. "Aku sungguh tidak tenang, sebelum semuanya jelas... Aku akan tetap menghantuimu Faye!"
***
__ADS_1
Keesokan harinya...
"Aku hanya pergi sebentar, jaga dirimu baik-baik!" pamit Harv pada istri dan Baby Peanut-nya. "Papa bekerja sebentar ya Baby, jangan menyusahkan Ibumu... Kamu boleh merengek saat Papa dirumah okay?" ucap Harv di depan perut buncit istrinya.
"Iya Papa..." Fay berpura-pura bersuara layaknya anak kecil.
Cup~
Harv mengecup lekat perut Fay dan kembali memagut bibir Fay mesra. "Akan ada banyak pengawal di bawah."
"Oh come on, sudah beberapa bulan ini kita aman jaya sentosa, right?" keluh Fay tidak terima seolah dia tahanan suaminya.
"Demi keselamatanmu, demi bayi kita. Aku lebih memilih menyediakan payung sebelum hujan!" titah Harv tidak ingin tawar menawar dengan istrinya.
Fay mendengus sebal, namun tak lama dia meminta izin kembali untuk berbelanja sebelum dia mati bosan di rumahnya. Entah mengapa, saat kehamilannya bertambah besar dia begitu hobi menghabiskan uang suaminya untuk sesuatu yang biasanya dipikirkan berkali-kali lipat. Termasuk dengan membeli mobil dan penthouse sembarang untuk kesekian kalinya. Harv hanya terkekeh dengan tingkah abnormal istrinya yang diyakini tengah mengidam ala sultan. Selama uangnya aman dia tidak mempermasalahkannya. Sungguh enak menjadi Faye Yvona, istri tercinta tuan muda Harvey Smith. Apa yang dia inginkan, dengan sekejap mata tergapai!
Harv melambaikan tangannya dengan perasaan berat. Sayangnya, ada masalah di negara bagian membuat dia harus meninggalkan istrinya yang sedang hamil besar. Fay mengiringi kepergian Harv dengan senyuman paling manis dan paling cantik di hadapan suaminya. "Aku sungguh membenci Harv secara tiba-tiba! Oh, apa kalian meminta rupa kalian bak pinang dibelah kapak dengan Papa, hm?"
Fay bergumam mengusap perlahan perutnya dengan senyuman menggoda. Mood Fay memang selalu berubah, dia sedang ingin berjauhan dengan Harvey. Dia juga senang sekali berselisih dan sebal tanpa sebab. Beruntung part kedua dari Faye adalah suaminya merupakan pria paling sabar yang terlahir di muka bumi ini. Setiap kali Faye berulah, suaminya hanya menunjukan senyuman lebar, diam dan mendengarkan. Terkadang kepala Harv selalu mengeluarkan asap tak terlihat dan tak mungkin disadari oleh istrinya. Bagi Harv, ini adalah tantangan baru di kehidupan barunya. Sebaliknya, semakin Fay jahat padanya semakin Harv menyukainya. Memang paling aneh duo pasangan ini!
To be continued...
Dear Reader terSayang Aku Gak?
Mohon maaf update karya ini kayak lanjut enggan berhenti ogah!
Kebetulan banget kesehatan othor rada menurun, RL juga lagi paciweuh... Hehehe
Padahal othor sendiri rada greget pengen cepet selesai sisa selangkah lagi padahal...
Ini bab kedua terakhir... Harv x Faye selesai ya :')
Kalian pasti udah menduga dooong... Happy ending kan ya jelaaas?
Sekali lagi mau maaf-maafan dulu ah sebelum pamit...
Bisa jadi langsung hari ini, atau besok tergantung proses lolos review dari system ya guys :)
Lebih kurangnya othor minta maaf sebesar-besarnya...
Terima kasih banyak dukungan kalian luaaaar biasa buat othor di karya yang redup ini. Padahal menurut othor isinya gak kalah bagus kan ya? Hehe ngarep dot com pisan ih akuuu~
Sehat selalu kalian semuanya, bahagia dan terus berjuang untuk apa yang ingin di capai di setengah tahun kedepan... Othor beneran pamit nih untuk hiatus, setelah ini selesai othor gak ngeluarin karya baru karena ku tak sanggup~
Gak ada yang minta part dua juga sih wkwkwkwk
Jangan lupa follow IG othor ya...
Next bakalan othor bikinin visual mereka berdua disana :))
IG : sayang_aku_gak_
See you guys, love you to the moon and back :)
__ADS_1