Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 48 : Berlibur


__ADS_3

Penthouse Faye, 08.00 AM


Hari ini nyonya besar datang untuk memeriksa menantu kesayangannya. Fay menyambut dengan suka cita kedatangan nyonya Jane membawakan banyak makanan kesukaannya. Bahkan tanpa Fay tahu bahwa mertuanya itu kembali dengan minuman herbal penyubur kandungan.


Nyonya Jane sendiri tdak mengetahui pasal penculikan menantunya. Harv menyembunyikan semuanya, begitu pula dengan Fay. Dia tidak ingin membuat masalah menjadi trading topic di kediaman besar lagi.


"Apa kamu benar sudah membaik?" tanya nyonya Jane menaruh beberapa barang bawaannya. Fay tengah berbinar menyelidik apa saja yang di bawa oleh mertuanya, pasalnya dia tengah lapar setelah semalaman dia di santap tanpa sisa oleh suami perkasanya.


"Iya Mom, Fay sudah membaik... Buktinya dokter sudah mengijikankan aku pulang segera." sahut Fay menampilkan senyum manisnya.


"Oh baguslah... Ayo dimakan, Momy masak Beef Teriyaki kesukaanmu... Satu lagi minuman herbal penambah stamina ini juga bagus untuk proses pemulihan kamu."


"Aaahh... Momy paling tahu kesukaan aku!" pekik Fay riang.


Tak lama Harv keluar dari kamar mereka, "Kau meninggalkanku Cutie!"


Fay hanya menjulurkan lidah pada suaminya, nyonya Jane terkekeh dengan tingkah keduanya. Dia sangat bahagia, pasalnya dia tidak pernah melihat putra sulungnya begitu apa adanya di depan Fay. Jika di hadapan orang-orang Harv akan terasa dingin dan menyebalkan. Lain cerita jika sudah bersama istrinya, nyonya Jane merasakan kehangatan dari putranya.


"Harv, Fay bilang kamu jarang menemuinya." cerca nyonya Jane saat putranya duduk di samping dia dan Fay yang sudah sibuk memasukan makanan ke dalam mulutnya.


Fay terbelalak sejenak dengan mulut penuhnya membuat Harv gemas dan mencium bibir penuh Fay di hadapan ibunya.


'Aaarrrkkk, Si Cabul ini!!' pekik Fay dalam hatinya.


"Haiis..." keluh nyonya Jane melihat kelakuan putranya yang ternyata selain menghangat juga cabul!


Harv begitu senang, tak berapa lama dia juga memakan makanan yang sudah di siapkan ibunya.


"Pantas saja Fay tidak bisa hamil, kamu jarang memberikannya nafkah batin!" kesal nyonya Jane kembali mengurusi urusan ranjang dan juga perkembang-biakan keduanya.


Terdengar hembusan nafas berat keluar dari mulut Fay membuat Harv terkekeh lirih menggelengkan kepalanya.


"Apa kalian tidak mau pergi berlibur berdua sana!" saran nyonya Jane terus memojokkan keduanya.


Alangkah bagusnya rencana membuat Faye hamil dengan ramuan herbal di dukung dengan panasnya aktifitas ranjang mereka selama seminggu kedepan. Nyonya Jane sudah memikirkan rencana ini setelah Fay masuk rumah sakit, dia berharap Faye segera memberikan kabar bahagia mengingat di dalam keluarga besar tengah carut marut akibat sepupu yang sudah melahirkan membuat posisi Harv sedikit terancam.

__ADS_1


Walau sejujurnya siapa yang berani menggulingkan kekuasan Harv selama dan sebesar sekarang ini?


Fay terdiam sejenak, sejujurnya ini adalah waktu yang tepat untuk merajut kasih yang seperti baru bersemi setelah keduanya mengakui perasaan masing-masing. Dulu Harv membawa Fay berbulan madu ke Paris, hanya karena Harv memiliki jadwal pekerjaan disana dan keduanya tidak memiliki perasaan alhasil mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing.


"Ide Mommy bagus juga, apa kamu mau berjalan-jalan Cutie?" tanya Harv menatap istrinya lembut.


"Boleh..." Tanpa basa-basi Fay segera menyetujuinya.


Senyum nyonya Jane mengembang, ternyata tidak begitu sulit menggiring mereka setelah Fay mengkonsumsi obat herbal dan juga kontrasepsi yang sudah di buang. Nyonya Jane tidak percaya jika Fay tidak juga mendapatkan bayi mereka dalam waktu dekat.


"Jadi kamu mau kemana Honey?" tanya Harv.


"Hmm.." Terlihat Fay seolah tengah berpikir.


"Bagusnya kalian pergi ke wilayah pantai, Harv memiliki hobby surfing Fay... Kau harus melihatnya."


Harv kembali terkekeh, sedangkan mata Fay sudah berbinar. Selama ini Fay juga sangat menyukai keindahan laut. Dia yang berjiwa bebas akan sangat cocok memang jika berlibur di alam bebas juga. Maka sudah di pastikan keduanya akan pergi berlibur di salah satu tempat dengan panorama pantai terbaik di dunia seperti surga tropis di Samudra Hindia, Maldives.


Setelah berbincang cukup lama, nyonya Jane pamt pulang dan mendoakan perjalanan mereka lancar. Harv dengan sigap meminta Will untuk mengurus keberangkatan mereka saat ini juga. Fay langsung mengirimkan chat pada Dev dan juga sahabatnya Vanesha tanpa melihat lagi balasan keduanya Fay sibuk mengemasi apa saja yang akan dia bawa saat berlibur.


Harv memeluk istrinya dan menghujaninya dengan ciuman bertubi-tubi.


"Aarghh... Ssshhh... Honey.." ritih Fay merasakan tubuhnya meremang.


"Keluarlah dari pekerjaanmu..." bisik Harv di ceruk leher istrinya yang harum semerbak membangkitkan hasratnya.


"Ayolah Honey..." rutuk Fay kesal. "Kamu bukannya akan menepti janjimu untuk tidak membatasi aktifitas dan mimpiku hm?" Fay merengkuh tangan besar Harv yang melingkar di pinggang rampingnya.


"Lagi pula jika aku tiba-tiba kamu ceraikan, aku yang sudah terbiasa hidup mewah ini tidak mendapatkan apapun darimu jadi harus mulai menabung sedari sekarang!" bual Fay membangkitkan emosi Harv.


Harv melonggarkan pelukan membalikkan badan Fay dan menatapnya tajam.


"Aku sudah bilang berkali-kali Faye Yvonna!" tukas Harv menekan. "Aku tidak akan pernah menceraikanmu!!"


"Arghh!" Fa meringis saat kedua tangan Harv mecengkram erat kedua bahunya.

__ADS_1


"Maafkan aku honeeey!!" Harv tersadar dengan kondisi istrinya. "Kamu senang sekali menyulutkan emosiku, bisakah kamu tidak mengucapkan kata itu lagi?" Harv mengusap lembut wajah istrinya dan mencium bibir Fay yang menggodanya.


Fay terdiam, kembali mengingat apa yang sudah ia lakukan selama ini di belakang Harv.


"Harv, bagaimana jika ternyata aku mengecewakanmu?!" tanya Fay sendu.


"Mengecewakan dalam hal apa?!" Harv menatap kedalam manik bening istrinya yang saat ini tengah gelisah.


"Apapun..." sahutnya segera. "Aku bahkan belum mau memiliki keturunan. Aku belum siap melahirkan generasi mu! Apa kamu tidak jengah dengan ku Honey?!" Fay mendongak menatap sorot mata tajam yang menusuk kedua netranya.


Harv sejenak membuang wajahnya, memang benar kehadiran generasi penerus begitu penting untuknya saat ini. Hanya saja, persetan negan semuanya. Dia begitu mencintai Fay, dia tidak akan memaksa selama Fay yang menginginkannya dia bisa bersabar lebih lama lagi.


"Bisa kita tidak membahasnya sekarang?!"


Harv mengangkat dagu lancip wanitanya, tepat setelah mobil mereka berhenti di landasan pesawat udara. Mereka akan terbang menggunakan jet pribadi tentu saja. Will telah membuka pintu dan menunduk menyambut tuannya. Begitu keluar, protokol keamanan standard tuan Smith telah terlihat oleh Fay. Ini bukan kali pertama Fay melihat pemandangan ini.


Seringkali jika memang membutuhkan perannya maka Fay akan diajak pergi bertugas oleh suaminya walau sangat jarang, bisa dihitung dengan jari. Rencananya Fay akan menghabiskan waktu dengan mengunjungi beberapa pulau terbaik disana. Menikmati pantai yang indah, dan mengunjungi dunia bawah laut yang sangat di sukai Fay.


Fay sudah sangat berantusias, terlebih suaminya memiliki resort tersendiri disana sehingga tidak akan ada yang mengganggu aktifitas mereka tentu saja. Di dalam pesawat Jet, Harv terus meminta Fay duduk dipangkuannya dan keduanya akan berciuman dengan panas dan liar, kecuali di waktu tertentu yang membahayakan membuat dia harus berada di kursinya dengan mengenakan seatbelt.


"Eehmmm.... Arrrghhh honeeey.... Ugghhh!!"


Fay tengah meracau nikmat saat Harv memainkan ujung bukit indah miliknya yang sudah menegang seiring rangsangan yang terus di berikan prianya.


"Kita lakuin disini ya Cutie?" pinta Harv sudah sangat berhasrat.


Fay mengatupkan bibirnya 'Suamiku akhir-akhir ini selalu meminta hak biologisnya secara brutaal!!'


Fay terus merutuki sikap cabul suaminya beberapa hari kebelakang. Selama satu tahun keduanya berstatus suami dan istri Harv jarang sekali berada di rumah. Sekalinya di rumah dia juga jarang menemui Fay. Keduanya hanya akan bertemu jika Harv ingin menuntaskan hasratnya. Fay sendiri sangat tahu kebrutalan suaminya di ranjang namun untuk terus meminta haknya terkadang Harv sangat jarang meminta seperti baru-baru ini. Biasanya Fay lah yang meminta dan bersikap menggodanya.


Pemberitahuan pilot untuk kembali ke kursi masing-masing terdengar. Membuat Harv mengusap wajahnya kasar,  hasratnya runtuh seketika Fay terkekeh puas melihat kekecewaan suaminya yang memang tidak bisa menahan hasratnya.


Keduanya di ikuti Will menuju salah satu resort milik Harv, semua protokol keamanan disini juga di jaga dengan sangat ketat. Fay tidak ingin mempermasalahkanya, lagi pula dia memang tidak ingin berbaur dengan orang lain. Fay tengah merasa sangat bahagia saat ini. Dia tidak menyangka akan ditemani oleh suaminya berlibur. Dia sudah sangat siap menjelajah bersama Harv mengeksplore pulau-pulau kemudian dia dan Harv tentu saja akan pergi berselancar serta melakukan snorkling.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2