Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 32 : Menyatakan Perasaan


__ADS_3

Harv tidak benar-benar pergi, dia menunggu team medis selesai memeriksa istrinya.


Ceklek!


Harv segera berbalik badan dan menemui perawat. "Bagaimana keadaan istri saya?"


"Nyonya sudah tenang, kami terpaksa menginjeksikannya obat tidur." sahut perawat berhati-hati mengingat di hadapannya adalah pria nomor satu di negaranya. "Nyonya memang tidak mengalami cedera luar berarti, namun seperti yang anda lihat barusan Nyonya mengalami gangguan depresi awal yang bisa saja di pengaruhi oleh trauma akibat kecelakaan yang di alaminya atau faktor sebelum dia mengalami kecelakaan."


"Maafkan saya Tuan, saya hanya menyarankan agar anda menjaga perasaannya sebelum Nyonya semakin memperparah kondisi psikis-nya."


Harv menelan salivanya berat, dia hanya mampu mendengarkan semua penjelasan team medis mengenai kondisi istrinya saat ini. Dia sungguh menyesal sangat menyesal...


Team medis pamit undur diri, tubuh Harv merosot di kursi tunggu. Pikirannya kalut, dia tidak pernah membayangkan kondisi kejiwaan Fay akan seperti saat ini. Harv menopang kepalanya yang berat dengan kedua tangannya sampai ada suara yang membuyarkannya.


"Tuan..."


"Aku ingin semua rekaman lalu lintas ada padaku sekarang!" sahut Harv bangkit menatap Will tajam. "Apa benar ini murni kecelakaan atau sebuah rancangan!" Harv memasuki kembali ruangan istrinya.


Sejujurnya Will sudah menerima sebagian informasi mengenai kecelakaan nyonya mudanya. Hanya saja melihat keadaan tuannya seperti saat ini dia sendiri tidak berani mengungkapkannya saat ini juga.


"Dengan begini Tuan sudah menunjukan jelas kelemahannya, kedepannya aku tidak tahu lagi akan seperti apa!" gumam Will segera menugaskan beberapa bodygard untuk berjaga di tempat mereka.


Harv telah berada di kamar menatap istrinya yang tertidur pulas dengan wajah pucat namun masih telihat mempesona. Harv menarik kursi kecil duduk di samping ranjang dan dengan hati-hati menarik salah satu tangan Fay.


"Maafkan aku sayang, aku tidak menjagamu dengan benar..." sesal Harv mencium tangan Fay.


Harv bangkit menyeka sudut mata Fay yang masih menyisakan air matanya. Harv menggeser tubuh Fay perlahan dan mencoba berbaring di pinggir ranjang dengan memeluk istrinya.


"Fay, istriku hanya akan ada kamu seorang Sayang..." bisik Harv lirik di cuping telinga istrinya.


Dalam satu tahun terakhir tidak pernah sekalipun Fay terlibat kecelakaan, walaupun hari dimana pertama kali Fay bisa menggunakan mobilnya. Harv sendiri memberikan fasilitas mobil untuk Fay bukan sembarang mobil. Kendaraan yang di terima oleh Fay adalah kendaraan yang sudah di modifikasi sedemikian rupa oleh anak buah Harv tanpa sepengetahuan Fay tentu saja. Tanpa orang awam tahu mobil biasa Fay itu merupakan mobil anti peluru, saat terjadi tubrukan naas itu justru mobil pihak lain yang rusak parah sedangkan dia sendiri selamat dari cedera.


Harv telah memperhitungkannya sedari awal dia memutuskan menikahi Fay, musuhnya teramat banyak baik di dunia komersil bahkan di dunia jaringan hitamnya. Alasan mengapa selama ini Harv menyembunyikan identitas istrinya dan selalu berulah dengan rumor kedekatan dirinya dan para artis ternama semua hanya sebagai bentuk pengalihan musuhnya.

__ADS_1


Faye Yvonna adalah kelemahan terbesar Harvey Smith. Saat dunia tahu siapa istrinya, di saat itulah semua musuh menargetkan Fay untuk menangkap ikan besar tuan muda pertama Smith. Harv sudah jatuh cinta pada Fay sejak pertama kali mereka bertemu, sayangnya demi memuluskan penjagaan Harv atas Fay, istrinya justru salah paham selama ini. Fay terus berfikir bahwa suaminya itu tidak pernah mencintainya, rumor kedekatan Harv sukses memporak-porandakan perasaan Fay yang sama memiliki rasa terhadap suaminya sejak pertama kali mereka berjumpa.


---


Keesokan harinya...


"Uughh..."


Fay terjaga dari tidur lelapnya, hanya saja dia merasakan adanya beban berat di belakang tubuhnya. Fay menghirp aroma yang sangat dia hafal dengan suara dengkuran halus dari mulut si pria dan juga tangan besar yang merangkul pinggangnya membuat Fay kembali di dera perasaan sendu sepagi buta ini.


Dia hanya bisa terdiam tanpa ingin membangunkan suaminya, dia juga tidak berniat untuk mengusir Harv semua akan terasa percuma seperti saat ini. Semalam Fay sudah bertingkah impulsif sekalipun Harv tetap kembali datang dan tidur disampingnya.


"Heh definisi suami diktator!" gumam Fay mengejek Harv lirih.


Fay kembali membuang nafasnya kasar, dia tengah kembali di buat berpikir keras bagaimana baiknya kedepan akan kehidupannya.


'Kekasihnya sudah kembali, apa mungkin dia akan menceraikanku sekarang? Apa aku harus memulai bertanya padanya?'


Saat Fay tengah bermonolog dalam dirinya, Harv terbangun mengulas senyum pasalnya Fay tidak langsung mengusirnya saat ini.


"Morning Cutie..." sambut Harv mencium pipi Fay lembut.


Fay tersentak namun tetap terdiam saat ini, Fay mengatupkan bibirnya erat saat wajah Harv masih berada di ceruk lehernya dan membuat gerakan seperti mengenduskan hidung disana. Harv benar-benar tidak menyangka hanya seperti ini saja gairahnya langsung bangkit dari alamnya.


"Haarvv a kuu ti daak bi sa na faas!" Fay merasa tertekan dengan rangkulan tubuh Harv yang semakin erat menekan dirinya.


"Ups, maaf Honey... Aku sungguh rindu... Aku sungguh takuut...." Harv melepaskan rangkulan tangannya menatap sendu wajah istrinya.


"Kau sungguh membuatku takut Cutie... Jangan usir aku lagi..." rengek Harv di depan wajah Fay.


Fay terpaku sulit percaya apa yang dia dengar dari mulut suaminya yang terasa nyata saat mengucapkannya.


"Aku minta maaf sayaaang... Aku sungguh teledor saat ini... Kamu boleh menghukumku sesuka hatimu tapi tidak dengan mengusirku... Aku tidak mau lagi jauh darimu Faye Yvonna Smith! Istriku satu-satunya... Hanya kamu yang aku inginkan..." Harv menggenggam kedua tangan Fay dan menciumnya lembut.

__ADS_1


Dari tempat Fay dia bisa melihat bahkan tangannya sudah merasakan air mata Harv yang jatuh dari netranya.


"Jawab aku Cutie... Aku juga tidak sanggup di hukum dengan tingkah acuhmu ini!"


"Kamu boleh meminta apapun hartaku, sumber dayaku semua aku akan lakukan! Tapi tidak dengan mengacuhkanku, mengusirku, meninggalkanku, dan aku ingin kamu terus bercicit, memaki, menjerit aku tidak peduli asal kamu tidak mendiamkanku FAYE~" rengek Harv terlihat seperti anak-anak yang merengek meminta mainannya.


Mau tak mau Faye menunjukan senyum singkatnya membuat hati Harv tenang.


"Faye Yvonna... I love you... Aku benar-benar mencintaimu... Percayalah padaku!" Harv mengusap lembut wajah istrinya, dia menatap tajam namun penuh makna sayang pada istrinya.


DEG!


Fay terdiam, baginya kata cinta Harv memang bukan yang pertama kali dia dengar. Terlebih saat ini Fay tengah mengosongkan hatinya. Sudah cukup dia tertipu oleh kata manis suaminya itu, bagi Fay saat ini bagaimana caranya dia keluar dari lingkaran yang tak berujung ini.


Keduanya bersikap canggung saat ini, sampai akhirnya Fay merasa ingin ke toilet. Harv membantu Fay dengan hati-hati. Harv menghubungi Will untuk mempersiapkan kebutuhannya dan Fay, tak lama Will telah berada di ruangan dan menaruh semua keperluan tuannya.


"Saya senang anda sudah sadar... Apa anda menginginkan sesuatu Nyonya?" tukas Will ramah di depan Fay.


Fay tersenyum sejenak, kemudian dia menggelengkan wajahnya.


"Anda jangan sungkan Nyonya... Oh iya, Tuan begitu mengkhawatirkan anda... Setelah beliau tahu anda di kediaman besar dia langsung─"


"Aku baik-baik saja..." potong Fay segera dia tahu Will akan mencoba mencuci otaknya untuk memenangkan tuannya kembali.


'Aku harus hati-hati pada pelayan setia Harv satu ini!' umpat Fay dalam hati.


Sejurus kemudian Fay ingat sesuatu dan ingin memastikannya pada asisten kepercayaan suaminya itu.


"Eh, ehm... Mengenai mobilku? Apa kamu tahu bagaimana kondisinya? Apa sangat parah?" cicit Fay kemudian. "Satu lagi, bagaimana juga kondisi yang menabrakku?"


Will tersenyum mengerti maksud Fay. "Mobil anda sudah di urus oleh pihak asuransi. Jika anda masih menginginkannya saya akan melakukan prosedur perbaikan, atau mungkin anda ingin mengganti yang baru?"


"Ah tidak perlu, jika tidak begitu parah aku hanya minta tolong lakukan perbaikan. Semua biaya tolong kirimkan saja padaku. Semua hal kecil ini sepertinya tidak perlu Harv ikut campur." titah Fay di sambut anggukan kepala asisten pribadi Harv.

__ADS_1


'Nyonya, jika anda tahu bahwa mobil anda seharga rumah villa yang anda punya mungkin anda tidak akan percaya... Bengkel mana yang berani menyentuh mobil anda, mobil yang menabrak mobil anda saja rusak parah..' batin Will terkekeh.


To be continued...


__ADS_2