Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 51 : Harga sebuah dendam


__ADS_3

Angella mengepalkan kedua tangannya erat, kebenciannya kepada Faye semakin bertambah kuat. Dia bersumpah akan membalaskan rasa sakit yang dia terima saat ini.


Angella sudah berada di tempat dimana dia butuhkan saat ini. Dengan membawa luka di batinnya bahkan rasa perih di pipinya masih terasa dia berjalan tegap seolah siap menerjang badai.


"Aku harus segera memanfaatkan Tuan Jie untuk membalaskan dendam pada Faye!!" gumam Angella lirih dengan tekad yang bulat.


"Aku ingin bertemu tuan Jie..." ketus Angella namun tidak juga menghentikan langkah kakinya menunggu persetujuan.


"Tunggu sebentar nona..." hardik sekretaris CEO. "Tuan Jie sedang melakukan rapat, silahkan anda menunggu di ruangan ini..." ujar sekretaris menghentikan langkah kaki Angella.


"Tidak, aku ingin menunggu di ruangannya." tolak Angella angkuh.


"Tapi nona..."


Tanpa persetujuan sekretaris tuan Jie dan membuang waktunya, Angella telah memasuki ruangan sugar daddy-nya tanpa rasa malu.


Terdengar sekretaris cantik itu hanya bisa mendengus kesal, mau bagaimana lagi walau pamor Angella telah hancur namun wanita itu telah menjadi simpanan bosnya. Hal yang menguntungkan bagi Angella adalah tuan Jie tidak pernah melarang sikap Angella yang arogan dan semena-mena di JiE walau jelas sudah di depak dari agensi besar itu.


Braaak!


"Tuan nona Angella─"


Sekretarisnya ingin menjelaskan keberadaan Angella yang seenaknya masuk tanpa ada ijin sebelumnya. Angella yang pada dasadnya merupakan artis terbaik segera menghardik ucapan sekretaris tuan Jie dan menyambut hangat prianya lebih dulu.


"Honeeey..." Angella yang tengah menunggu berbalik badan dan mendekati prianya dengan manja yang dibuat-buat.


Bakat artisnya memang bukan hanya isapan jempol semata, dia bersyukur hal ini tidak begitu menyulitkannya. Berpura-pura menjadi ja lang di hadapan pria brengsek yang telah merenggut kesuciannya seolah hal yang lumrah.


"Baby, kenapa kamu tidak mengabariku lebih dulu?!" sambut tuan Jie merangkul balik Angella.


"Kejutan..." seru Angella sumringah.


Sekretarisnya menunjukan wajah jengah, dia segera keluar ruangan. Tuan Jie merangkul mesra pinggang ramping Angea, sedangkan bibirnya telah ia kunci di bibir seksi wanitanya.


"Aarghh... Ssshhh..." ******* lirih mulai keluar dari mulut Angella saat jemari besar tuan Jie mengabsen titik sensitif wanitanta.


'Dasar tua bangka, tiap kali bertemu tiap kali bertingkah cabul!!' rutuk Angella merasa terhina. Lagi-lagi hal ini menjadikan Fay sebagai pelampiasan takdir buruk yang menimpanya saat ini.


Walau dalam dirinya mengumpat, hanya saja tubuhnya berkata lain. Dia tidak menampik bahwasanya dia juga sangat menikmati permainan tuan Jie yang sangat berpengalaman dalam memuaskan hasrat wanitanya. Angella bisa berkali-kali orgasme dalam waktu yang singkat jika sudah bertempur di atas ranjang.


"Ada apa hmm?!" Tuan Ji melepaskan tubuh wanita barunya, dia berajak menuju kursi kebesarannya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam laci meja kerjanya seolah mengerti maksud tujuan kedatangan Angella.


Trak...


"Pakailah... Apa kamu sudah tidak tahan untuk berfoya-foya heh?!" Tuan Jie menaruh salah satu kartu black card miliknya, semakin menegaskan status Angella yang kini sebagai simpanan para pria pengusaha.

__ADS_1


Angella merasa miris dengan hidupnya saat ini, dengan berpura-pura tidak terjadi perang di dalam hatinya Angella mendekat mengambil black card terbarunya.


Sejujurnya dia masih mempunyai pundi keuangan, namun semenjak di boikot dari jagat media, beberapa kerja sama dengan klien membuat dia tidak mempunyai pemasukan kedepannya.


"Terima kasih honey," Angella mendekat dan duduk di pangkuan prianya, dia berinisiatif mencium bibir penuh pria yang memancarkan kewibawaan dan ketampanan yang masih jelas terlihat.


Entah mengapa ada rasa tak biasa hinggap di diri Angella saat menatap wajah tuan Jie kali ini. Sudah sepekan dia menjadi pemuas naf su bejad bosnya, setiap malam dia akan mendesah di bawah kungkungan pria yang telah beristri itu.


"Apa kamu tidak ingin bermain dengan ku lebih dulu?!" bisik Angella menggoda, jemari lentiknya telah melonggarkan dasi dan membuka beberapa kancing kemeja prianya.


"Mmmm..."


Tuan Jie yang di beri ransangan seperti itu tentu tidak menolak, dia langsung menyesap bibir menggoda Angella yang membuatnya candu luar biasa. Bahkan tidak pernah terjadi dalam hidup tuan Jie meninggalkan istrinya selama sepekan dia tidak pulang ke kediamannya demi bisa bersama Angella sepanjang malam.


Di dudukannya Angella di atas meja kerjanya, dengan melebarkan dan mengangkat kedua kaki wanitanya membentuk M shape, Dengan lihai tuan Ji memulai aksi panas mereka.


"Aarrrghhh... Aarrrghhh... Aarrrghhh..."


Suara lenguhan dari keduanya terdengar di ruangan yang cukup besar yang kini mulai dirasakan suhunya menjadi sedikit lebih panas.


"Honeeey kamu benar-benar sangat perkasa sayaaang!" racau Angella saat senjata tumpul pria tua yang selalu ia ejek menghujam tepat di area * **** miliknya yang memberikan berjuta rasa kenikmatan disana.


"Aaaaarrrghhhh!!" erang keduanya saat mereka mencapai puncaknya bersamaan.


"Kau memang yang terbaik sayang..." ujar tuan Jie mencium bahu polos Angella setelah menembakkan benihnya ke dalam rahim Angella tanpa pengaman.


'Tidak ada yang gratis di dunia ini memang, selalu ada harga yang di keluarkan untuk memperjuangkan sesuatu, toh aku menikmatinya juga.' batin Angella pedih mengenakan kembali pakaiannya.


Angella kembali mencium bibir tuan Jie sebelum ia pamit. "Apa malam ini tuan Jie bermalam di tempatku lagi?"


"Kita lihat nanti ya, sudah sepekan aku tidak pulang... Sangat berbahaya jika Lili mengetahui hubungan kita." terang tuan Jie memainkan hidung mancung wanita ranjangnya.


"Sebal!" rutuk Angella manja. "Apa mungkin anda mau menceraikan nyonya Li dan menikahi aku?!" kata spontan Angella membuat tuan Jie terkejut dan menggelengkan wajahnya.


Terukir senyum tipis yang entah sejak kapan begitu menggoda Angella untuk kembali menyesap bibir penuh sensual itu.


'Sialan, kenapa dia terlihat jauh lebih menggoda dari Harvey sekarang?!' Angella segera bangkit sebelum pikiran anehnya mempengaruhi hatinya.


Tuan Jiemenarik tangan Angella "Apa kamu lupa sebelumnya kamu bahkan menghina aku tua bangka? Sekarang kamu menginginkan status lebih tinggi dari sekedar wanita simpanan hmm?!"


Angella menyeringai kembali menunjukan rasa ketidak-sukaannya. "Apa kamu tidak melihat aku hanya menggoda saja, anggap saja ini bagian dari peran yang aku mainkan saat ini!"


"But thanks honey, aku tidak akan sungkan menggunakan uang di dalam sini!" Angella menggoyangkan black card terbarunya di hadapan tuan Jie sebelum akhirnya ia masukan ke dalam tas kecil miliknya.


Tuan Jie mengusap dagunya takjub dengan jawaban Angella. Dia sendiri tidak menyangka, bahwa artis terbaiknya itu mampu membuat ia bisa bertahan hanya satu wanita yang ia mainkan selama sepekan ini.

__ADS_1


Mengetahui Angella masih perawan tuan Jie tidak pernah menggunakan sarung karet pengaman senjatanya, dia bahkan tidak peduli membuang benihnya di dalam atau di luar selama itu membuatnya sangat puas dia tidak berpikir panjang.


Sudah bukan rahasia jika tuan Jie memiliki wanita di setiap kota bukan hanya satu dan dua. Kadang dia juga bermain dengan beberapa wanita sekaligus. Tetapi semenjak menyentuh tubuh Angella, pria itu enggan mendapat gangguan dari yang lainnya.


Dia sendiri mengabaikan istri yang selama ini dia hormati, hanya karena istrinya sangat dingin di rumah alasan pria tua itu masih saja jajan disana-sini. Kedua anaknya juga telah dewasa bahka hanya terpaut beberapa tahun dengan Angella.


"Malam ini aku akan kembali ke tempatmu, jadi bersiaplah... Aku ingin merasakan sesuatu yang baru!"


Angella membalikan tubuhnya, melebarkan senyumnya "Okey honey, aku akan membuat mu melupakan orang rumah dan terus menempel denganku!!"


"HAHAHAHA... Aku sangat menyukainya..."


"Pergilah, rawat lagi dirimu sebaik mungkin... Aku akan memakanmu sepanjang malam sampai kamu tidak bisa lagi berjalan normal!"


"Uuu... Aku sungguh takuuut... Tapi aku sangat menantikannya!!"


Angella pergi dengan perasaan bahagia, mengapa ia begitu senang saat mengetaui pria itu memilih kembali pulang ke rumahnya yang jelas-jelas telah memiliki rumahnya sendiri bersama wanita lain yang tak lain istri sahnya.


---


Mall besar Kota XY.


Bruuukk!!


"Ups maafkan saya nona..."


Faye menatap nanar es krim cone miliknya yang tengah terjatuh di lantai karena ulah seseorang.


"Makanya jalantuh liat-liat dong!" sungut Venesh sewot membantu Faye mencerca orang yang membuat langkah mereka terhenti. "Jalan ini segini lebarnyaaa, kamu pasti sengaja!!!" Vanesh kembali tidak mau berhenti mmencerca


"Aku sungguh minta maaf nona, saya tidak sengaja. Saja tadi buru-buru." ucap si pria terdengar benar-benar menyesali perbuatannya.


"Kalau begitu bagaimana jika aku menggantikannya dengan es krim yang baru?"


Si pria merasa bersalah atas tindakannya dan bersiap bertanggung jawab atas kesalahannya itu.


"Ah sudahlah, hanya es krim saja tidak perlu anda ganti saya mengerti." ujar Fay menolak tawaran si pria tak dikenalnya.


"Ish Faye, lu mah suka gitu!!" umpat Vanesh tiba-tiba tidak sejalan. "Ga boleh loh nolak rezeki, terlebih di depan kita ini cogan!!"


Vanesh menarik lengan Fay dan berbisik di telinga wanita itu, Fay seketika membuka mulutnya lebar dan mengerti mengapa dia membantu mencerca si pria sebelumnya. Temannya memang tidak pernah insyaf memangsa para cogan!


Si pria yang menyadari jadi bahan perbincangan kedua wanita yang cantik itu mengulumkan senyumnya.


"Bagaimana? Aku ganti sekarang ya... Pleasee, aku merasa tidak nyaman sudah menghilangkan kesenangan seseorang!" ujar si pria bahkan terdengar memelas.

__ADS_1


Atas desakan Vanesh dan si pria tidak dikenal akhirnya Fay menerima tawaran untuk menggantikan es krimnya yang terjatuh.


To be continued...


__ADS_2