Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 40 : Panas


__ADS_3

♡ OHAYOU Reader Tersayang Aku Gak? ♡


Di karya ini rasanya othor belum pernah menyapa samsek ya? Tar dikira syomboong... Aku lagi syomboong─ bong─ bong─ (Apa sih Thor 🤭)


Pertama-tama othor haturkan TERIMA KASIH BANYAK ATAS DUKUNGAN KALIAN DI KARYA INI.


Peluk jauuh, othor cuma bisa balas dengan doa semoga yang baca, yang terus dukung, yang kasih apresiasi, yang suka dengan ceritanya sehat selalu, bahagia, di lapangkan rezekinya di mudahkan urusannya aamiin...


Sepertinya othor bakalan crezy up and I'm crezy more then ever daah! Hahaha


Tapi sebelumnya dukuuung othor doong biar semangaaaat 45 melawan penjajahan rasa malas dan ketidak femesan yang membuat karya ini sulit di temukan orang hahaha.


Ga papa othor sudah biasa sih ya, semoga othor masih semangat berkarya layaknya tuyul dan menghasilkan walau tak kelihatan.


O(〃^▽^〃)o


Selamat membaca dan semoga terhibur...


❀(*´▽`*)❀


𖠇 ﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌ 𖠇


"M-Maaaf Tuaan... Sa-saa sa ya─" Si bandit yang tersisa tidak bisa berucap dengan jelas, tubuhnya bergetar hebat. Dia bisa selamat dari sana kemungkinannya hanya ada kosong banding satu juta.


Harv tidak peduli pada si pria dia segera berlari menuju tempat istrinya. Dia memeluk erat Fay segera.


"Maafkaaan aku sayaaaang..." seru Harv memeluk erat istrinya. Harv tidak menyangka akan ada waktu dimana dirinya ketakutan luar biasa seperti saat sekarang ini.


"Huhu..." rintih Fay bahagia suaminya tepat waktu menyelamatkan hidupnya sedari dulu hingga saat ini. "Aku sungguh senang kamu mendengar jeritan hatiku!" ucap Fay di sela isak tangisnya.


Harv mengeratkan matanya, melonggarkan pelukan dan berencana membuka tali yang mengikat istrinya.


DEG!!


Mata Harv memerah seketika saat melihat wajah Fay yang membengkak dan memerah bekas tamparan keras si bandit.


"Kau terluka?!" lirih Harv menyentuh wajah Fay dengan perasaan marah, bahkan sudut bibir Fay pecah mengalirkan darah.


Harv bangkit segera, dia tengah mengaktifkan mode iblisnya. Fay terpaku dengan sorot mata tajam Harv yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Sorot mata seperti pemburu yang memburu mangsanya.


Aura di sekeliling ruangan berubah beku seketika. Si pria yang akan bertemu malaikat pencabut nyawa sebentar lagi itu semakin pucat dengan tubuh yang bergetar. Bahkan pria itu saat ini tengah buang air kecil di tempat saking ketakutannya melihat tampilan Harv saat ini.


Harv tengah mengaktifkan mode pembunuh berdarah dinginnya, selain julukan Si Raja Bisnis Komersialnya. Harv juga mendapat julukan Raja Kegelapan Dunia Hitam yang hanya di ketahui oleh pelaku usaha di pasar gelap di seluruh belahan dunia.


"Cutie, tangan mana yang sudah berani menyentuhmu hm?!" tanya Harv dingin pada Fay.


Fay merasa kerongkongannya tengah di jejal bola beku besar membuatnya kesulitan berbicara.


Perlahan Harv berjalan mendekati si pria dengan tatapan merah menyala dengan cepat Harv mematahkan salah satu tangan si pria.


"Kanan?"


KRAAAKK!!

__ADS_1


"AAAARRRRKKKKK!!!"


Suara tulang yang seperti terbelah terdengar jelas di ruangan, Fay sampai mual mendengarnya. Di tambah jeritan kesakitan dari si bandit naas.


"Atau kiri?"


KRAAK!!


"AAAAAARRRRRKKK!! AM AM PUUUUNN TU AAAANN!!"


BUUUG!!


BUUUG!!


BUUUG!!


Dengan emosi yang sudah memuncak Harv memukuli wajah dan tubuh si pria berperawakan kurus. Harv terus memukul keras dengan membabi buta. Walau sudah tersungkur bahkan terhuyung sekalipun dengan bantuan anak buahnya si pria naas di bangkitkan kembali untuk menerima pukulan tuannya.


Darah segar keluar dari tubuh pelaku kejahatan selain mengenai tubuh Harv bahkan cipratan darah si pria hampir mengotori ruangan. Harv tidak akan berhenti menyiksa pria yang berani menyentuh istrinya.


Will yang awalnya menodongkan senapan dengan sigap menggantikan tuannya membuka ikatan di tubuh nyonya mudanya. Tubuh Fay terpaku tidak bisa di gerakkan walau dia sudah terlepas dari ikatannya. Dengan cepat Fay menutup mulut dengan kedua tangan.


Rasanya ruh dan raganya terpisah saat ini melihat bagaimana kejamnya seorang Tuan Muda Smith yang selama ini memperlakukannya dengan kelembutan berubah menjadi bringas sepenuhnya.


Bruuuukk!!


Tubuh si pria kembali tersungkur di lantai, seluruh pakaiannya telah berganti warna menjadi warna merah darah dan bau amis yang menguar di indra penciuman semua orang di sana.


Harv mendekat dan berjongkok mengangkat rambut basah si pria mendongakkan wajahnya.


"I-I─"


BRAAK!


Tanpa ingin menunggu si pria menyelesaikan kalimatnya Harv tengah membenturkan kepala pria itu.


"Aaarrghh!!" Fay menjerit ketakutan dan pingsan.


Harv tersadar, dia berbalik badan melihat istrinya yang terjatuh di topang oleh Will.


"CUTIIEE!!" pekiknya segera menghampiri Fay.


"Maafkan aku... Aku membuatmu takut!" Harv mengambil alih menggendong tubuh Fay.


"Kamu tahu harus melakukan apa?!" titah Harv pada Will.


Will menunduk mengerti, Harv meninggalkan gedung tua itu membawa tubuh lemah Fay secepatnya pulang ke rumahnya. Saat tengah membaringkan tubuh Fay di kursi samping istrinya itu terbangun.


"Harv..." lirih Fay.


"Kamu sudah sadar?" Harv mendekat mengusap wajah Fay perlahan. Dia tidak akan pernah mengampuni siapa pun yang berani melakukan hal ini pada istrinya.


"Harv... Panaaass... Sentuh aku!" rintih Fay obat afrodisiak masih bereaksi ditubuhnya.

__ADS_1


"OOHH SHHIIITTT!!" umpat Harv emosi. Selain menyiksa istrinya ternyata mereka berencana menodai Fay.


Harv segera menancap pedal gas kendaraannya menuju kediaman. Fay terlihat frustasi membuka kancing terusannya.


"Harv aku tidak tahaaan..." rengek Fay segera menggoda suaminya dengan meraba bagian sensitif dari prianya.


"Aarghh shiit... Faaay... Sebentar sayaaang! Kita akan segera sampai!!" Harv semakin menekan pedal gasnya.


Sesampainya di basement penthouse, Fay tidak sabar langsung menerkam suaminya. Mereka berdua memadu kasih di dalam mobil sempit Harv.


"Oouuhhh Fayee!! Sempiiiiit!!" racau Harv saat senjatanya kembali menerobos pintu surgawi serta sangkar emasnya.


"Oouughh!! Fasteeer Honeeey!!" sahut Fay semakin menjadi.


Mobil Harv dari luar terlihat tengah bergoyang tak beraturan. Harv sudah menggagahi istrinya selama satu jam di dalam Bugatti la voiture noire sempitnya.


Harv mengenakan jas mikiknya di tubuh polos Fay, terusan Fay sudah terkoyak di tinggalkan Harv di dalam mobil mereka yang sudah basah seperti terkena banjir. Sepanjang jalan Harv melengkungkan senyuman lebarnya. Istrinya merangkulnya erat menutup kedua matanya.


"Aku akan memperketat keamananmu sayang..." lirih Harv mencium kening istrinya.


Tak lama Harv telah kembali ke dalam unit rumah milik Fay, semua pelayan terkejut dengan keadaan mereka. Apalagi saat mencium bau amis darah dari tubuh tuannya.


Harv membawa Fay untuk membersihkan dirinya. Dengan perlahan Harv membersihkan tubuh Fay dengan telaten tanpa melukainya. Harv masih menyalahkan dirinya yang tidak melindungi Fay dengan baik. Wajah Fay sampai bengkak bahkan bibirnya terluka.


Setelah selesai Fay di baringkan kembali di ranjang besar mereka. Harv sudah menghubungi dokter keluarga. Dokter Yun, saat pria itu memeriksa kondisi Fay, Harv membersihkan dirinya.


"Bagaimana keadaanya?!" tanya Harv langsung setelah Yun selesai memeriksa nyonya muda Smith.


"Pengaruh obat sudah kamu atasi bukan?! Dia hanya butuh istirahat. Ini ada obat luka oles untuk wajahnya." ucap dokter menjelaskan.


"Kamu kalau bermain dengan wanitamu pelanlah sedikit! Jangan sampai melukai dirinya..."


"Hehe!"


Harv cengengesan di depan sahabatnya itu, keduanya keluar dari kamar membiarkan Fay beristirahat dengan tenang.


"Sepertinya kamu sedang sibuk?! Sampai Fay bisa terluka seperti ini?!"


Keduanya berbincang di balkon mansion.


"Kau jatuh cinta padanya?!" goda Yun.


"Heh, Ya..." kekeh Harv tidak menyangkal kali ini.


"Sejak kapan?!"


"Aku tidak tahu pasti, mungkin sejak awal aku berjumpa dengannya. Senyuman dan tubuhnya membuat aku nyaman."


"Hahaha!!" pecah tawa Yun, karena dia tahu si manusia Es Batu ini paling sulit jatuh cinta.


"Aku doakan untuk kebahagianmu bro!! Semoga kamu cepat di beri momongan setelah ini!" Doa sahabatnya dengan menepuk bahu Harv bangga.


Harv tersenyum lebar, dia sendiri berharap tak lama lagi dia bisa bergelar menjadi seorang Ayah. Dengan begitu dia akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2