Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 73 : Early Gift


__ADS_3

"Pah!"


Suara seorang perempuan yang di kenali tuan Jie membuatnya mendelik ke arah asal suara secepatnya.


"Sayaang?!"


Dengan gugup tuan Jie memanggil istrinya, dia beruntung Angella telah meninggalkan kantor sebelumnya, akan sangat berbahaya jika simpanannya itu masih disana. Walau tuan Jie memang merencanakan sebuah perceraian tapi dia juga bukan tipikal pria yang gegabah.


"Apa kamu begitu sibuk, sampai sekretaris mu bilang kamu tidak ingin di ganggu!!" Nyonya Li berjalan mendekati meja kebesaran suaminya.


"Maafkan aku sayaang, kamu lihat sendiri aku tengah melakukan apa?!"


Nyonya Lili masih berdiri di hadapan suaminya, dia mengernyitkan keningnya. Tidak biasanya suaminya mengabaikan kedatangannya. Biasanya dia akan menyambut hangat dan merangkulnya. Wanita itu tidak ingin mempermasalahkannya dan menarik kursi menatap suaminya penuh selidik. Dia melihat ada bekas kemerahan di leher suaminya.


Dengan menundukan kepala dan terkekeh lirih hatinya seperti di hunus dengan belati. Benda itu kecil, namun cukup mampu membuat jantungnya mengeluarkan darah kesakitannya.


"Ada apa sayang?!" Tuan Jie menaruh penanya setelah dia selesai menandatangani beberapa berkas yang masih dikerjakannya.


"Ada apa?! Hah?!" Nyonya Li tertawa mengejek kondisi mereka saat ini. "Kamu pergi begitu saja di pesta ulang tahun putrimu. Aku bahkan tidak bisa menghubungimu untuk sekedar menanyakan kondisi dan keberadaanmu!" sambungnya menatap tajam tuan Jie.


"Lantas, sampai detik ini kamu tidak mengatakan apapun?!!" Terdengar suara nyonya Li seperti lelah dengan keadaan mereka.


"Aku minta maaf sayang... Semalam aku memiliki masalah!" Tuan Jie memutar otaknya agar tidak perlu menyeret Angella. "Kau tahu? Baru saja Tuan Smith keluar dari ruangan ini dan mengancam menutup JiE!!" pekiknya terlihat frustasi. "Aku tengah pusing!!" timpalnya meyakinkan istrinya.


Tuan Jie sungguh berterima kasih pada Harv yang tiba-tiba saja mendatangi dan mengancamnya. Semua bisa dia gunakan menipu istrinya saat ini.


"Benarkah?!" Nyonya Li menyelidik tidak ingin mudah percaya.


"Huh, harusnya kamu sudah tahu beberapa minggu yang lalu SG Company sudah mengambil alih atas kuasa saham di JiE!" dengus tuan Jie harus semakin meyakinkan.


Nyonya Li tertegun, melihat raut wajah suaminya tentu semua bukan kebohongan. Nyonya Li sendiri mengetahui krisis yang di alami JiE bahkan pasca kasus yang menimpa salah satu artis kebanggan JiE.


"Aku mengerti kesusahan dan kesibukanmu." Nyonya Li kembali pada masalahnya. "Apa hal itu juga membuat kamu mengecewakan hari jadi putrimu Hah?!" sambung nyonya Li terlihat jelas dengan raut wajah yang kecewa di hadapan tuan Jie. "Dia sungguh sangat berharap banyak atas keberadaanmu!!"


"Huh! Aku akan minta maaf padanya!!" hardik tuan Jie cepat.


Nyonya Li tidak percaya akan perubahan yang cukup signifikan terjadi pada suaminya itu. Dia mulai mencium bau pengkhianatan dari suaminya yang memang bukan hal baru baginya.


"Hanya itu?" lirih nyonya Li kemudian dia bangkit. "Baiklah, jangan lupa janjimu meminta maaf pada putrimu!" ancam nyonya Li di hadapan tuan Jie yang sedikit acuh saat ini. "Jaga kesehatanmu!"

__ADS_1


Nyonya Li berbalik dan keluar dari ruangan suaminya.


"Heh, tahu apa kamu tentang kesehatanku?!" sahut tuan Jie sedikit tersulutkan emosi.


Deg!


Nyonya Li terhenti, dia berbalik badan dan kembali menatap suaminya dengan tatapan sulit dia artikan.


"Bukankah selama ini aku pulang pun kamu tidak melayaniku dengan baik?" Tuan Jie menatap seolah mengejek istrinya. "Kau hanya akan sibuk dengan duniamu, kau juga hanya peduli akan anak-anak saja. Kau tidak tahu caranya melayani seorang suami!" imbuhnya seperti menampar wajah nyonya Li dengan keras tepat di wajah cantiknya.


Perkataan sinis dan sarkas yang diterima nyonya Li bukannya membuat wanita paruh baya itu melunak. Dia kembali melangkahkan kakinya dan mendekati tuan Jie.


"Heh, maksudmu aku harus seperti ini?!" Nyonya Ji mendekat ke tempat dimana tuan Ji berada. Pria itu termangu dengan tingkah istrinya yang kini memaksakan duduk di pangkuannya.


Nyonya Jie sempat menatap tong sampah yang penuh dengan tissue dalam jumlah banyak yang tidak tahu di gunakan untuk membasuh apa!


Nyonya Li kembali menatap suaminya, menaruh kedua tangan di bahu tuan Jie. "Apa kamu berharap aku berinisiatif seperti ini Sayang?!"


"Sebenarnya aku sangat ingin, tapi sepertinya sebelum kedatanganku sudah ada wanita lain yang sudah memuaskanmu bukan?!" Nyonya Ji terus mencerca suaminya dengan tingkah yang justru begitu manja. "Kau tahu sendiri kebiasaanku. Aku tidak mau bersenggama dengan lelaki yang belum membersihkan dirinya!!" bisik nyonya Li menekan jari telunjuk di dada suaminya. "Bahkan wangi wanita itu saja masih menempel di tubuhmu!!"


Semua perkataan nyonya Li sukses membuat kedua bola mata tuan Jie seolah ingin terlepas dari sarangnya.


Dengan anggun nyonya Li keluar dari ruangan meninggalkan suaminya yang masih terpaku di tempatnya. Jelas tuan Jie tidak bisa menghardik ucapan istrinya saat ini.


"Hah!!" Dengus tuan Jie mengatur debar jantung dan pernafasannya. "Wanita itu semakin hari semakin menyeramkan. Mengapa dulu aku mau menerima perjodohan dengannya!!" rutuk tuan Jie memukul meja.


"Aku sungguh menyesal!!"


Braak!


***


Hari ini Fay sudah di ijinkan pulang dari rumah sakit, dia begitu bersemangat. Saking terlalu bersemangatnya dia begitu manja pada Harv.


"Apa kamu menginginkan sesuatu sebelum kita pulang Cutie?" tanya Harv memastikan kebutuhan istrinya.


"Ehm.." Fay menggeleng perlahan, dia justru tengah melingkarkan kedua tangan di bahu suaminya. "Aku ingin kamu..." bisik Fay membuat wajah Harv merona sempurna.


"Aku tidak jamin tidak memakanmu nanti di rumah." ancam Harv sedikin bercanda.

__ADS_1


"Justru aku menginginkannya." lirih Fay malu-malu membuat Harv gemas sendiri saat ini.


Harv menjalankan mobilnya segera, dia sudah tidak sabar melakukan penyatuan dengan wanitanya. Sudah beberapa hari mereka absen melakukan olahraga yang menyehatkan jasmani dan rohani itu.


Kamar Utama Condo Luxury...


"Aargghh... Arrghh..." lenguh Fay saat bibir suaminya mulai menyentuh permukaan kulit tubuhnya.


"Sayang... Apa tidak mengapa aku melakukannya?" Harv menghentikan kesenangan yang membuat wajah Fay merengut sebal.


"Maksud kamu apa? Kamu gak mau ya?" sungut Fay sebal meruntuhkan hasratnya.


"B-Bukan begitu sayang... Yun bilang kamu harus bedrest takutnya masih mengalami pendarahan." terang Harv mengusap lembut wajah Fay.


"Aku sudah pastikan aku tidak berdarah lagi kok!" timpal Fay membela diri.


Harv sedikit terdiam, normalnya jika Fay tengah menipunya dia harusnya menyelesaikan dengan mengatakan bahwa dirinya dalam keadaan mestruasi. Tatapan Harv membuat Fay akhirnya menyerah dan terkekeh perlahan.


"Aku sudah tahu, kamu mengetahui kehamilanku kan Sayang?" Fay mendekatkan wajahnya dengan senyuman terbaiknya. "Happy early gift birthday, Daddy!!"


Fay mencium bibir Harv lembut setelah memekik memanggil suaminya Daddy. "Sebelumnya aku meminta Yun untuk merahasiakan kehamilanku. Aku tidak tahu harus memberikan hadiah ulang tahunmu seperti apa. Kamu sudah punya segalanya... Aku yang miskin ini bisa beli apa?" ujar Fay sendu.


Bruuukk!!


"Kau bodoh Faye!!" Harv memeluk erat istrinya. "Kamu adalah hadiah terindah yang Tuhan beri untukku!"


Fay merasa terharu dengan cinta tulus suaminya. Harv melonggarkan pelukan menatap penuh cinta pada istrinya. "Aku tidak percaya Fay, kamu benar menginginkan kehamilan ini?"


"Ya... Aku pikir Mommy jauh lebih tahu... Dia membuang semua obat kontrasepsiku dan aku lupa meminumnya." Perkataan polos Fay membuat Harv menahan tawanya. "Ini salahmu!! Jika bukan karena kamu terus memakanku setiap kita bertemu aku bahkan bosan mengkonsumsi obat itu terus menerus!!" rengek Fay membuat Harv tidak tahan lagi mengeluarkan tawanya.


"Hahahaha..."


"Maafkan aku Cutie... Aku sudah─" Harv berubah murung, dia mengira Fay terpaksa dengan kehamilannya.


"Sayaaaang... Aku sudah bilang, ini hadiah terbaik yang bisa aku berikan untuk ulang tahunmu ini. Daddy..."


Harv tidak menyangka wanita polos di depannya sangat sering membuatnya menangis tiba-tiba, sungguh menjatuhkan harga dirinya. Tapi di depan Faye, apa itu harga diri?


To be continued...

__ADS_1


[ Terima kasih banyak buat pendukung setia buku ini, mohon maaf othor sekarang sering bolos UP othor usahakan mengejar keterlambatan ya... Kadang mood othor naik turun nih... Biar semangat up ayo beri dukungan othor yaa... Saranghaeyooo :)) ]


__ADS_2