Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 57 : Ngidam...


__ADS_3

Fay terbelalak dengan penuturan dokter pribadi itu, hanya saja lagi-lagi sumbu pendek otak Fay mengirim sinyal bahwasanya tentu saja Yun akan memihak pada suaminya. Dia juga pastinya bertugas mencuci otak Fay selain dari pada Will.


"Kau sungguh payah Fay!" umpat dokter itu kesal. "Apa kamu tidak pernah merasakan sikap Harv padamu selama ini? Apa pernah dia melakukan itu selain padamu hm?"


Fay semakin mengatupkan bibirnya, tubuhnya bergetar hebat. Yun menghembuskan nafasnya kasar. "Jangan pernah mencoba untuk menggugurkan kandunganmu. Dia adalah penerus klan Smith, jangan pernah mengaktifkan mode Raja Iblis Harvey, kau tidak akan pernah tahu dan tidak akan sanggup bertahan dengan kengeriannya."


DEG!


Fay mengusap lembut perut ratanya, dia melengkungkan senyuman di depan Yun. "Bulan depan adalah anniversary pernikahan kami, sekaligus hari jadi Harv."


"Owh... I see!!" Yun tersenyum senang. "Congratulations dear..." Yun merangkul Fay memberikannya semangat.


"Jadi kita sepakat?! Jangan beritahukan padanya sebelum waktunya." Fay menaikan alisnya meminta persetujuan.


"Bisa diatur, aku akan meresepkan beberapa vitamin dan penguat janin." Yun bangkit menuliskan sesuatu di kertas. "Ingat, saat ini kamu sangat rentan lelah. Berusaha mengelola emosi dan tingkat stress dalam dirimu. Semua berpengaruh pada janin."


Dokter Yun telah selesai meresepkan obat. "Aku tahu kehamilan trimester pertama akan mengalami banyak kesulitan dan penyesuaian. Tapi kamu harus ingat, gelar seorang ibu adalah gelar paling tinggi dari seorang wanita. Maka nikmatilah!"


"Usahakan selalu makan apapun, sedikit saja tapi sering!"


"Banyak minum air putih... Kurangi melakukan aktivitas berat. Kita belum bisa pastikan karena kamu masih rentan keguguran!!"


Fay mengerucutkan bibirnya, dia sungguh seperti tengah mendapatkan ceramah dari seorang wanita tua yang cerewet!


Tak lama dokter Yun pamit dan keluar kamar Fay.


"Mengapa begitu lamaaa?!" rutuk Harv yang sebelumnya memiliki niatan menerobos masuk saat pemeriksaan berlangsung.


"Dia hanya banyak fikiran. Makanya lain kali jangan bikin dia terus merasa cemburu atau diabaikan!" celetuk Yun tanpa di duga membuat Harv terpaku sejenak.


"Will, ini resep obat Faye, belikan segera." titah Yun menyodorkan secarik kertas. "Dia akan merasa mual sebagai penyesuaian tubuhnya." Yun menatap Harv kembali.


"Apa kamu berulah lagi?!" tanya dokter Yun memastikan.


"Dia salah faham saja." sahut Harv lirih.


"Hahaha... Pantas..." olok Yun dengan kekehan yang terdengar cukup keras. "Harv, dia akan terus merasa tidak yakin dengan perasaanmu jika kamu terus membuat rumor dengan wanita lain."


Harv terdiam, di satu sisi dia butuh sebagai penjagaan, disisi lain wanitanya sungguh pencemburu besar!


"Apa Fay benar-benar tidak bisa merasakan bahwa jantungku berdetak hanya untuknya!!" tutur Harv frustasi.


"Manalah aku tahu, aku kan bukan Fay. Lagian wajar juga sih kalau Fay seperti itu, aku juga bakalan ngelakuin hal yang sama!" sahut Yun mengolok dan menggoda sahabatnya.


"Berisik!! Pergi sanaaa!!" umpat Harv mengusir dokter pribadinya.

__ADS_1


"Cih habis manis sepah di buang!!" rutuk Yun tidak terima.


Harv tidak lagi peduli pada Yun dia segera memasuki kamar dan menemui istrinya.


"Cutie..."


Fay terbangun dan melebarkan senyuman. 'Kenapa aku tiba-tiba pengen buah masaam yaa?!'


"Harv..."


"Hmm..."


Fay meminta sebuah pelukan, Harv mendekat memeluk erat wanitanya. "Aku pengen ke mall!!"


Istrinya kembali merengek. "Tapi kamu masih kurang sehat Sayang?!"


"Aku maauuuu!!!"


Fay mengerucutkan bibirnya dengan menyilangkan tangan di dadanya setelah mendorong lemah tubuh Harv. Harv sungguh gemas dengan wanitanya yang semakin hari semakin manja.


"Apa yang tidak untukmu Sayang." ujar Harv membuat hati Fay terasa berbunga-bunga bahkan mengeluarkan jutaan kupu-kupu yang keluar dari tubuhnya.


Tanpa menunggu lama keduanya berangkat menuju mall. Setelah keluar dari lift tanpa sengaja Alex menangkap siluet Fay dengan penuh semangat pria itu berencana memanggilnya, hanya saja dia urungkan saat dia melihat ada sosok pria di samping wanita itu.


"Jadi benar, Fay adalah wanitamu Harv?"


"Hahaha!!"


---


Fay tengah bersuka hati, baru kali ini Harv mau di ajak berjalan-jalan di area publik. Biasanya pria itu justru lebih sering terciduk jalan bersama para artis di banding istri sahnya.


Fay membeli aneka buah potong yang ada di stand makanan di food court area. Tangan Harv tidak lepas terus merangkul pinggang ramping Fay.


Sesekali Fay menyodorkan kudapannya untuk Harv makan. Pria itu tersenyum dan memakannya segera kemudian berbisik di daun telinga istrinya menggoda.


"Inginnya aku memakan dari bibirmu langsung honey!!"


Mata Fay membulat tidak percaya, namun otak nistanya tidak seperti yang terlihat. Dia justru dengan sengaja menaruh potongan mangga di bibirnya.


Cup~


Dengan cepat tanpa aba-aba pria itu benar-benar menerima suapan dari bibir istrinya membuat rasanya lebih enak dari sebelumnya.


"Aaaaarkkk!"

__ADS_1


Wajah Fay merona seketika, rasanya ia ingin menghentikan waktu dan semua hal yang baik ini tidak akan berlalu begitu saja.


Ddddrrrttt...


Harv tengah merasakan ponselnya bergetar. Dia merogoh saku celana dan menatap layar ponselnya memastikan siapa gerangan yang berani mengganggunya saat ini.


"Halo Mom..." sahut Harv setelah menekan tombol hijau.


"Harvey!! Kamu dimanaa?!" pekik nyonya Jane segera. "Mommy juga tidak menemukan Fay... Apa kalian masih di kantor?!" tanya nyonya Jand berharap dengan berjuta kecemasannya.


"Kami sedang di mall, Fat mendadak ingin makan buah potong!" tukas Harv datar.


"Apaaaaaaa?!" Suara nyonya Jane begitu terdengar bahagia. Akhirnya yang dia tunggu terjadi juga. Mesti begitu dia harus memastikan bahwa Fay benar-benar hamil.


"Oh baiklah Mommy menunggu kalian di Condo." sambung nyonya Jane sebiasa mungkin. "Mommy nginep di rumah kalian ya... Mommy mendadak kangen kalian!!" bual nyonya Jane membuat kening Harv berkerut.


"Belikan Fay mangga muda yang banyaak!! Tapi jangan nanas apalagi nanas muda!" seru nyonya Jane mengingatkan.


"Tapi dia sudah memakannya..." Dengan polosnya Harv berujar di depan nyonya Jane.


"JANGAAAAAN!!! Hentikan diaaa... Beli lah mangga yang masam dia pasti suka." pekik nyonya Jane mencegak menantu kesayangannya melakukan hal yang bisa mencelakakan penerus keluarga Smith.


Harv merasa curiga dengan aikap berlebihan ibunya saat ini. Tak lama setelah sambungan terputus Harv melakukan semua instruksi dari ibunya.


"Cutie..." panggil Harv lembut membaut Fay menoleh langsung.


"Hm?!" Fay tengah memasukan buah-buahan ke dalam mulutnya dengan melihat-lihat barang di beberapa etalase.


"Mommy ada di Mansion... Kita pulang sekarang ya?" tanya Harv pada istrinya yang lumayan terlihat bwrseri di banding sebelumnya.


"Loh... Ko tiba-tiba Mommy di rumah?!" tanya Fay penasaran.


"Entahlah, sikapnya juga sedikit aneh dia bilang kamu tidak boleh makan nanas!" imbuh Harv menatap bungkusan buah potong di tangan Fay menyelidiki keberadaan buah terlarang itu.


"Sini nanasnya..." Harv menarik bungkusan tanpa persetujuan Fay.


DEG!!


Fay mengerti kemana maksud dan tujuan mertuanya itu. Fay sungguh takjub pada mertuanya yang benar-benar sangat mengingankan segera menimang cucu,  sedikit saja menyadari kejanggalan dirinya sudah menerka bahwa dirinya sudah hamil saat ini.


"Baiklah... Padahal ini enak seger banget!!" keluh Fay menatap nanar pada nanas yang di makan tanpa sisa oleh suaminya.


Fay bersyukur dari rasa segar dan sedikit masam dari buah-buahan yang dia beli dia bisa mengontrol rasa muaal di dalam dirinya.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2