Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 34 : Terkuak!


__ADS_3

Perlahan Harv membuka pintu ruangan, terlihat istrinya tengah termenung menatap kosong ke arah luar jendela ruangan. Ada rasa sesak di dada Harv. Selama ini dia tidak pernah mengetahui apa yang sebenarnya di inginkan istrinya Fay.


Perlahan Harv melangkahkan kaki dan kembali menyapa istrinya dengan lembut. Fay terlihat tidak bergairah dan tidak berniat merespon suaminya. Harv menatap semangkuk nasi hainan yang masih seperti sebelumnya.


"Mau aku suapi lagi?" Untuk kedua kalinya Harv menawarkan diri memanjakan istrinya. Hanya saja Fay tidak merespon sama sekali.


Harv berencana memaksakan, namun saat mengambil makanannya, mangkuk itu terasa dingin di telapak tangan Harv.


"Shiit!" umpatnya lirih merogoh saku celana berencana menghubungi Will untuk membelikannya makanan yang baru lagi.


"Ppfftt!" terdengar lirih suara Fay menahan tawanya.


Harv berbalik menatap istrinya segera dan melengkungkan senyuman tampannya. Dia begitu bahagia akhirnya ada ekspresi di wajah pucat istrinya saat ini.


"Maaf Cutie, pantas kamu tidak mau makan... Makanan ini sudah dingin." tukas Harv mendekat dan menaruh kembali mangkuk makanannya.


Fay menelan salivanya, keduanya saling beradu pandang dalam waktu yang lumayan lama. Harv semakin mendekatkan wajahnya ingin segera menyentuh sesuatu yang begitu menarik perhatiannya.


Harv memagut bibir pucat Fay, salah satu tangannya menyelusup mengusap lembut tengkuk leher Fay. Keduanya menutup mata mereka merasakan kerinduan menjalar di tiap hi sapan dari pagutan yang mereka ciptakan.


Fay tersadar dia segera mendorong tubuh Harv, hampir saja dirinya terbuai oleh lembutnya bibir Harv menyentuh bibirnya. Harv tertegun ini pertama kalinya Fay menolak dirinya.


Harv menatap serius tidak suka pada perubahan sikap Fay yang saat ini tengah senang membangkang.


"Hallo Will, bawakan aku sarapan baru lagi!" titah Harv dingin penuh emosi pada bawahannya.


Fay salah tingkah, dia serba salah. Melihat perubahan sikap Harv terhadap dirinya seolah membuktikan pria itu benar mencintainya. Hanya saja Fay mulai kembali berpikir, dirinya sungguh kotor tengah melakukan hal hina dengan kekasih gelapnya!


Deg!!


Seketika Fay mengingat Devan yang mengatakan akan menemuinya pagi ini. Wajah Fay kembali pucat, dia mencari ponselnya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu cari?" tanya Harv penasaran dengan tingkah istrinya.


"Apa kamu melihat seseorang membawakan tas ku?!" tanya Fay pada akhirnya membuka kembali suara.


"Apa yang kamu pikirkan hanya tasmu?!" sahut Harv ketus.


"Aku harus meminta ijin ke kantor aku tidak masuk hari ini..." ujar Fay sendu mencari alasan.


Harv sungguh tidak bisa mendengar Fay seperti itu. Harv segera menarik tas Fay yang berada di sofa pengunjung. Fay kembali berbinar, dia bersyukur tasnya selamat.


"Thanks," ucap Fay melengkungkan senyuman girang tanpa disadarinya.


'Apa perlu sebahagia itu dengan mendapatkan tas mu hm?!' batin Harv belum menyadari apa sebenarnya yang di inginkan istrinya.


[Dev, aku sudah keluar rumah sakit. Kamu tidak perlu mencariku... Aku baik-baik saja, maaf aku cuti beberapa hari ya.]


Dengan sangat cepat Fay menulis dan mengirim pesan pada kekasih gelapnya itu. Setelah centang satu seluruh history di delete oleh Fay agar suaminya tidak mengetahui tingkahnya itu.


Devan merasa begitu khawatir akan kekasihnya, dia bergegas menuju area yang kini berubah menjadi VVIP. Tidak boleh ada aktifitas lain disana. Harv bahkan berencana mengakusisi rumah sakit itu agar tidak boleh ada yang mengetahui keberadaan istrinya.


"Apa hak kalian melarangku?! Bukankah ini kamar Faye Yvonna? Saya sebagai atasannya ingin memastikan keadaannya!"


Devan di buat emosi oleh penjaga yang mengatakan bahwa tidak ada yang boleh mengunjungi tuan mereka. Devan sempat berfikir mungkin Fay di pindah tempatkan. Tapi sesuai instruksinya pada team medis Fay dia taruh di ruangan VIP.


"Tentu saja kami berhak, karena anda akan menemui Nyonya Muda Smith tentu kami melarang keras siapapun menemui Nyonya sesuai perintah tuan Smith!"


DEG!!


Tiba-tiba saja debar jantung Devan berdetak tidak karuan dengan perasaan gelisah luar biasa atas penuturan pria tegap yang mengusirnya saat ini.


"M-maksudmu, wanita yang bernama Faye Yvonne Luke adalah wanita Tuan Smith?!" Dengan terbata Devan meyakinkan kembali agar tidak salah menafsirkan.

__ADS_1


Wajah Devan telah pucat pasi membuat anak buah Harv sedikit mengernyit penasaran.


"Ya, anda benar... Istri sah Tuanku adalah Nyonya muda Faye Yvonna Smith." sahut si bodyguard datar namun terasa tajam menusuk jantung Devan tepat saat tengah berdetak.


Tubuh Devan kaku seketika, inginnya dia menertawakan dirinya sendiri saat ini. Si bodyguard dengan cepat kembali mengusir keberadaan Devan.


"Kamu malah bengong!!" umpat Si Bodyguard kasar. "CEPAT PERGI DARI SINI! Tapi ingat, saat kamu menyebarkan siapa identitaa Nyonya Muda Smith, kami dengan segera bisa mengetahui itu kamu. Dengan begitu we'll find you, and we'll kill you as soon as possible!"


DEG!!


Kembali jantung Devan seolah tengah diremas kencang oleh keadaannya. Bahkan esofagusnya tersumbat, membuat dia tidak bisa berkata. Tak hanya itu, aliran oksigen sekalipun seolah terasa sulit masuk kedalam paru-parunya. Rasanya sangat sesak!


'Kamu sungguh keterlaluan Faye... Statusmu adalah seorang istri! Bahkan kamu adalah istri si penguasa bisnis satu Negara XY! Hahaha,'


Dengan langkah gontai Devan keluar dari kawasan rumah sakit. Dia memeriksa ponselnya dan tersenyum mengejek saat membaca pesan Fay yang baru kekasihnya kirimkan.


"Haha, Fay... Bagaimana reaksi suamimu seandainya dia tahu... Aku sudah menidurimu!" gumam Devan tersenyum culas tak mengindahkan pesan kekasihnya.


Sekeluarnya Devan dari wilayah rumah sakit, terlihat sosok lainnya justru tergesa menuju kamar dimana Fay di rawat. Sosok itu adalah Nyonya Besar Smith, nyonya Jane.


Wanita paruh baya yang sangat di segani orang banyak karena nama besar suaminya mendapatkan kabar dari pengurus Tang bahwa Fay mengalami kecelakaan. Bahkan berita kecelakaan naas itu sudah tersiar di beberapa stasiun televisi dalam negri. Beruntungnya status Fay sendiri tidak ada yang mengetahui dirinya siapa sebenarnya.


Nyonya Jane tidak pernah membenci Fay, wanita itu tidak pernah mempermasalahkan siapa menantunya dan dari status seperti apa. Dia juga sangat mengerti, terlebih Harv menggunakan Fay agar seluruh aset yang di tinggalkan Tuan Besar Smith jatuh di tangannya dan bukan jatuh di pihak luar.


Semua orang seperti mengetahui alasan pasti pernikahan tertutup Harv dengan Fay. Alasan yang selalu membuat Jade tidak menyukai kakak iparnya terkesan karena di paksakan. Jade sendiri tidak membenci Fay, hanya saja semenjak menikahi Fay kepedulian Harv padanya berkurang.


Jade yang terbiasa di manjakan Harv saat ini terasa seperti di abaikan. Alasan mengapa dia selalu saja berusaha berselisih dengan kakak iparnya. Tak lain dan tak lebih hanya masalah sepele seperti ini.


Fay yang tidak pernah mempermasalahkan tingkah Jade justru membuat Jade semakin tidak menyukai Fay yang tidak bisa di tindas dengan mudah. Terkadang Fay justru sering mengusilinya dengan bertingkah manja di depan Harv.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2