
Angella beringsut mundur dengan sisa tenaganya dia mencoba untuk kabur. Namun dengan cepat tuan Jie kembali merangkul tubuhnya dari belakang. Di peluknya erat tubuh molek artis ternama di bawah label agensinya dia juga mencium dan memberikan tanda cinta di ceruk leher si wanita.
"Aaarrgghh!" lenguhan yang tidak di inginkan Angella terlontar begitu saja.
Bergetar sudah tubuhnya saat ini, antara rangsangan yang terus di layangkan pria paruh baya di dekatnya, dan juga karena dia takut akan nasibnya ke depan di tangan CEO mesum agensinya. Angella telang menjatuhkan air matanya. Dia mencoba menjerit meminta pertolongan namun secepatnya tuan Jie membungkam mulut Angella dengan tangan besarnya.
"Ugghhh Sayaang, suara mu menggetarkan jiwaku!" olok tuan Jie di ceruk leher Angella dan menghembuskan nafasnya. "Tubuhmu harum sekali!" imbuhnya mencium lekat aroma semerbak tubuh Angella.
"Aku pastikan aku akan membawamu terbang ke angkasa semalaman dan ini akan menjadi pengalaman indah kita Sayang!!" Tuan Jie terus mengolok Angella saat ini, membuat Angella merasa emosi dan jijik dalam waktu bersamaan.
"Cuiihh, menyingkir brengsek!!" maki Angella masih dalam kesadaran penuhnya. "Aku tidak sudi di jamah oleh pria sepertimu!" umpatnya sarkas masih tetap berontak melawan pria yang terus memeluknya erat. Bagi Angella dia lebih memilih mati dibandingkan harus ternodai oleh orang yang tidak di cintainya.
PLAAAAAAK!
Seketika tuan Jie membalikan tubuh Angella dan menamparnya keras hingga tersungkur di lantai ballroom.
"Jangan sombong Angella!" pekik tuan Jie berang. "Kariermu telah tamat Angella, tidak ada yang bisa kamu lakukan selain memohon langsung pada Tuan Smith!"
Tuan Jie menunjuk wajah Angella, wanita itu masih tersungkur dengan memegangi wajahnya yang perih bekas tamparan keras bos agensinya. "Kau pikir aku rela membantumu dengan melawan Tuan Harv hah?
Angella tengah terisak pilu, selain fisiknya terluka hatinya apalagi.
"Kau tahu, aku harusnya menuntutmu atas apa yang sudah kamu lakukan pada perusahaanku!" maki tuan Jie meluapkan semua kekesalannya saat ini.
"Hanya karena masalah pribadimu dan Tuan Harv, aku kehilangan kendali penuh atas saham JiE!" Tuan Jie memekik tepat di depan cuping telinga wanita di depannya.
Gendang telinga Angella sampai berdengung mendengar suara lantang tuan Jie di samping tubuhnya sekarang ini.
"Sudah bertahun-tahun lamanya aku berusaha keras tidak berurusan dengan Tuan Harv agar perusahaan yang aku bangun susah payah ini tidak dijamah oleh kelicikan Smith Group Company!"
"LIHAT YANG KAMU LAKUKAN PADA JIE SEKARANG!"
PLAAAAAK!
"BAJINGAN TENGIK!"
__ADS_1
Tubuh Angella yang sempat di buat mendongak kini kembali tersungkur di lantai dingin di hadapan tuan Jie yang sudah sangat emosi atas ulah salah satu artis yang katanya terbaik namun menjermuskannya menuju kebangkrutan!
Angella menangis tersedu dengan nasibnya saat ini, hanya saja dia masih tidak mau meyakini bahwa kejadian saat ini adalah buah hasil dari rencana jahatnya membuat Faye celaka. Tuan Jie tidak mau menunggu lama lagi, isak tangis Angella sungguh mengganggu pendengarannya.
Tanpa meminta ijin dan membuang waktunya, tuan Jie menggendong Angella menuju salah satu kamar yang sudah dia sewa sebelumnya tak jauh dari tempat ruangan yang di gunakan tempat pertemuan sebelumnya.
"Aarghh!" pekik Angella terkejut namun semakin lama dirinya melawan justru tenaganya seperti terkuras habis dan lemas.
"Aku mohon lepaskaaan aku..." pekik Angella memelas berharap tuan Jie masih mau berbaik hati melepaskannya.
Bruug!!
Tuan Jie telah berada di dalam kamar dan langsung menjatuhkan tubuh indah Angella di atas sofa tengah ruangan.
"Arrgh!" kembali Angella di buat memekik dengan tindakan kasar tuan Jie saat ini.
"Karena kelakuanmu yang sudah memporak-porandakan JiE, kini aku meminta kompensasiku!" seru tuan JiE mulai menanggalkan pakaiannya.
"Layani aku BI TCH!" imbuhnya menarik kedua kaki Angella mendekati tubuhnya.
"Aku bisa membuat JiE kembali mendapatkan keuntungan, aku akan membayarnya atas nama Keluarga Besar Liem!" Angella terus memutar otaknya sebelum kesadarannya menghilang. Pasalnya tubuhnya sudah merasa panas dan haus akan sentuhan.
"Kau menodaiku maka kamu akan berurusan dengan Keluarga Besar Liem!" Ancam Angella sebagai jalan terakhir berharap tuan Jie takut da melepaskannya.
"Hahaha apa kamu berani Sayang?" ejek tuan Jie dengan seringai menjijikannya.
Tuan Jie mencengkram kedua tangan Angella, menaruh di atas kepala gadis itu dan mengikatnya dengan ikat pinggang.
"Dengan Angella sayang, hanya pria bodoh yang melewatkan tubuhmu indahmu ini!" ujar tuan Jie mesum di bawah kaki Angella bersiap meluciti pakaian yang masih menempel utuh di tubuh Angella yang sudah licin oleh keringatnya.
Srrraaak!
Dengan satu hentakan kaar dankuat dress mini yang di gunakan Angella robek terbelah dua dan menampilkan tubuh indah Angella yang tersisa dengan pakaian dalam saja.
"AAARGGGHHH JANGAAAN AKU MOHOOON!" jerit Angella semakin ketakutan luar biasa.
__ADS_1
Ini pertama kalinya dia telan jang di hadapan lawan jenisnya bukan dalam keadaan memainkan perannya.
"Jangan sok suci kamu hah!" olok tuan Jie.
Terlihat kabut gelap sudah menutupi penglihatannya, dia bersiap melakukan langkah terakhir dengan menanggalkan kain yang tersisa yang menutupi area sensitif gadis cantik di depannya.
"Kamu tinggal menikmatinya, aku pastikan justru kamu sendiri yang akan memohon untuk aku puaskan sayang!" Tuan Jie menarik semua pakaian yang tersisa membuat tubuh Angella polos sepolos-polosnya saat ini.
"Aarrrrghhh!" jerit Angella berbarengan dengan air mata yang terus mengalir deras dari kedua pelupuk matanya. "Brengsek!! Bajingaaaan... Aku akan membuatmu menyesal melakukan hal ini!!" maki Angela hanya di respon dengan kekehan mengejek dari pria paruh baya di depannya yang sudah sama-sama polos saat ini.
Tuan Jie mulai dengan aksi bejadnya, dia membuat Angella terus mendes ah panjang dan meleng uh dengan respon tubuh yang tidak sejalan dengan keinginan hatinya. Kabut amarah dan emosi Angella saat ini berubah menjadi kau gairah. Semua sentuhan sensualitas yang di berikan tuan Jie benar-benar merayu benak Angella.
"Aarghh... Arrrghh..."
Lenguhan demi lenguhan keluar dari mulut Angella ya dia yakini hatinya mengumpat kasar atas mulutnya yang hina saat ini.
'Uughh sialaaan, mengapa ini sangat enaaak!!' batin Angella semakin lama justru semakin menikmatinya.
"Arrrghhh!!"
Tuan Ji berhenti dengan aksi menggunakan lidahnya, wanitanya telah mencapai puncaknya lebih dulu. Tuan Jie menyeringai dengan respon wanita ja langnya. Tak berapa lama wajah tuan Jie kembali membungkuk di depan pusat tubuh Angella. Terdengar bunyi decap lidah dan mulut tuan Jie yang melahap habis pelepasan pertama Angella.
Angella merasakan tubuhnya teramat sangat lega dan juga lelah setelah sebelumnya dia seperti mengeluarkan jutaan kupu-kupu yang terbang dari perutnya. Rasanya aneh namun kepuasan yang datang dari dalam benaknya hadir begitu saja.
'Apakah ini namanya kli maks yang selalu kebanyakan orang katakan saat mereka tengah melakukan sesi percintaan?' batin Angella mengatur nafasnya.
Tuan Jie, bangkit memperlihatkan senjata tumpulnya yang menjulang tinggi bak keadilan. Mata Angella sampai terbelalah seolah akan keluar dari sarangnya.
'Besaaar bangeet!' umpat Angella menelan ludahnya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya tuan Jie mendekat menggoda Angella. "Kamu baru ngeliat barang bagus ya?" sambung tuan Jie sembari memainkan senjata miliknya.
Tubuh Angella semakin bergetar hebat di ikuti keringat dingin sebesar biji jagung mulai menghiasi wajahnya saat ini. Dia tidak menyangka akan ada waktu dimana karier yang dia kejar mati-matian dan yang selalu dia banggakan hacur dalam sekejap mata. Bahkan tidak hanya kariernya, melainkan harga diri dan kesuciannya hilang begitu saja setelah hampir seluruh usianya dia pertahankan hanya untuk calon suaminya yang iya yakini dulu adalah Harvey Smith.
Pupus sudah semua harapan keindahan dari kehidupan Angella di masa depan. Dia benar-benar telah tertipu oleh bosnya yang ia anggap menjadi harapan dan cahaya di gelap hidupnya.
__ADS_1
To be continued...