Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 75 : Terkuaknya Skandal


__ADS_3

Ruang baca, Condo Luxury.


Setelah membuat Faye pingsan atas ulahnya yang sedikit keterlaluan di kamar mandi, Harv bergegas menemui Will. Dia ingin mengetahui siapa dalang di balik rumor istrinya yang tersebar saat ini.


"Ini ulah Alex?" Harv tengah menyelidik rekaman kamera pengawas dan beberapa data pendukung.


"Tidak ada tersangka lain yang bermain rapi seperti Tuan Alex, mereka meretas sistem keamanan kantor dan mansion Devan setelah itu membuang buktinya. Hanya orang yang begitu teliti yang bisa melakukannya tanpa meninggalkan celah." usut Will menunjukan gambar Alex tengah bercengkrama dengan Faye di kawasan Condo.


BRAAAKK!!


Harv begitu emosi melihat Alex selalu saja berusaha keras menjatuhkannya, bahkan mungkin saja saat ini rivalnya elah mengetahui rahasia kelemahan Harv.


"Pengunduh berita miring itu menghilang tanpa jejak. Dia yang pertama kali menggiring opini publik yang di sambut hangat para netizen yang haus akan skandal."


Di tengah emosi Harv atas pengkhianatan istrinya, dia juga tidak sampai hati kembali merusak mental Fay. Berita itu memang sudah di take down bahkan perusahaan media sosial yang mewadahi berkembangnya rumor telah di akusisi langsung oleh SG Company.


Sialnya, Harv lupa netizen yang maha benar tentu saja berasumsi semakin miring dengan tindakan Harv saat ini. Mereka semakin gencar membenarkan rumor perselingkuhan istri pria nomor satu di negara mereka.


Harv mengepalkan tangannya erat sesaat tanpa sengaja membaca sekilas beberapa komentar jahat yang mengatakan──


"Wajar gak sih? Cowoknya juga kan kang gunta-ganti cewek... Heloo dia kaya, ngarepin biniknya doang rugi!!"


"Ironis ya, kurang apa lagi coba Tuan Smith? Kaya, Tampan, dan tersegalanya. Taunya di selingkuhi juga... Emang ya, yang perfect akan kalah sama yang selalu ada. Hahaha"


"Baguskan... Playboy di tambah playgirl mungkin anaknya jadi playstore!!"


Berbagai cibiran pedas terus bermunculan, memang kejahatan yang sulit di atur dan di hentikan adalah ketikan seseorang. Bahkan saat ini ketika jemari seluruh publik di Negara XY.


"Sepertinya Tuan Alex sering bertemu dengan Nyonya..." Will berkata dengan berhati-hati.


"Heh... Kita akan mengorek informasi langsung dari orangnya!" Harv bangkit dan bersiap meninggalkan ruangan menemui istrinya. "Persiapkan segala sesuatunya, bawa hal yang bisa memberatkannya."


"Baik Tuan..."


Harv bergegas kembali menuju kamar utama yang ada di lantai dua. Perlahan dia membuka pintu agar tidak mengejutkan istrinya. Harv terkejut mendapati istrinya tidak ada di ranjang mereka.


"Honeey..." pekik Harv mendekati kamar mandi.


Ceklek....


"Aaarghh!!" Fay terkejut saat melihat suaminya.


"Kamu melihatku kayak hantu!" umpat Harv kesal.


"Em..." Fay gelisah, dia sedikit canggung pada Harv sekarang. Harv menyadarinya dia menarik kedua tangan Fay dan menciumnya mesra.


"Maafkan aku kasar padamu sebelumnya." lirih Harv.


Fay sendiri belum menyadari apa yang sedang terjadi di luar. Harv begitu menjaga Fay dari bentuk apapun. Ponsel Fay selalu bersih dari portal berita miring, semua Harv lakukan demi menjada kesehatan mental istrinya.


Fay tertegun dengan sikap Harv yang kembali hangat padanya. Fay sempat berpikir mungkin Harv memiliki kepribadian ganda. Kadang dingin dan kasar kadang hangat dan penuh kelembutan.


"Sayang... Aku mau keluar menemui Vanesh boleh ya?" Fay melancarkan aksi mendapatkan ijin keluar rumah di saat prianya ada di kediaman.


"Buat apa?"Hrv kembali berujar dingin membuat pikiran Fay tercerahkan.


"Aku bosaaan!!" rengek Fay. "Kita sudah sepakat bukan?" tanya Fay memastikan.


"Oke, tapi ingat jangan lengah dari pengawasan orangku. Jangan percaya pada siapapun, jangan mau─" Cercaan Harv berhenti saat satu telunjuk Fay dia sematkan di bibir penuhnya.


"Noted, Honey."


Dengan tidak tahu diri Fay melancarkan aksi lanjutan, dia memberikan ciuman lembut perlahan membesarkan hati Harv agar mempercayainya.


Harv terkekeh dengan tingkah Fay yang sangat bisa membuat ia tidak berkutik akan permintaan aneh Fay.


----


Coffeshop tengah kota XY.


Triing!


Fay membuka pintu sebuah coffe shop yang berada di kawasan tengah kota. Matanya menyelidik kemungkinan keberadaan sahabatnya. Tak lama dia melihat seseorang melambaikan tangan memberikannya isyarat, Fay tersenyum dan segera beranjak.

__ADS_1


"Aaaa kangen..." Keduanya berpelukan sesaat setelah berdekatan kemudian menarik kursi mereka berhadapan.


"Lu gendutan ya?" cecar Vanesh langsung tanpa aba-aba saat melihat penampilah perut Fay yang biasa rata kini membuncit.


Fay mengerucutkan bibirnya, hal yang paling di takuti saat orang lain bertemu dirinya adalah perubahan penampilan karena kehamilannya. Sudah banyak pasang mata yang mengarah padanya dengan tatapan yang seolah mencibir. Bahkan mereka tak tanggung berbisik-bisik seolah tengah mengolok keadaan Fay yang memang benar adanya.


Hal yang tidak di ketahui Faye adalah mereka mengolok rumornya, bukan tampilannya yang kini tengah berbadan dua. Jika mereka tahu Faye mandung, maka dapat di pastikan jagat media akan semakin rusuh membicarakannya.


"Eh tunggu, jangan bilang lu?" Vanesh menatap Fay dengan wajah tidak percayanya.


Hanya saja Fay justru melebarkan senyuman. "Iya Nesh, gue hamil!"


Fay dengan wajah berbinarnya dan Vanesh dengan wajah syoknya. Mereka memang sahabat bagaikan kupu-kupu dan kepompong, kadang kepo kadang rempong.


"SERIUS?" Wajah Vanesh semakin pucat. "DEMI APA?"


"Demikian sekilas infoh!" sahut Fay kesal.


Vanesh berubah cekikikan menunjukan gigi putih rapinya. Tak lama dia tiba-tiba bangkit dan memeluk sahabatnya. "Congrats bestiieeeee!!"


Fay kembali sumringah dengan kelakuan sahabatnya.


Sejujurnya Vanesh tidak begitu terkejut hanya saja, ada yang mengganggu pikirannya saat ini.


"BTW itu anak siapa?" tanya Vanesh mencibir.


"ANAK GUE LAH SETAN!!"


"Maksud gue bapaknya yang mana?" Vanesh bertanya hal tabu itu seolah hal biasa tak berperikemanusiaan yang beradab.


"Pastinya anak suami gue lah!" pekik Fay kesal bersidekap tangan.


"Kan lu maen juga ama Si Bos, lu amnesia?"


DEEG!!


Emang mulut pedas samyang level dewa Vanesh tidak ada tandingannya. Tapi Fay suka berteman dengan human sejenis Vanesh yang mulai langka dan punah itu.


"Huh!" Fay mendengus kesal. "Pertama, gue maen sama Devan pake pengaman. Ya kali gue gak mikir panjang kalau kenapa-napa!"


"Dih, giliran dia bilang khilaf... Pas cowoknya yang brengsek bilang semua laki sama BAJINGAN..."


"Gue herman ama tingkah lu, lu itu dukung sahabat lu ini atau jusru mau jatuhin sih?!" dengus Fay emosi da kesal mejadi satu.


"Gue mah begini adanya, kalau lu salah gue benerin bego!" Vanesh menunjuk kening Fay dengan sedotan stainless yang selalu dia bawa. "Kalau lu gak ngomong kenyataannya gimana gue bantu lu kalau misal orang ngomongin lu!"


DEG!


Fay tiba-tiba berubah sendu dengan penuturan sahabatnya.


"Sekarang lu mo mewek kan? Haiss... Pas lu selingkuh gitu mikir kagak oy!" Vanesh kembali mencerca sahabatnya. "Apalagi lu selingkuhin orang nomor satu sejagat alam semesta, yang ngutuk lo bisa ampe plankton tau!"


Sejenak Fay ingin terbahak dengan kelakuan absurd temannya. "Gue kadang bingung, apa bener gue dulu pernah nyelamatin tata surya apa ya? Bisa dapet suami perfect all kill, mertua berhati malaikat, sekarang teman lucknut yang selalu bisa aku andelin."


"Ini di luar prediksi BMKG dan di luar Nurul kan? Gak masuk Haikal!!"


"Ba-bi lah ko!" ejek Vanesh gemas dengan tanggapan Faye.


Tak lama hidangan telah tersaji di hadapan mereka. Selagi menyantap makanan mereka meneruskan dengan berbincang. Ada banyak hal yang ingin mereka obrolkan, mengingat ghibah itu tak kenal waktu maka tak sayang...


"Oh iya, apa Devan bertanya padamu?" tanya Fay tiba-tiba ingat pada selingkuhannya, setelah hampir beberapa hari dia lost kontak karena kesehatannya.


"Apa kau tidak tahu? Dia kan keluar kota ada bisnis mendadak." sahut Vanesh menyantap daging wagyunya dengan anggunly.


DEG!


Hati Fay merasakan firasat tidak enak, segera dia merogoh tasnya dan mencari ponsel untuk menghubungi selingkuhannya itu.


"Lu gak kapok cin?" cibir Vanesh.


"Gue mau mengakhirinya, gue harus hubungin dia dong." Fay menghidupkan ponselnya yang sempat mati. "Kami mulai dengan baik-baik maka harus di akhiri dengan baik-baik juga." Fay menaruh posel di kupingnya.


Nomor yang anda tuju tidak dapat menerima─

__ADS_1


Fay merasakan ada bisikan di telinganya yang menjelaskan keadaan Devan. Dia menggenggam erat ponselnya dengan raut wajah pucatnya.


"Apa aku melewatkan sesuatu?" tanya Fay serius pada Vanesh.


"Huh..." Vanesh menaruh peralatan makannya menatap Fay tak kalah serius. "Melihat tingkah lu sekarang, sepertinya kamu tidak mengetahui apapun ya?" imbuh Vanesh menyelidik.


Perasaan Fay tambah semakin gelisah, dia takuh apa yang akan di lontarkan sahabatnya lebih gila dari pernyataan sebelumnya.


"Lu gak pernah cek berita gosip di medsos?" tanya Vanesh menyelidik hati-hati.


Fay menjawab dengan gelengan pelan menunjukan dia tidak tahu apa-apa. "Selama pengobatan, ponselku mati... Lagian Harv selalu menempel aku takut Devan mencariku walau mungkin berita kecelakaanku sudah dia ketahui. Aku─"


"Mening lu buka aja portal beritanya, lu bisa tahu apa yang sedang terjadi sekarang!" tutur Vanesh sedikit tidak tega.


Dengan cepat jemari Fay berselancar di ponsel bobanya, raut wajahnya mengkerut. Dia kembali menatap Vanesh. 'Berita apaan? Gak ada apa-apa ahh... Oh mungkin Angella...'


Vanesh menunggu reaksi Faye, tapi sepertinya dia akan kecewa karena Fay biasa saja. Vanesh sendiri ikut mengernyitkan keningnya bingung.


"Udah belom sih?" Tanya Vanesh geram.


"Apaan sih emangnya? Orang gak ada apa-apa nih?!" Fay menunjukan ponselnya pada Vanesh.


"Seriously?" Vanesh menarik ponsel Fay segera dan benar saja tidak ada berita satupun yang sama dengan yang hilir mudik di ponselnya.


Vanesh berselancar memakai ponselnya dan sekarang──


"Daebak... Binik penguasa mah gini ya kalau lagi di lindungi!" gumam Vanesh lirih.


"Apaan sih lu aneh!" Fay kembali merebut ponselnya.


Sebelumnya dia membaca sekilas mengenai berita Angella yang di blacklist dan rumor lainnya. Harv benar-benar melakukan apa yang sebelumnya dia jelaskan. Meruntuhkan Angella dengan mematahkan mimpi dan impian terbesarnya.


'Berbuat kebaikan dan kejahatan itu seperti kita tengah melempar bola ke dinding. Bola akan memantul dan kembali pada kita. Maka apa itu kejahatan atau kebaikan semua akan berbalik pada kita.' batin Fay menenangkan hatinya.


"Hey!" Vanesh kembali menyadarkan lamunan Fay.


Fay tersadar, dia tersenyum namun senyumannya memudar saat tak sengaja ponsel Vanesh yang masih menyala menunjukkan sebuah portal berita. Fay langsung merebutnya.


Braaakk!!


"Faye..." Vanesh merasa bersalah sekarang.


Fay menjatuhkan ponsel Vanesh segera setelah membaca judul berita yang membuat hatinya sekarang seperti di remas kencang.


Bruk!


"Gue pamit duluan, gua bayar semua tagihan." Fay bangkit dari kursinya bersiap pulang dan menanyakan semuanya pada Harvey suaminya.


"FAYE TUNGGU!!"


Vanesh bangkit, dia tidak menyangka respon Fay di luar ekspektasinya. Dia pikir dia akan dengan mudah menenangkan sahabatnya setelah sebelumnya mereka memulai pertemuan dengan candaan seperti biasanya. Nyatanya emosi Fay tidak di tebak sekarang, akhirnya Fay tahu mengapa Devan tidak bisa dia hubungi selama sepekan ini. Jawabannya tentu ada pada suaminya...


To be continued...


Cuplikan bab serikutnya────


BRAAAK!!


"HARVEY SMITH KELUAR!!" pekik Faye setelah berada di kediaman.


"Pulang-pulang langsung bertingkah implusif, apa terjadi sesuatu?" Harv keluar dari ruang bacanya menatap Fay dengan sorot mata tajamnya.


"KAU APAKAN DEVAN?! DIMANA DIA?!"


"Hah... Demi selingkuhanmu itu kamu bersikap kurang ajar pada suamimu HAH?!"


[ Hayoooo makin kesini makin berat konfliknya, udah menuju ******* dan tamat soalnya hehehe


Jadi beban ujian juga ini udah level maksimal ya... Happy ending kok, tenang jangan hujat dulu jangan tinggalin othooor huhuhu...


Maaf beribu maaf update beneran semampunya, hiks


Karena kalau konflik udah berat kadang othor mikirnya jadi ekstra...

__ADS_1


Sebelumnya kan biasa aja ya... Jadi ngalir gitu aja, kalau sekarang ya rada mikirin korelasinya hehe


Semoga kalian tetap setia pada Faye dan Harv, bentar lagi mereka punya anak kembar wkwkwkw spoiler ih kabur aaah── ]


__ADS_2