
Cafe Blossom and co, 10.00 AM.
Fay sudah berada di salah satu tempat dimana dia melakukan pertemuan rahasia dengan seseorang. Fay sungguh nekat tidak memberitahukan pada Harv dia keluar dari kediaman diam-diam demi bertemu orang ini.
"Hay Fay, disini!" pekik seorang wanita yang terdengar begitu di buat merdu bersahabat.
Wanita yang membuat janji temu dengan Fay adalah Angella, mantan tunangan Harvey. Entah kebetulan atau memang sudah di rencanakan, Fay mendapatkan pesan singkat dari Angella. Wanita itu berdalil ingin mengenal dirinya dan meminta maaf atas prilaku buruknya yang membuat Fay mendapat masalah di kediaman besar sebelumnya. Tanpa pikir panjang Fay justru menerimanya, dia hanya ingin mengetahui apa niatan asli mantan suaminya itu.
Fay mengulas senyum palsunya dan bergegas menuju tempat dimana Angela telah menunggunya.
"Maaf aku terlambat, sejujurnya Harv tidak mengijinkanku keluar..." sapa Fay langsung memprovokasi Angella saat ini juga.
"Owh, kamu memberitahukan pertemuan kita pada suamimu?" tanya Angella cemas.
"Ehm, tidak... Aku pikir kita hanya sebentar bukan? Suamiku tengah sibuk bekerja, kamu mengirimkan pesan tepat saat suamiku keluar kediaman. Apa ini suatu kebetulan atau─" Fay menatap dingin ke arah Angella.
'Cih, ternyata wanita ini tidak bisa di anggap remeh juga!' batin Angella tidak menyukai sikap Fay.
"Kamu jangan salah faham mengenai aku dan Harv... Itu karena aku dan dia sedekat itu!" Angella mulai melancarkan aksinya membuat Fay merasa rendah diri dan dengan kesadaran diri sendiri untuk pergi dari kehidupan Harv.
Angella begitu marah saat melihat amarah Harv di kediaman Smith tempo hari. Pria itu terlihat memiliki perasaan pada Fay, sampai dengan emosi mengatakan dia tidak akan menceraikan Fay. 'Apa bagusnya wanita ini? Aku yakin dia hanya penggantiku!'
"Ah," Fay tertawa lirih. "Aku tidak salah faham, anda tenang saja hubungan aku dan suamiku baik-baik saja!" sambung Fay menunjukan wajah sombongnya.
'Kau pikir aku akan bersikap lemah di depanmu dan menyerahkan Harv begitu saja? Heh...' batin Fay mengikuti permainan wanita berbisa di depannya.
"Heh, benarkan hubunganmu baik-baik saja?" cibir Angella tidak menyerah. "Aku memang baru datang dari luar, tapi dengan mudah aku juga bisa mengakses informasi yang aku inginkan satu tahun sebelumnya."
Angella menatap tajam ke arah Fay, tak lama pelayan menghampiri mereka dan menaruh beberapa makanan pembuka juga minuman yang langsung di hidangkan di atas meja. Angella mengatakan terima kasihnya dan pelayan pergi begitu saja.
"Sebelumnya aku telah memesan sembarang. Semua ini menu rekomendasi... Mari kita bersulang sebagai awal perkenalan kita. Cheers?" Angella menuang sampanye di gelas milik Fay, begitu pula dirinya.
Tring!
Suara denting peraduan dari gelas keduanya terdengar nyaring, keduanya meminum perlahan dan kembali menaruhnya. Tanpa di sadari Fay, Angella menaikan sudut bibirnya. Fay sendiri tidak menaruh kecurigaan berarti, pasalnya Angella juga meminumnya.
Tak lama Angella kembali menyatakan tujuan utama dia memanggil Fay kemari.
"Dengar Fay, aku sangat mengetahui sifat Harvey... Kamu jangan terlalu senang dengan statusmu saat ini!" sambung Angella kembali mengutarakan pendapatnya. "Harv meminangku kala itu, aku bukannya menolak aku hanay meminta waktu padanya." imbuh Angella menggebu terasa bahwa wanita itu tengah merasa kecewa.
"Kamu tak lebih hanya penggantiku Faye Yvonna!" tukas Angella menatap tajam Fay yang di balas dengan senyuman culas yang terbit di wajah Fay yang masih terlihat sedikit pucat.
__ADS_1
"Kamu hanya di gunakan oleh Harv tak lebih untuk pertukaran saham semata. Jadi mulai saat ini, tolong sadar diri dan angkat kaki dari kediaman Smith!" ujar Angella menekan.
'Heh, jadi ini alasan dia mengajakku bertemu? Dia adalah pelakor sesungguhnya! Selama ini tidak ada wanita lain yang Harv gandeng yang berani melabrakku seperti ini.' batin Fay konyol.
"Heh, apa kamu tidak mengerti sedikitpun apa yang di ucapkan Harv?" hardik Fay mempertahankan dirinya. "Selama bukan Harvey yang mengajukan perceraian, selamanya hanya ada FAYE YVONNA yang menjadi ISTRI SAH HARVEY!" Fay bangkit mencerca wanita berbisa di hadapannya.
Fay menatap tajam ke dalam netra Angella, mengintimidasi dan mengejek dalam waktu yang bersamaan. Fay tidak mau di anggap remeh kali ini. Selama Harv benar-benar di pihaknya tidak ada yang dia takutkan di dunia ini.
"Oh iya aku sampai lupa satu hal." Fay menunduk mendekati wajah Angella. "Apa kamu yakin bisa memuaskan Harv di ranjang? Suamiku mengatakan padaku bahwa akulah satu-satunya wanita yang bisa memuaskannya luar dan dalam. Bahkan dia rela mati di atas tubuhku saat dia tengah kli maks!" Fay menggoda Angella dengan membisikan kata mesum.
"Jika Nona Angella merasa tidak puas dengan jawabanku, anda di persilahkan untuk melakukan negosiasi dengan Tuan Muda Smith, aku hanya akan patuh pada keputusannya!"
Fay menyeringai puas setelah menampar kata pedas pada wanita yang mencoba berebut pria dengannya. Angella sungguh merasa di permalukan oleh Fay saat ini. Dia mengepalkan kedua tangannya erat, emosinya sungguh memuncak. Setelah kepergian Fay dia menghubungi seseorang.
"Heh, Faye Yvonna... Barusan kamu menertawakanku... Kita lihat setelah ini apa kamu masih bisa tertawa hah? Hahaha" gumam Angella menyesap habis minuman dalam gelasnya.
Fay tengah menuju mobil yang terparkir di area depan Cafe, hanya saja perasaannya tidak nyamaan. Dia seperti di buntuti seseorang, Fay semakin melebarkan langkah kakinya. Benar saja, saat suasana sepi Fay di kejutkan dengan beberapa pria bertopeng menghampirinya dan langsung membekap mulutnya dengan sapu tangan. Tak lama Fay pingsan di dalam dekapan salah satu bandit yang mengincarnya.
"CEPAT MASUKKAN DIA DALAM MOBIL SEBELUM ADA YANG MELIHAT KITA!" pekik seorang pria yang di ketahui merupakan ketua kelompok bandit yang di bayar seseorang untuk mencelakai Fay.
---
"Cutie..." pekik Harv setelah dia memasuki rumah yang di sambut oleh pelayan.
Harv mengernyitkan keningnya, tidak biasanya Fay tidak meminta ijin padanya. Apalagi Fay baru saja keluar dari rumah sakit dia belum pulih sempurna.
"Apa kamu tau kemana perginya?" tanya Harv mulai merasa cemas.
"Maaf Tuan, nyonya tidak mengatakannya..." gugup di pelayan.
Harv menegaskan rahangnya dia segera merogoh saku celana mengeluarkan ponsel menghubungi istrinya segera. Perasaannya semakin tidak nyaman, terlebih saat dia tersambung dengan kotak suara.
Nomor yang anda tuju sedang di alihkan... Silahkan─
DEG!
"APA KAMU TIDAK MENDENGAR NYONYA MENGATAKAN SESUATU?" berang Harv mencerca pelayan kediaman.
"M-Maaf Tuan, Nyonya hanya berkata dia keluar bertemu dengan temannya." sahut si pelayan dengan penuh ketakutan saat di tatap oleh mata merah yang di tunjukan Harv saat ini.
"SHIIITT!"
__ADS_1
Harv segera berlalu kembali keluar dari kediamannya, dia melakukan panggilan pada asisten khususnya.
"WILL, LACAK KEBERADAAN FAY SEKARANG JUGA!"
Tuuut!
Tanpa membiarkan asistennya menjawab permintaan tuannya, Harv sudah menutupnya sepihak. Dia bergegas melajukan kuda besinya memecah jalanan kota mencari keberadaan istrinya. Di persimpangan jalan tak sengaja dia melihat salah satu mobil milknya dengan nopol yang di hafal oleh Harv. Tanpa pikir panjang Harv membelokkan mobilnya dan memastikan keberadaan istrinya.
Braaak!
Tanpa memeriksa mobil Fay lebih dulu, Harv justru langsung menuju masuk ke dalam cafe tersebut.
"Selamat siang Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" sapa salah satu pegawai cafe tersebut. "Untuk berapa orang?" sambung si pelayan terpesona dengan paras Harv.
Harv menyelidik setiap tempat dengan sangat cepat, dia kembali merogoh saku celananya dan menunjukkan sesuatu pada pelayan cafe.
"Apa kamu melihat wanita ini kemari?!" dengan tergesa dan dingin Harv bertanya membuat si pelayan merasa tidak nyaman.
Harv memperlihatkan salah satu foto wanitanya, pelayan itu seperti tengah berpikir dan mengingat.
"Oh iya, setengah jam yang lalu Nona ini kemari bersama teman wanitanya yang lain." sahut si pelayan membuat mata Harv berbinar. "Tapi dia lebih dulu keluar sebelum akhirnya temannya ikut menyusul keluar kemudian!"
"Apa?!" Harv di buat terkejut, bagaimana bisa Fay sudah keluar tapi mobilnya masih terparkir di luar.
'Ini tidak beres!' batin Harv semakin menguatkan perasaan kekhawatirannya.
Harv segera berlari menuju keluar dan menghampiri mobil yang di gunakan oleh istrinya.
"Tas Felly... Shiiit!!!"
Harv menemukan tas kecil yang di yakini milik istrinya, karena saat di periksa terdapat kunci mobil dan barang pribadi lainnya termasuk ponsel milik istrinya itu. Harb mengepalkan kedua tangannya erat, emosinya di ujung tanduk ingin meledak. Lagi-lagi istrinya mengalami kecelakaan bertubi-tubi saat ini!
Al menarik nafas, mengatur emosi dan berpikir cepat. Dia kembali memasuki area Cafe meminta staff keamanan disana membukakan kamera pengawas setempat. Darah Harv mendidih saat beberapa pria benar-benar menculik istrinya.
Harv berlari kembali menuju kendaraannya dan tak lama ponselnya berdering. Asistennya sudah bisa mendapatkan posisi Fay. Semua itu dikarenakan cincin yang di gunakan Fay memiliki alat pelacak, tanpa ponsel istrinya Harv masih bisa menemukan dimana keberadaan istrinya.
"KATAKAN SEKARANG!!" todong Harv tidak sabar.
"Mereka ada di gudang terbengkalai selatan Distrik. Saya sudah mengerahkan anggota kesana!"
Tuuut!
__ADS_1
Dengan kecepatan maksimal dan pandangan tajam seolah siap menerjang badai Harv memacu kendaraannya untuk menyelamatkan istrinya. "Kalian menyentuhnya aku pastikan kalian akan memilih untuk mati dibanding hidup!"
To be continued...