Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 49 : Kebahagian dari Sebuah Pernikahan


__ADS_3

Warning! Adult Content...


"Sayaaaang aku sangaaat bahagiaa!!"


Fay melingkarkan kedua tangan di belakang kepala suaminya kemudian berjinjit meraih bibir penuh sang suami. Harv selalu terlihat menggodanya, pria itu tengah bertelanjang dada dan hanya mengenakan short pants yang begitu menyilaukan mata di sebabkan oleh roti sobek aneka rasa milik Harv.


"Mmmm...."


Harv menyambut dengan merengkuh tubuh Fay semakin menempel dengan tubuhnya. Bibirnya menyesap kuat bibir seksi istrinya. Tak lama dia memainkan lidah keduanya dan bertukar saliva dalam tempo yang lama.


"Aarh..." Fay terengah kehabisan pasokan udara. "Harv, I love you..." seru Fay sumringah semakin menambah kebahagian keduanya saat ini


"Love you too honey..." bisik Harv di ceruk leher istrinya.


Fay tengah mengenakan bikini seksinya yang hanya menutup bagian sensitif tubuhnya. Harv meremas pan tat padat istrinya dan Fay terlonjak.


"Honeeey!!" pekik Felly terkejut.


Harv terkekeh, bisa mengusili Fay adalah kesenangan barunya. Fay menarik tangan Harv kembali menuju pantai. Keduanya mengambil papan seluncur dan berselancar bersama. Setelah dirasa cukup Fay merengek merasakan dirinya tengah kelaparan. Mereka telah menghabiskan waktu selama tiga hari di Maldives, selama itu juga dia dan Al merasa sangat dekat tanpa ada yang mengganggu keduanya.


"Cheers!"


Tring!


Bunyi denting peraduan kedua gelas wine terdengar dan mereka menyesap wine dengan suka cita saling menatap mesra dan penuh rasa cinta yang mendalam. Suasana malam yang syahdu membuat Harv mengajak istrinya makan di bibir pantai. Di iringi alunan musik clasicc dari pemain biola dan yang lainnya, Harv bangkit mengulurkan tangannya mengajak Fay untuk berdansa.


Bagi Harvey, wanitanya selalu terlihat sempurna setiap saat. Terlebih saat ini, Fay mengenakan dress malam berbahan sutera lembut berwarna maroon tanpa lengan dengan panjangnya menjuntai hingga mata kaki yang terbelah hingga pangkal pahanya. Berkali-kali Harv menelan saliva dan melonggarkan dasinya. Harv tidak pernah bosan menyelidik dan menatap wajah istrinya yang selalu menampilkan riasan tipis namun tegas di area matanya. Fay sangat jarang menggunakan warna cerah menyilaukan mata, seperti saat ini bibirnya hanya ia poles dengan warna soft terlihat begitu anggun dengan rambut panjang sedikit bergelombang tergerai sempurna.


Siapa yang bisa menghindari dari pesona Fay yang bak bidadari itu. Tidak berhenti disitu Harv membuat kejutan untuk istrinya. Dia menundukkan tubuhnya, bersimpuh di hadapan Fay membuat wanita itu terpaku sejenak dengan apa yang di lakukan suaminya saat ini.


"What are you doing Honey?" ujar Fay lirih.


"Honey, please always be mine in every single time..." seru Harv serius di hadapan istrinya. "You're my one and only... I don't want to wake up from the dream that is you... Because ain't nothing in the world to compare with you honey!" sambungnya membuat tubuh Fay bergetar setelah mendengarnya.


[Kamu adalah satu-satunya, aku tidak ingin terbangun dari mimpi bersamamu, sebab tidak ada sesuatu di dunia ini yang bisa di bandingkan denganmu sayang.]


"You're my everything!" tukas Harv mesra dengan tatapan penuh cintanya.


Hati Fay membuncah dengan kata manis yang di lontarkan suaminya tepat di bawah wajahnya. Perlahan Harv membuka kotak kecil yang memperlihatkan isi di dalamnya berupa cincin indah bertahtakan berlian disana. Fay refleks menutup mulutnya tidak percaya apa yang dialaminya sekarang. Bahkan dalam mimpinya sekalipun di tidak pernah berani memikirkan apalagi mendapatkan hal seperti ini.


Perlahan Harv menarik jemari lentik wanitanya memasukan cincin indah di jari manisnya. Ini bukan yang pertama kali karena ada cincin pernikahan mereka yang selalunya tidak pernah di gunakan Fay demi menutupi statusnya.


"Happy Anniversary Cutie!" seru Harv bangkit setelah menyematkan cincin di jari manis istrinya dan mencium mesra jemari indahnya.

__ADS_1


Mata Fay jelas terlihat semakin terbelalak mendengar kata Anniversary!


"Hari ini tepat, dua tahun yang lalu aku berjumpa denganmu Faye Yvonna" Harv mengusap lembut wajah Fay yang telah basah oleh air mata dan mengecupnya mesra.


"T-tapi ini bukan tanggal pernikahan kita? Masih ada satu bulan lagi bukan?" Fay merasa tidak mungkin ia lupa akan hari jadi pernikahannya.


Hari dimana awal jungkir balik kehidupannya dia tidak akan pernah melupakannya, dia yang polos dan masih sangat muda di paksa menjadi nyonya besar dari tuan muda sang penguasa dunia bisnis di negaranya. Bukan ia tidak tahu bahwa dirinya hanya digunakan sebagai alat Harv untuk mengambil keseluruhan saham SG Company dari mendiang ayah mertuanya. Fay juga dengan jelas membaca setiap poin kontrak yang telah ia setujui dan tanda tangani sebulan sebelumnya dimana dia di jual oleh pacarnya Zayn.


Semua slide kisah hidupnya kembali bermunculan di ingatannya, sungguh hal terberat dalam dirinya selama ini adalah dia terus berpura-pura kuat, meyakini semuanya baik-baik saja walau sejujurnya dia sangat rapuh dan telah hancur.


"Cutie, aku kan bilang hari jadi dimana kita bertemu. Bukan hari jadi pernikahan..." tukas Harv dengan senyum yang terbit di wajah tampannya. "Hari ini tepat dimana kamu berada di ranjangku, aku melepas keperjakaanku dan kamu kehilangan keperawananmu. Kita sudah di takdirkan bersama bukan?!"


Fay semakin terisak, bahunya berguncang sangat keras. Harv segera memeluknya erat dan menenangkan wanitanya. "Aku selalu dan akan terus mengingatnya."


Harv juga kembali di bawa mengingat dua tahun kebelakang. "Hari dimana aku menemukan apa itu cinta!"


Fay semakin terisak dalam pelukan suaminya, Harv hanya membiarkannya, ini kesempatan baginya mengutarakan semuanya kembali. "Aku selalu berpikir kapan aku jatuh cinta padamu?"


Keduanya melonggarkan pelukan mereka, Harv menatap lekat manik bening istrinya. "Jawabannya adalah saat aku melihat mu pertama kalinya... Saat kamu menganggap diriku ayam goreng kesukaanmu... Saat jeritan dan ******* merdumu mengisi seluruh kepala dan benakku, dan saat seluruh bagian dari dirimu adalah canduku..."


Fay kembali menggetarkan bahunya menhan isak tangis yang tidak bisa ia kontrol.


"Saat aku takut kehilanganmu, aku menyadari─" Harv menggenggam kedua tangan Fay dan menciumnya mesra. "Aku sudah jatuh cinta padamu jauh lebih awal dari yang kamu bisa bayangkan!" tuturnya dengan senyuman bahagianya.


Fay semakin mengaung menangisi sikap manis suaminya. Dia tidak ingin melepaskan Harv barang sejenak saja. Harv dengan sabar menemani istrinya yang masih sibuk dengan isak tangisnya. Harv terus memeluk erat dan mencium pucuk kepala sang istri. "Sudah puas menangisnya?!"


"Cutie..." panggil Harv berat.


"You're mine..." bisik Fay membuat wajah Harv semakin memerah.


Bruuk!


Dengan perlahan Harv menjatuhkan istrinya di kasur hangat mereka atau lebih tepatnya ranjang panas mereka. Karena setiap malam bahkan sepanjang ada kesempatan mereka selalu melabuhkan hasrat dan cinta mereka tanpa kenal lelah atau bosan.


"Mmmmm..." tanpa ba bi bu Harv kembali menyesap bibir wanitanya. Fay menangkupkan kedua tangan di rahang tegas suaminya yang di penuhi bulu halus menggoda disana.


Tangan Harv tengah meremas lembut bukit indah yang padat dan kenyal seperti mainan squishy yang enak di pegang. Fay semakin di buat merem melek oleh suaminya, walau bukan yang pertama bahkan ini untuk puluhan malam panas yang ia lewati dengan Harv tapi semua rangsangan Harv selalu berhasil membangkitkan gairahnya.


Ciuman lembut mereka berubah liar, seiring hisapan mereka semakin menjadi. Lidah Harv terus menyesapi bagian rongga mulut Fay. Rasa wine yang masih tertinggal disana semakin memabukannya. Dia juga memagut bibir seksi atas dan bawah Fay menyesapnya hingga Fay harus mendorong Harv karena tidak nyaman.


Harv melepaskan pagutan panas mereka, terlihat Fay tengah terengah dengan raut wajah kecewanya. Kedua kakinya ia angkat dengan menggerakannya gelisah kiri dan kanan. Harv menjulurkan lidahnya menyapu bibir luar dengan gerakan sensual menggoda.


"Kamu adalah hidangan favoritku Cutie..." ujar Harv penuh gairah, dia mulai melucuti pakaiannya di ikuti Fay yang membantunya melepas gesper dan celana dasarnya.

__ADS_1


Fay menelan salivanya saat melihat penampakan di hadapannya, senjata prianya tengah menjulang tinggi bak keadilan. Fay sudah tergoda untuk memakannya. Tanpa basa-basi dia memasukan milik suaminya kedalam mulut mungilnya yang langsung terasa penuh oleh senjata suaminya. Perlahan dia menggerakannya maju dan mundur di tahan oleh tangan lentiknya.


"Arrghh yes Cutie..." lenguh Harv menikmati semua yang dilakukan istrinya dengan mendongakan wajahnya.


Keduanya tengah berada di tengah-tengah ranjang dimana Fay sedang melakukan blow j obnya.


"Aaaarrrrghhh!!!" erangan panjang dari suaminya terdengar seiring keluarnya pelepasan pertama yang langsung diminum habis oleh Fay, sisa yang masih menempel diji latnya perlahan membuat senjata yang sempat lemas kembali tegak menjulang siap mengoyak miliknya.


"You're fu cking bi tches!"


Fay tersenyum menggoda saat suaminya mengumpat kasar dan menjatuhkan dirinya di kasur mereka dan membuka kakinya lebar. Harv merangkak menggapai bibir strawberry kesukaannya kembali menyesapnya kasar. Tangannya telah berhasil menyingkap dress wanitanya dan melempar kesembarang. Keduanya sudah sama-sama polos tanpa balutan benang hanya terlihat mengkilat oleh peluh mereka.


Fay mulai meracau setalah Harv membombardir tubuhnya dengan semua aktifitas panas mereka saat ini.


"Aaargghhh!!"


"Harvey... Aaargghh!!"


"Yes...Oughh!"


"Hit me... Aaarrghhh..."


Fay mengerang saat gigi rapi prianya menggigit ujung bukit kembarnya sejenak kemudian menyesapnya kuat. Sama halnya seperti bayi yang tengah menyusu pada ibunya.


"Aaargghhh!! Aaargghhh!!"


Tak hentinya Fay mendesah merdu menjambak rambut hitam tebal prianya. Bagian tongkat tumpulnya sudah sangat mengeras dengan mengarahkannya perlahan langsung dimasukan tanpa aba-aba.


Jleb!


"Aaargghhh!! Aaargghhh!!"


Felly seperti tengah di hujam pedang tumpul dalam miliknya. Rasanya perih dan nikmat melebur menjadi satu. Ukuran yang besar milik suaminya selalu berhasil membuat area pusat tubuhnya mengalami lecet-lecet di beragai tempat.


Suara peraduan kulit mereka terdengar jelas menambah semarak gairah keduanya. Harv ikut mengerang seiring senjatanya dimanjakan oleh milik Fay yang menggigit dan menghimpit miliknya. Luar biasa mereka melakukannya sepanjang malam dengan berbagai gaya dan berapa kali mencapai puncaknya mereka tidak ingin berhenti seolah keduanya meminum ramuan kuat.


"Aaargghhh!!"


Tubuh keduanya bergetar hebat, Harv kembali mendorong miliknya hingga ujung dinding rahim istrinya. Menyemprotkan ca iran cinta untuk yang kesekian kali berharap ada dari mereka menjadikan dirinya menyandang gelar baru selain penguasa bisnis!


"Aku sangat mencintaimu Faye Yvonna!" tukas Harv terengah mencium kening istrinya.


"Aku juga Tuan Harvey... Jangan dikeluarin ya, biar dia tetap didalam seperti biasa!"

__ADS_1


Harv tersenyum dan menjatuhkan dirinya di samping tubuh istrinya, keduanya tidur saling berpelukan berhadapan. Berharap hari esok akan kembali membawa harapan baru dan semakin mengeratkan rasa cinta keduanya.


To be continued...


__ADS_2