
⋅•⋅⊰∙∘☽༓☾∘∙⊱⋅•⋅
Mentari pagi tengah menampakan dirinya menyelusup dalam tirai kamar besar di sana dan membangunkan si empunya. Fay mengerjapkan kedua netranya dan berusaha bangkit dari ranjang besar yang sudah semerawut seperti kapal karam. Segaris senyum lebar Fay terpetakan jelas di wajah sayunya, kembali ia ingat semalaman prianya menuntaskan hasrat dengan terus melayangkan pernyataan cinta pada dirinya.
Fay sendiri tidak bodoh, mana mungkin si tuan dingin itu mencintainya. Bagi suaminya Fay tak lebih dari penghangat kasur yang legal. Fay hanya akan di temui jika tuannya tengah menginginkan dirinya, jika tidak menanyakan kabarnya saja mungkin enggan.
“Aaww… Beruang emang!” rintih Fay saat mencoba bangkit dari kasur menuju kamar mandi, dia tetap harus bangun pagi meneruskan aktifitas sebagaimana mestinya walau dia sangat enggan.
Terlintas siluet prianya berada di area wardrobe samping kamar mandi di dalam kamar. Fay menaikan sudut bibirnya dan mencoba untuk menggoda pria angkuh itu. “Sesekali lah, toh biasanya dia mana mau meninggalkan pekerjaannya di banding menyetujui keinginanku.”
Otak nista Fay bekerja, dia menghampiri suami yang tengah mengenakan pakaian formal seperti biasa. Pengusaha sukses itu memiliki jadwal yang padat di sepanjang harinya. Pergi pagi dan pulang mungkin di malam harinya sudah begitu terbiasa untuknya.
“Honeeey…” pekik Fay memeluk prianya dari belakang. “Kamu selalu gitu, love tonight and forget in the morning!” cibir Fay merengek manja membuat gemas Harv yang mendengarnya.
“Kamu sudah bangun Cutie…” Suara serak Harv membuat tubuh Fay meremang seketika. Begitu saja Fay sudah begitu tergoda. Dia mendengus merasa justru senjatanya berbalik menyerangnya. Prianya begitu maskulin dengan harum yang sungguh mengoyak imannya.
“Apa kamu akan pergi lagi?” tanya Fay mengacuhkan pertanyaan Harv sebelumnya.
“Heh… Bukankah seharusnya kamu berangkat bekerja? Ini udah jam 7.30 loh…” sahut Harv dengan kekehan membalikan wajahnya menatap istrinya.
“APAAAA??!!”
__ADS_1
Fay dengan cepat menarik kembali tangannya dan memekik histeris. Bagi buruh corporate seperti dia penilaian absensi tentu jadi yang utama untuk mengejar bonus tahunan. Saat akan bersiap membersihkan diri tiba-tiba saja Fay memiliki rencana gila yang terlintas begitu saja di benaknya.
“Ah, sudah terlambat mau gimana lagi…” dengus Fay pasrah. “Ehm… Apakah suamiku mau menemaniku cuti hari ini?” goda Fay kembali merangkulkan tubuhnya memeluk Harv dari depan karena prianya telah berbalik badan sempurna memperhatikan dirinya.
“Aih sudahlah, tanpa di jawab aku sudah tahu jawabannya… Kamu mana peduli padaku.” Dengan senyum di paksakan Fay mendongak menatap wajah rupawan suaminya.
Harv membalas mengulas senyum tampan di hadapan Fay, dia begitu gemas akan tingkah manja istrinya beberapa bulan terakhir ini. Dia ingat dahulu saat mereka baru saja menjadi suami istri Fay mana mau di sentuh oleh Harv, bahkan terkesan acuh tidak peduli apa yang dilakukan olehnya.
Bruk…
Harv menarik tubuh Fay yang sempat beringsut mundur, dengan cepat bibir Harv memagut bibir tipis istrinya. Dengan senang hati Fay menyambut dan melingkarkan kedua tangan di leher suaminya. Ciuman itu semakin panas dan liar, wajah Harv bahkan telah turun dan kembali mengabsen leher serta belahan dada istrinya yang selalu sukses menggoda hasratnya. Sudah tidak bisa lagi Fay tahan, lenguhannya keluar begitu saja. Hari ini dia bertekad untuk mengurung suaminya.
Dia tidak perduli suaminya akan menganggap dia mulai nakal, setidaknya ini kompensasi untuknya setelah beredar berita di media social yang mengatakan bahwa Harv memiliki hubungan khusus dengan salah satu artis ternama di negrinya yaitu Angela Wang. Artis cantik yang baru saja menyabet penghargaan menjadi artis terbaik tahun ini. Hati Fay merasa cemburu berlebihan saat membaca berita yang mengatakan keduanya sering kedapatan tengah berkencan. Fay mengulas senyum culasnya di wajah suaminya yang terlihat sudah sangat berhasrat. Fay turun segera membuka gesper ikat pinggan suaminya dan melakukan blow j ob yang selalu dia lakukan seperti biasanya di saat mereka tengah bercin ta.
Tak perlu menunggu lama pria itu mengeluarkan lolongan panjang menandakan telah menuju puncak permainan panas istrinya. Fay merasa senang, suaminya sudah terpuaskan dalam waktu yang singkat hanya dengan mulutnya saja.
“Oh, Cutie… Kamu yang memaksaku!” Harv kembali menggendong istrinya, melemparnya di atas ranjang dan kembali melakukan olahraga enak di pagi hari yang cerah. Dengan senang hati Fay melayani suaminya, tak lupa dia juga mengompori pria gagah nan perkasanya itu.
“Apa kamu masih akan pergi Honey?” tanya Fay di sela aktifitas bercin ta mereka.
“Oughh… Kamu masih bisa berkata sepertinya keahlianku menurun saat ini!” olok Harv pada dirinya sendiri.
“Sepertinya begitu…” Fay semakin memanasi suaminya.
__ADS_1
Tanpa ba bi bu Harv kembali menghentakan tubuhnya sedikit kasar membuat tubuh Fay tersentak dan meringis kesakitan namun tidak juga menghentikan perbuatan suaminya itu. Selama ini Fay tidak pernah sekalipun menolak atau mengeluh akan sikap suaminya dalam permainan mereka di ranjang. Fay begitu patuh, toh dia juga menikmatinya. Salah satu alasan Harv begitu merindukan istrinya sepanjang waktu, istrinya tidak pernah membuatnya pusing dengan tingkahnya.
“Kamu belum menjawabnya Honey…” Dengan terengah karena pelepasannya Fay masih terus saja menuntut Harv kali ini. Harv melengkungkan senyuman tampan yang di hiasi peluh sebesar biji jagung di wajahnya sekarang.
“Nyonya muda Smith tengah merajuk, aku bisa apa. Aku akan menemanimu kali ini!” bisik Harv membuat tubuh Fay terlonjak dan bangun seketika mendekati wajah Harv.
“Kamu demam?” tanya Fay curiga menaruh telapak tangan di dahi suaminya dengan wajah keheranannya.
Harvey mengerutkan keningnya bingung, “Tidak… Aku hanya sedang merindukan istriku dan bersiap memanjakannya hari ini.”
DEG!
Denyut jantung Fay berdetak tidak karuan, seharusnya dia tahu betapa pria di hadapannya ini pandai bermain kata dan melambungkan asanya. Hanya saja, entah mengapa rasanya kali ini Fay sedikit terjerat membuat wajahnya merona dan jantungnya berdetak begitu cepat setiap kali suaminya berkata manis untuknya.
“Aku pastikan kamu tidak akan menyesal Tuan…” bisik Fay mesra di cuping telinga Harv, menggigit tanpa melukainya kembali membakar api gairah keduanya.
Fay berbalik badan, mendorong tubuh Harv dan bersiap memegang kendali kali ini. Harv tersenyum senang, dia di buat merem-melek oleh pelayanan istrinya yang selalu memuaskan di atas ranjang panasnya.
‘Seandainya kamu tahu Cutie, aku merelakan pertemuan bisnisku kali ini. Aku juga kehilangan investasi senilai US$ 500ribu hanya untuk menemani dan memuaskan gairahmu. Semakin lama aku semakin terjerat oleh pesonamu Cutie…’ batin Harv merasa dirinya tengah jatuh cinta pada istrinya.
Mereka lupa, salah satu poin dalam perjanjian kontrak pernikahan mereka adalah mereka dilarang untuk jatuh cinta. Hanya saja, sepertinya keduanya melanggar perjanjian. Apa mungkin surat kontrak itu masih berlaku setelahnya?
To be continued…
__ADS_1