Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 05 - Pergi Begitu Saja!


__ADS_3

^^^Sekali pun kau tak pernah pedulikan rasa ku...^^^


^^^Ku takkan acuhkan dirimu...^^^


^^^Tapi kuharap suatu saat nanti kau tahu...^^^


^^^Sendiri ku berharap...^^^


^^^Memberi kasih walau tak kembali...^^^


"I maybe not yours and you're not mine... But I'll be there for you when you need me... It is only me... Believe me girl it's only me... Yeah it's only me~"


Fay melantunkan sebuah lagu yang di sukainya yang tengah ia putar di dalam mobil mewah suaminya. Kali ini keduanya pergi tanpa di temani supir seperti biasanya.


Fay meminta agar hanya ada mereka sehingga Will tidak mengacaukan atau menjadi obat nyamuk bakar di tengah-tengah kemesraan keduanya.


"I will always be the one who pull you up... When everybody push you down... And it's only me.. Believe me girl it's only me... Yeah it's only me~"


Harv mengulas senyuman tampannya terkadang sesekali menatap wajah cantik istrinya yang apa adanya tanpa perlu make up tebal seperti kebanyakan wanita sosialita yang selalu menempel padanya.


Tanpa Harv ketahui alasan mengapa Fay melantunkan lagu itu sejujurnya menyindir dirinya. Hanya saja sepertinya si pria tidak peka bahkan tidak peduli sama sekali membuat Fay dilanda kesal yang tak berkesudahan.


Mereka hanya berkeliling menggunakan Maybach menjelajahi jalanan ibu kota. Sekali Fay meminta berhenti untuk berjalan di taman kota bersama suaminya seperti kebanyakan pasangan normal lainnya.


Hanya saja tampilan Fay kali ini seperti alien yang tengah menyelusup ke Bumi. Dia menggunakan topi, kacamata hitam lengkap beserta maskernya. Akan sangat membahayakan jika ada team lambe turah aka reporter yang mengekspose kebersamaan keduanya.


Tak sedikitpun suaminya mengeluh atau menggerutu akan tingkah istrinya saat ini. Sedari keluar dari rumah sampai saat berjalan di taman keduanya tak sedetik pun melepaskan genggaman tangan mereka.


Bagi yang tidak mengetahui keduanya pasti mengira mereka pasangan yang begitu harmonis dan sangat serasi. Hanya saja bagi Fay semua ini hanya pencitraan semata. Fay sendiri terkadang merasa lelah dengan terus seperti ini, seolah tidak terjadi perang batin dalam dirinya.

__ADS_1


Cup~


Fay menatap haru kearah suaminya yang tengah menciumi salah satu tangannya. Ingin rasanya Fay menghentikan waktu dan terus bersama dengan pria yang sepertinya sudah mencuri perhatian dan cintanya kali ini.


Fay mendengus perlahan dan membuang wajahnya menatap pemandangan dari kaca jendela. Ingin rasanya Harv mengajak berbincang dengan istrinya hanya saja dia tidak tahu harus memulai dari mana. Dia hanya mampu menciumi tangan istrinya.


'Apa kita akan bertaruh Fay? Siapa yang lebih dulu jatuh cinta diantara kita berdua?! Sepertinya kamu tidak peduli akan perasaanku...' batin Harv melajukan mobil mereka kembali menuju Condo.


Sekembalinya mereka di rumah, Harv begitu emosi. Entah mengapa setiap kali merasa jika Fay tidak menginginkannya dia benar-benar begitu emosi!


Tanpa meminta ijin dan tanpa sepatah kata apapun di depan istrinya Harv kembali melakukan penyatuan keduanya. Fay merasa kali ini Harv jauh berbeda dari biasanya. Walaupun permainan Harv selalunya dirasa brutal tapi sekalipun Harv tidak pernah bermain kasar.


Sangat berbeda dengan saat ini, seolah Fay tengah kedapatan berbuat salah. Fay menjerit dan merintih kesakitan Harv tidak peduli dia terus menggagahi istrinya sampai dia puas. Fay berakhir pingsan terkulai lemas setelah di gempur dua jam non-stop oleh prianya.


"Aarrghh!!" Emosi dan juga pelepasan Harv melebur menjadi satu. Tak lama penyesalan menyeruak dalam dirinya.


Braaaak!


Rasanya Harv mendadak seperti bukan dirinya, dia begitu takut menerima kenyataan jika Fay ternyata tidak mencintainya.


^^^Loving you is losing game~^^^


Harv telah selesai dengan membersihkan diri, dia menghampiri Fay dan menaikkan selimut menutupi tubuh polos dan lengket istrinya.


"Aku benci jika harus mengakui mungkin aku lebih dulu mencintaimu Cutie!" lirih Harv berbisik dan kembali mencium kening istrinya.


Setelahnya Harv bangkit pergi meninggalkan Fay sendirian disana seperti biasanya. Bukan tanpa alasan Harv akan pergi dalam diam. Sejujurnya dia sangat sulit melakukan perpisahan dengan istrinya. Jika istrinya dalam keadaan terjaga maka kemungkinannya akan seperti hari ini. Harv akan menempel sepanjang waktu dengan Fay.


---

__ADS_1


Fay terbangun dari tidur lelapnya, dia merasakan tubuhnya seperti terjatuh dari jurang bahkan seperti kejatuhan asteroid besar. Ngilu di sekujur tubuhnya membuat ia malas untuk terjaga rasanya.


Wanita itu menyapu ranjang besarnya, dia menyeringai pedih. Mendapati kenyataan suaminya telah pergi kembali tanpa pamit. Dengan terpaksa dia membawa tubuhnya bangkit dan menyender pada ujung ranjangnya.


Terlihat kosong area dimana biasanya suaminya tertidur disana, tidak juga terdengar aktivitas di kamar mandi. Semuanya sunyi di dalam kamar besarnya. Sudut matanya menarik sebuah catatan yang sengaja di taruh di atas nakas samping ranjang.


Fay mengambilnya dan perlahan membaca catatan yang di tinggalkan Harv sebelumnya. Tanpa mau mengganggu tidur lelapnya suaminya pergi dalam senyap kembali mementingkan urusan bisnis di banding menemaninya.


"Haha aku sudah bilang Faye Yvonna, kamu hanya istri dalam selembar kertas saja!! Apa yang kamu harapkan?!" Fay mengejek dirinya sendiri.


"Dia mendapat tubuhku, aku meraup keuangannya!"


Fay tertawa pilu, tak terasa dia justru meneteskan air matanya. Tak ingin larut dalam kekecewaan yang semakin dalam Fay bangkit dan tidak ingin ambil pusing. Dia sudah terbiasa di tinggalkan begitu saja bagai sebuah barang yang jika sudah selesai di pakai maka kembalikan ke tempatnya.


"Yeah, love tonight and forget in the morning Baby..." Fay memekik tagline khusus untuk suaminya.


"Apa kamu tengah kecewa Nona Faye Yvonna?" gumam Fay bermonolog dengan pantulan dirinya di cermin besar kamar mandi mewahnya.


"Apa kamu sudah mulai mengakui kamu jatuh cinta pada pria dingin dengan kekuatan immortal di setiap aksi ranjangnya?!" lanjut Fay dengan menatap kesal dirinya sendiri.


"Oh come on Faye... Dia hanya menganggap mu sebagai penghangat kasur yang legal saja! Apa pantas dia menerima cintamu?! Masih mending Devan, perhatiannya mengalahkan Si Alligator Zayn!"


Fay terus merutuk dan bermonolog sendiri di dalam kamar mandinya membandingkan pria satu dan yang lainnya sampai akhirnya dia lelah sendiri dan segera menuntaskan aktivitas membersihkan dirinya itu.


Fay bergegas menuju kantor sebelum dia terlambat. Sesekali Fay merintih dikarenakan pusat tubuhnya yang perih saat kedua kakinya bergerak cepat bergesekan secara bersamaan.


"Terkutuklah kamu HARVEY SMITH!" rutuk Fay emosi di dalam mobilnya. Setelah cukup tenang dia melajukan mobil sport dua pintunya menuju XCorp. Tempat dimana dia menghabiskan dan mengisi waktu gabutnya berlandaskan mengejar cita-cita yang dia idamkan selama ini.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2