Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 04 - Rasa Ini...


__ADS_3

Fay tengah sibuk mempersiapkan sarapan kesiangan mereka. Setelah di santap oleh suaminya barusan sekarang Fay mencoba menjadi sosok istri idaman bagi suaminya.


"Mm... Harum sekali..."


Harv mencium harum masakan saat tengah turun dari kamar mereka menemui istrinya dan memeluk dari belakang tubuh Fay yang tengah menata sarapan pagi mereka.


"Kamu memasaknya sendiri?!" tanya Harv di ceruk leher istrinya merangkul dengan mesra.


Fay berbalik badan dan mengecup tak kalah mesra pipi Harv. Mereka berdua benar-benar terlihat seperti pasutri sempurna.


"Yuk, nanti keburu dingin gak enak." ajak Fay segera pada suaminya.


Harv menarik kursi untuk Fay, dia sendiri tengah menarik kursi di sebelahnya duduk tepat di samping Fay dan menyesap kopi hitamnya.


"Ehmm... Kamu semakin tahu caranya memuaskanku dari segala aspek Cutie..." puji Harv yang membuat angan Fay melayang.


Kopi buatan Fay merupakan kopi terenak yang menjadi minuman favorit Harvey. Harv merupakan seseorang yang memiliki sifat picky eater, dia selalu menolak makanan tertentu apalagi makanan sembarang yang tidak jelas. Terkecuali masakan yang di siapkan istrinya tentu saja. Dia akan menyantapnya dengan lahap tanpa komentar apapun jenis masakannya.


"Ayo di coba, aku sudah berusaha keras membuatkan makanan enak yang mungkin bisa di sukai suamiku tercinta." seru Fay sumringah.


Deg!


Mendadak hati Harv tersentuh dengan kalimat manis barusan. Dengan cepat dia menarik tangan Fay kembali mencuri sebuah ciuman dari bibir istrinya yang terasa seperti opium. Dia akan menginginkannya lagi dan lagi.


"Bibirmu sangat manis, bahkan kata yaang keluar pun sangat terasa manis menyentuh hatiku!" tukas Harv lembut di hadapan istrinya yang masih sedikit terengah akibat ulahnya barusan.


Kali ini jantung Fay yang di hantam tingkah manis suaminya. Selama ini Harv tidak pernah banyak bicara bahkan bisa menahan Harv lebih lama dari biasanya sudah merupakan prestasi bagi Fay saat ini.


"Padahal kan mulut tuan yang nyatanya begitu manis... Saking manisnya aku bahkan bisa tertipu apa itu madu atau racun!" ujar Fay menaruh jari telunjuk di bibir Harv.


Harv hanya terkekeh dan berbalik menyantap spaghetti bolognese buatan istrinya. Segera setelah menyantapnya Harv kembali menatap istrinya.


'Mengapa semua yang ia hidangkan selalu sesuai dengan seleraku!' batin Harv merasakan perasaan lain lagi hinggap di hatinya.


Fay menatap sangsi pada prianya, "Kenapa menatapku seperti itu? Gak enak ya?!" sungut Fay merasa sebal rasanya di tatap seolah seperti melakukan kesalahan.


"Heh... Apa aku bilang ini tidak enak?" sahut Harv dingin. "Rasanya begitu lezat, sama seperti milikmu!" canda Harv mengerlingkan matanya.

__ADS_1


"CABUUULLL!!" pekik Fay seraya memukul bahu suaminya.


Harv terkekeh, dia bisa juga menikmati harinya se-berwarna seperti saat ini.


---


"Nes... Mana Faye?" tanya Devan mendekati meja Vanessa.


"Loh kok tanya gue! Bukannya anda kekasihnya..." Vanesha menjawab dengan menggoda atasannya.


Devan yang di panggil kekasih Fay mendadak merubah air mukanya merona seketika.


"Isshh!! Kenapa jam segini dia belum masuk?! Gak kayak biasanya..." pekik Devan gelisah mengkhawatirkan wanitanya.


"Kamu tanya aku lantas aku tanya siapa?" cibir Vanesha yang memang tidak pernah bisa berkata sopan.


Devan mendengus menjauh dari meja anak buah barbar-nya. Di dalam ruangannya dia mencoba menghubungi Fay, berharap wanitanya menjawab panggilannya.


Tuuuttt....


"Halo Bos..." sapa Fay mesra.


"Hehe... Maaf Bos, aku ijin meminta hak cutiku ya... Mendadak butuh healing!" jawab Fay cengengesan membuat Devan berkacak pinggang kesal.


"Kamu healing gak ngajak aku?! Dimana sekarang aku kesana..."


"Aku di Antartika... Kamu gak usah kesini... Dingiiinnn bbbrrrrr..." sahut Fay sekenanya.


Ingin rasanya Devan mengungkung tubuh kekasihnya saat ini juga dan menghukumnya atas kekonyolan yang diperbuatnya.


"Udah ya Bos, tar aku ketahuan beruang aku lagi ngumpet! Hihi... Aku mau jadi eskimo dulu... Bye Honeeey... Mmuuacchh!"


Tuutt!


"Fay!!"


Devan lagi-lagi hanya bisa memukul angin setiap kali wanitanya menghindar dari kejarannya. Dia pikir Fay tengah bercanda mengatakan dia di Antartika. Bagaimana mungkin malam tadi dia baru saja bertemu. Padahal itu adalah kode yang sengaja Fay ungkapkan dengan candaan agar Dev tidak menyadarinya.

__ADS_1


Fay memang seperti tengah berada di Antartika bersama suami dingin yang ia ungkapkan seperti beruang dimana setiap kali mereka bercengkrama di ranjang rasanya seperti di terkam beruang.


"Siapa Cutie..." Harv menghampiri Fay yang tengah berdiri di balkon rumahnya yang sebelumnya ijin menjawab panggilan telponnya.


"Oh ini Bosku, aku ijin cuti... Dia mengomeli ku cuti gak bilang-bilang. Abisnya ada yang bikin aku terlambat bangun!" Fay merangkul tubuh Harv dengan begitu tenang.


Prianya percaya begitu saja, seandainya dia tahu bahwa istrinya tengah main belakang mungkin saja nyawa istrinya itu akan lenyap seketika bersama selingkuhannya.


Bukannya Harv tidak menyelidiki, hanya saja dia percaya bahwa istrinya merupakan wanita polos yang tidak mungkin berselingkuh di belakangnya. Tanpa Harv ketahui bahwa Fay tengah membalas kelakuannya dengan menjalani hubungan gelap dengan Bosnya sendiri.


Selama ini Fay selalu merasa kesepian, disaat itulah Devan hadir membawa kehangatan dan kenyamanan. Bagi Fay Devan tak ubahnya hanya pelampiasan rasa kecewanya terhadap suaminya.


"Honey, jalan-jalan yuk..." ajak Fay manja di dalam dekapan tubuh suaminya.


"Mau jalan kemana?! Bukannya kamu si paling takut jika hubungan kita terekspos hm?!" tanya Harv menekan dagu istrinya.


"Hehe, aku bisa pake seperangkat alat penyamaranku... Bahkan aku bisa bermanuver jadi asisten jadi-jadianmu." tukas Fay konyol.


"HAHAHA! Oke..." sahut Harv segera.


"Hah?" Fay menganga dengan jawaban tak terduga selanjutnya. "Sumpahnya demi apa?! Honey kamu pasti lagi nge-Prank!" rutuk Fay tidak percaya.


"Kamu sebenarnya minta apa Cutie?! Aku sendiri jadi bingung... Tadi kamu minta jalan-jalan?! Gak jadi kah?!" sungut Harv sebal.


Fay menampilkan sederet gigi putih rapihnya. Sejujurnya dia hanya tengah menguji suaminya saja, dia tidak menyangka Harv benar-benar menyanggupinya.


Biasanya Harv hanya mau bersama jika keduanya di atas ranjang saja. Fay sepertinya butuh sedikit pencerahan. Apa mungkin Harv tengah mabuk atau ada udang di balik bakwan?!


"Bagaimana jika aku ke hatimu dulu Honey?" canda Fay menautkan kedua tangan di belakang kepala Harv dan mengusap lembut rambut tebal suaminya itu.


Harv kembali menyeringai takjub dengan permainan tarik ulur istrinya yang senang sekali membuat jutaan kupu-kupu berterbangan di sekeliling mereka saat ini.


"Bukankah sudah..." bisik lirih Harv beringsut meninggalkan Fay lebih dulu.


"CEPAAT barusan Will bilang aku ada rapat dadakan!" titah Harv pada Fay yang tengah mematung.


"T-Tungguuu... Itu tadi maksudnya apaaa?!" setengah berteriak Fay meminta penjelasan pada suaminya dengan mengimbangi langkah kaki Harv. Namun Harv tidak mau menjelaskan, dengan wajah meronanya Harv bergegas keluar penthouse mewah istrinya yang dulu dia berikan sebagai hadiah pernikahan mereka.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2