Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 77 : Berakhir


__ADS_3

Kediaman Atkinston, 08.00 PM.


"Paaaah!"


Terdengar jerit seorang wanita paruh baya yang tergesa memasuki kediaman. Perempuan itu adalah nyonya Jo, istri dari Luke Atkinston atau ibu angkat Faye Yvonna.


"Apa sih Ma, pulang-pulang teriak kayak neriakin maling aja!" ketus tuan Luke turun menuju ruang tengah.


"Pa, Mama baca berita penting!" Nyonya Jo mendekati suaminya menunjukan ponsel yang tengah membuka sebuah portal berita terheboh di jagat media sosial saat ini.


"Faye?" kening tuan Luke sedikit mengerut. "Anak yang tidak tahu diri!" maki tuan Luke saat membaca highline berita tentang video asusila mantan putri angkatnya. "Untung kita sudah memutuskan ikatan keluarga dengannya."


"Issh, kamu gak liat apa berita lanjutannya?" Nyonya Jo berubah berang dan kembali menunjukan tagline berita lainnya. "Selama ini dia adalah istri sah Tuan Smith!" pekik nyonya Jo kesal.


"APAA?!" Tuan Luke terbelalak tidak percaya apa yang diucapkan istrinya. Dengan cepat dia menarik ponsel dan memastikan kebenaran berita yang di sebutkan sebelumnya.


Keduanya tidak menyadari kedatangan putrinya yang sama baru dari luar kediaman. "Ribut apa sih?"


"Greic, lihat ini!" Nyonya Jo semakin bersemangat untuk membahas hal mengenai Faye di depan anak kandungnya. "Kakak angkatmu ini ternyata selama ini adalah istri dari Tuan Smith, orang terkaya di Negara kita!" cerca nyonya Jo menggebu.


Greic mengernyit sejenak, mencerna apa maksud yang diucapkan ibunya. 'Owh pantas saat di club dia begitu sombong. Jadi pria yang membantunya saat itu adalah Mr. Smith...'


"Halah, dia dijadiin istri paling cuma buat hangatin ranjang doang." cibir Greic bersiap menaiki tangga. "Lagi pula, siapa sih Mr. Smith?" Greic menatap kedua orang tuanya. "Wanita seperti apa yang dia inginkan pasti tersedia. Faye bukan satu-satunya... Apalagi berita sebelumnya mengatakan pria besar itu masih memiliki hubungan dengan wanita yang jadi kekasih sesungguhnya Mr. Smith." ejek Greic tidak mau mengakui Faye sudah selangkah didepannya.


"Berita menjijikan itu kalian masih mau menontonnya, huh?" Greic kembali melangkh kedepan meninggalkan kedua orang tuanya yang tengah saling tatap sekarang.


"Tapi... Kali ini aku bisa mencoba sesuatu pada Faye." Tiba-tiba saja tuan Luke memiliki ide gila di kepalanya. "Sudah sekian lama kita menghidupi Faye, dia harus menunjukan baktinya pada kita." gumam tuan Luke dengan seringai mencurigakannya.


"Maksud Papa apa? Kita sudah tidak ada urusan lagi dengannya," keluh nyonya Jo menatap sangsi pada suaminya.


"Ma, perusahaan kita tengah butuh suntikan dana. Tuan Smith adalah jawabannya..."


Keduanya saling melempar senyum olokan, tak lama nyonya Jo menghubungi seseorang.


---


"Seperti kesepakatan kita, aku ingin bertemu dengan Devan," cicit Faye berhati-hati meminta pada suaminya.


Harv melambatkan kunyahan makanannya, dia menatap istrinya dengan sorot mata tajam. "Oke,"

__ADS_1


Fay semakin ulit menelan makanannya, suaminya terasa masih begitu dingin padanya setelah semua keburukan dirinya terbongkar. 'Huh, mau gimana lagi. Aku yang jelas bermain api... Terimalah nasibmu Faye!'


"Huh," Fay membuang nafasnya berat. "Aku akan menyelesaikan semuanya. Ini salahku..," sambung Fay sendu. "Aku bersumpah tidak akan lagi membuat masalah denganmu wahai suamiku tercinta sealam semesta."


"Pfft!" Harv menahan tawanya melihat tingkah konyol istrinya saat ini.


Fay menangkupkan kedua tangan di atas kepalanya dan menundukan tubuhnya memohon pengampunan pada suaminya.


"Aku percaya padamu..," lirih Harv menatap Fay penuh kelembutan.


"Aaah..." Fay bangkit dan mendekati kursi suaminya. "I love you Tuan Smith yang hanya ada satu di Bumi ini." Tak lupa Fay mencium pipi Harv mesra dan sedikit menggoda memainkan jemari lentik di dada suaminya.


"Hahaha, kamu kucing liar yang sangat aku inginkan..." Harv menarik tubuh Faye dan mendudukan dipangkuannya.


"Apa Tuan Smith ingin mencobanya di atas kursi meja makan ini?" goda Fay sedikit terlihat seperti seorang ja lang.


"Yess, Baby... Give me some fu ck!!" Harv sudah tidak tahan dengan hasrat yang menyeruak hanya karena godaan sedikit sentuhan jemari istrinya. 'Aku sungguh pria lemah di hadapanmu Cutie..."


"Aaaargghh!" jerit kencang Fay mengawali sesi panas mereka.


Harv meminta hak biologisnya selama dua jam lamanya, Fay merutuk kesal pasalnya dia semakin siang keluar dari kediaman. Semenjak kehamilannya yang terus berjalan dia selalu merasa kelelahan dan mengantuk berlebihan. Dia sungguh malas jika saja dia tidak bekerja mungkin dia akan menjadi makhluk yang tidak ingin bangkit dari ranjang.


Fay di antar oleh Will menuju ke salaah satu rumah tahanan milik suaminya. Di jaringan bawah, Harvey juga mengemban tugas menjadi pemimpin kelompok pasar gelap. Sudah menjadi hal wajar jika dia memiliki penjara sendiri bagi orang-orang yang berani berurusan dengannya.


Denyut jantung Fay semakin berdetak tak karuan, dia sungguh gelisah dan khawatir menjadi satu. Bahkan dia merasa mulas saat ini.


Ceklek...


"Silahkan masuk Nyonya..." Will membuka pintu ruang utama.


DEG!!


Bau amis darah menguar di indra penciuman Fay membuat dia mual seketika. Tak perlu hitungan detik Fay bertanya pada Will untuk mengantarkannya menuju kamar mandi. Dengan cepat Fay mengeluarkan isi perutnya. Semakin dalam dia berjalan di kastil gelap itu, maka semakin kentara bau pengap dan darah menyatu.


Tengkuk leher Fay saja sampai meremang menggigil ketakukan. Fay tidak pernah mengalami hal seperti ini selama hidupnya. 'Menjadi istri pria nomor satu itu begitu syuliiit...'


Fay telah selesai mengeluarkan isi perutnya, dia juga berpesan pada Will untuk mebawa keluar Devan menuju ruangan lebih layak dan berikan perawatan yang lebih baik agar luka pria itu akan membaik dengan cepat.


"Apa dia sudah terbiasa menyiksa orang seperti ini?" tanya Fay penasaran pada asisten kepercayaan suaminya itu.

__ADS_1


"Em..." Will bingung menjelaskannya. "Tentu tidak Nyonya, ini karena kalian melanggar batasan," timpal Will berusaha tenang menjelaskan sesuatu yang tidak mungkin di ketahui nyonyanya. 'Seandainya anda tahu, bahwa hukuman yang diterima selingkuhan anda adalah paling ringan. Mungkin sedari awal anda tidak akan berani bermain di belakang Tuan.'


Fay sempat ragu untuk segera menemui bos sekaligus kekasih gelapnya itu.


"Dev," sapa Fay membuat bola mata Devan berkaca seketika.


Jangan ditanya bagaimana keadaan tubuh dan hati Fay saat melihat kondisi Dev yang sangat berbeda dari terakhir kali dia melihatnya. Pria itu penuh luka cambuk, Devan juga terlihat semakin kurus tak terurus.


"Apa kamu meminta pengampunan pada suamimu?" tanya Devan ketus.


Rasanya pengorbanannya seolah sia-sia jika benar Fay kembali menggadaikan kebebasan dirinya hanya untuk menyelamatkan keadaan mantan kekasihnya itu.


"Tentu saja" Fay dengan cepat menghapus bulir bening yang semakin semarak keluar dari sarangnya. "Aku tidak ingin melihat kamu lebih dari ini." Fay berusaha mendekati ranjang perawatan Devan.


"Aku minta maaf Dev," lirih Fay menyentuh tangan Devan.


"Apa kamu akan kembali padanya?!" tanya Devan pilu mencoba menggenggam balik tangan wanita pujaannya.


"Aku tengah hamil anaknya Dev," ucap Fay langsung mematahkan hati dan harapan Devan.


Devan terdiam sejenak, tak lama kemudian dia menunjukan senyum culasnya. Dia juga terkekeh seperti orang gila. Hatinya hancur mendengar apa yang di ucapkan wanita si pencuri cintanya, setiap kata yang ingin keluar dari mulutnya tertahan di esofagusnya.


"Apa kamu yakin bahwa itu anak suamimu, Honey?" tanya Dev memulai provokasi. "Mengapa kamu bisa hamil setelah kita melakukan hubungan badan Sayang? Apa suamimu tidak curiga hmm?" Devan tidak ingin menyerah dia menyulutkan kembali masalah.


"Dev... Sekalipun kamu bilang ini anakmu atau kenyataannya ini anakmu." Fay menelan ludah berat. "Dia tetap akan mengurungku menjadi Nyonya Smith selamanya."


DEG!


Kembali terdengar tawa Devan yang justru terasa begitu pilu di indra pendengaran Fay. Hatinya sama teriris nyeri, jika saja dia tidak memulai menyulutkan api dia yakin tidak akan melukai siapapun. 'Ya, namanya juga penyesalan... Datangnya selalu belakangan, yang duluan mungkin aku mendaftar jadi orang bego sih.'


Dua kali Faye tidak bisa menerka takdirnya, di adopsi oleh keluarga Luke dan dijual oleh kekasihnya berakhir dengan terikat selamanya dengan pria nomor satu di negara XY.


Fay sudah melakukan apa yang ingin dia lakukan dan katakan. Dia resmi tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan atasannya. Fay kembali menuju mobil yang pintunya sudah terbuka. Dengan sabar Will menunggu dirinya selesai.


Ddddrrrrttt...


Fay mengambil ponselnya menatap layar siapa yang menghubungi di sore yang mendung ini.


"Mama Jo?"

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2