Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 64 : Kelemahan


__ADS_3

Harv memacu kendaraannya dengan sangat cepat, salah satu tangannya menggenggam erat tangan istrinya. Harv mencengkram erat kemudi mobil mewahnya. Dia bersumpah akan menguliti pelaku yang dengan berani di depan matanya mencelakai Faye.


Wajah Fay telah pucat dia mencoba untuk terjaga, darah terus mengalir dari bawah pusat tubuhnya. Dia sangat takut saat ini. 'Bertahanlah sayang... Papa sedang membawa kita ke rumah sakit!' batin Fay menahan perut bagian bawah yang kini mulai terasa seperti kontraksi kecil.


"Harv..." Fay meringis memanggil nama suaminya.


"Bertahanlah sayang, sebentar lagi kita sampai!!"


Wajah Harv sudah merah padam, dia sendiri tahu Fay tengah mengandung. Sesekali dia menatap darah istrinya yang terus mengalir hingga betis kakinya saat ini.


Cekiiiiiittt!!


Harv memarkirkan sembarang di depan pintu UGD. Dengan sangat cepat dia turun memutar membuka pintu mobil dan menggendong istrinya. Sekuat tenaga dia menjaga segalanya keluar saat ini juga, emosi, air mata dan sumpah serapahnya.


BRAAAAAK!!


“CEPAT SELAMATKAN ISTRIKU!!!” pekik Harv lantang saat pertama kali menginjakan kaki disana.


“JIKA TIDAK, AKU AKAN MELULUH-LANTAHKAN RUMAH SAKIT INI!!!”


Seluruh team medis ketakutan atas peringatan Harv. Wajahnya sudah merah padam, mereka bergegas melakukan tindakan medis pada Fay yang sudah di baringkan di ranjang periksa. Salah satu dokter jaga sudah stand by dan melihat banyaknya darah yang keluar dari pusat tubuh Fay.


"Apa istri anda sedang hamil Tuan?" tanya dokter segera. “Sepertinya nona ada indikasi keguguran!”


DEEEEGG!!


Jantung Harv seperti di remas kencang saat mendengar kata barusan. Beruntung dokter Yun yang merupakan sahabatnya tengah bertugas di rumah sakit saat ini. Melihat kekacauan di luar membuat dia memeriksa kesana.


“Ada apa ini?!” pekik Yun mendekat. “Harv?” Yun tertegun dengan pasien yang datang ternyata istri sahabatnya.


'Benar saja, saat dunia tahu siapa istri Tuan Muda Smith maka dengan cepatnya Fay menjadi target mereka untuk menjatuhkan Harv!' batin Yun merasa kasihan pada sahabatnya yang terlalu banyak musuh di dunia ini. Salah satunya yang tidak bisa di sembunyikan adalah Alexander Pierce.


“Cepat masukan Fay keruang operasi!” pekik Yun segera menyuruh seluruh anak buahnya dan beberapa perawat segera melakukan tindakan cepat.


“Baik Dok!”


Ddrrtt… Ddrrtt…


Bunyi brankar dorong rumah sakit terdengar jelas di telinga Harv, membuat jiwanya semakin terhempas. Melihat istrinya begitu tidak berdaya dengan darah mengalir di bawah tubuhnya. Semua hal ini sukses membuat Harvey Smith si penguasa dunia terlihat lemah dan tak berdaya. Fay sudah tak sadarkan diri sepenuhnya, lagi-lagi Harv menempatkan Fay dalam bahaya.


Braak!


“Kamu cukup tunggu disini Harv!” cegah sahabatnya melarang Harv memasuki ruang operasi. “Yakinlah Fay baik-baik saja… Selama dia mengkonsumsi obat-obatan yang aku resepkan dia akan baik-baik saja!” imbuh Yun meyakinkan dan menyemangati sahabatnya.


“Kau menipuku bukan?” sahut Harv lemah. “Faye hamil!” pekiknya kemudian mengangakat kerah pakaian sahabatnya. "Mengapa kamu menyembunyikannya dariku HAH?!!" protes Harv frustasi.


Yun sangat mengerti kondisi sahabatnya saat ini. “Harv, Fay berencana memberikanmu hadiah di ulang tahunmu akhir pekan ini!” jawab Yun sendu.


Bruuk!


Tubuh Harv merosot seketika saat mendengar pernyataan temannya. Yun segera membantunya bangkit dan memapahnya duduk di kursi samping ruangan.

__ADS_1


“Harv, aku akan melakukan tindakan pada Fay sekarang… Kamu berdoalah agar semua prosesnya lancar!” bujuk Yun sebelum dia segera kembali ke ruangan dimana Fay emmbutuhkan tindakan medis saat ini.


Harv menopang wajah suramnya dengan kedua tangan, selama hidupnya dia tidak pernah mengenal apa itu berdoa. Dia sudah memiliki segalanya, bahkan dia berpikir bahwa dia adalah Tuhan. Merajai bisnis dan memonopoli keuangan di negara bahkan berbagai belahan dunia dia tidak perlu lagi berdoa!


Hari ini dia seperti menerima pukulan keras oleh Tuhannya, Harv tertawa lirih dengan mengeluarkan air mata penyesalannya.


“Fay, kamu harus bertahan sayang…” lirih Harv mendongakan wajah menahan laju air matanya. “Aku hanya menginginkan mu… Tidak ada yang lain lagi!”


“Harvey…” Suara pekikan ibunya terdengar membuatnya menolehkan pandangan.


Tidak hanya nyonya Jane, dia juga melihat adiknya Jade menemani menemuinya saat ini. Berita kejadian naas itu begitu menyebar luas. Apa lagi ini mencatut nama tokoh besar di Negaranya. Nyonya Jane segera mengetahui apa yang terjadi pada menantunya.


Di dalam berita ternyata sempat beredar video amatir dan juga kamera pengawas saat Fay sengaja di serempet dan Harv segera menembaki mereka. Harv sendiri belum mengetahui beritanya, dia tidak peduli lagi. Walau itu menyalahi hukum. Siapa yang berani padanya?


Terlebih tersangka pengendara motor itu memang sangat jelas mencoba mencelakai istrinya.


“Bagaimana keadaan Fay?” tanya nyonya Jane mendekat menepuk bahu putra kebanggaannya memberikan semangat. “Bagaimana bisa ini terjadi? Apa dia baik-baik saja?” Nyonya Jane terus mencerca pertanyaan dengan nada khawatirnya.


Untuk pertama kalinya nyonya Jane bahkan Jade melihat Harvey yang dingin dan angkuh tengah berwajah kusut bahkan jejak air matanya jelas terpetakan disana.


'Apa Kakak benar-benar mencintai istri bodohnya itu?' batin Jade merasa khawatir mengenai kondisi kakaknya. Jade sendiri tidak peduli pada kakak iparnya, dia hanya peduli pada Harv semata.


"Yun sudah mengambil alih di dalam." sahut Harv lemah. "Dia menyuruhku berdoa, haha!" sambungnya kemudian dengan suara kekehan yang mengerikan bagi yang mendengarnya.


Nyonya Jane dan Jade mengernyitkan kening berbarengan melihat sikap Harv saat ini seperti orang gila rasanya.


"Harv, yakinlah Fay akan selamat. Dia pasti sangat kuat!!" bujuk nyonya Jane menyemangati putranya.


"Kak... Kakak tenang lah..." Jade menghampiri kakaknya dan duduk di sampingnya saat ini.


Nyonya Jane menutup mulutnya segera, dia tidak menyangka alasan itu yang di gunakan Fay sampai harus menutupi kehamilannya. Nyonya Jane mengepalkan tangan di dadanya. "Mommy yakin, mereka akan baik-baik saja. Dia keturunan Smith, tentulah sangat kuat!" tukas nyonya Jane tidak patah semangat terus membesarkan hati putranya.


Jade begitu syok saat mendengar bahwa kakak iparnya tengah mengandung. Dengan begitu posisi Fay akan semakin aman di kediaman besar, apalagi jika bukan memberikan keluarga Smith generasi penerus yang selama ini di perbincangkan.


Jade dan nyonya Jane beserta Harv tengah menunggu dengan harap-harap cemas saat ini. Waktu terasa bergulir sangat lambat bagi mereka. Sudah hampir dua jam, belum ada tanda-tanda tindakan pada Fay telah selesai di lakukan.


Harv semakin gelisah tidak menentu, dia sudah mondar-mandir dan kembali duduk terus berulang. Sesekali memekik frustasi sampai─


"Jade..." seru Harv pada adiknya.


"Ya?" sahut Jade berbinar.


"Bagaimana caranya berdoa?" tanya Harv menatap sendu dan serius ke arah Jade.


DEG!!


Nyonya Jane dan Jade saling tatap dengan tingkah konyol anak sulung juga kakak kebanggaan itu. Untungnya Jade mengerti dia lalu menepuk kursi di sampingnya. Memberikan isyarat pada Harv untuk duduk di sampingnya. Harv segera menurut tanpa basa-basi.


"Kakak pejamkan mata, mengeratkan kedua tangan di dada seperti ini, lalu berdoa dengan tulus. Meminta pada Tuhan apa yang di inginkan dan di harapkan." Jade mempraktekkannya, nyonya Jane menjatuhkan air matanya saat dengan segera Harv mengikuti apa yang di lakukan Jade tanpa lama atau bertanya lebih lanjut.


"Ya Tuhan ku, selamatkan Kakak ipar dan calon keponakanku di dalam sana. Amin!" lirih Jade terdengar tulus. Setelah mengucapkannya Jade membuka mata dan menoleh pada kakaknya. Hatinya mencelos saat melihat Kakaknya masih berdoa dengan kepalan tangan yang mengeras dan juga air mata yang keluar dari bawah netra kakaknya.

__ADS_1


'Kak...' jerit batin Jade. 'Sebesar ini kah rasa cinta kakak pada Faye?' Jade merasa tersentuh, di balik cangkang keras kakaknya ternyata Harv benar-benar takluk di bawah satu wanitanya.


Braaak!


Tak lagi menunggu lama pintu ruang operasi terbuka membuat Harv segera membuka mata dan bangkit menghampiri Yun.


"Bagaimana keadaannya?" todong Harv menekan kedua bahu Yun dengan keras.


"Aarh sakit Harv!" keluh Yun di perlakukan demikian setelah dia berjuang mati-matian menyelamatkan hidup istrinya.


"Fay sudah keluar dari masa kritisnya." tutur Yun membuat kedua mata Harv kembali berkaca dan lega rasanya.


"Lalu bagaimana bayinya Yun?" Giliran nyonya Jane bertanya perihal cucunya.


"Tante tenang saja, dua-duanya selamat." tukas Yun melebarkan senyuman. "Hanya saja, Faye kehilangan banyak darah saat ini. Posisi plasenta berada di bawah, sepertinya akibat dari kecelakaan itu membuat posisi plasenta bergeser." terang Yun kembali membawa awan mendung bagi Harv.


Nyonya Jane menekan dadanya kuat, dia bersyukur dua-duanya Tuhan selamatkan saat ini seperti doa mereka barusan.


“Menurut informasi orangku, tidak begitu cukup persediaan darah O.” sambung Yun kini berwajah sendu.


“Darahku sama dengan Fay, aku akan melakukan transfusi sekarang!” pekik Harv segera memberikan solusi tercepat.


“Baiklah… Kamu tetap harus melakukan pemeriksaan sebelum darahmu bisa di gunakan Fay atau tidak!”


Harv mengerti, keduanya berlalu pamit pada nyonya Jane dan Jade bergegas menuju ruangan transfusi. Tak lama William datang menyusul setelah semua prosedur penjahat itu dia laksanakan di markas jaringan hitam mereka.


"Maaf Nyonya saya terlambat..." Will menundukan tubuhnya menyapa tetua Smith.


"Tidak mengapa, syukur Faye sudah melewati masa krisisnya!" sambut nyonya Jane pada Will.


"Oh iya, bagaimana bisa Faye mengalami kecelakaan ini? Saya lihat ini terencana dengan rapi!" tanya nyonya Jane mulai menyelidik. Sudah beberapa kali Fay mendapatkan kecelakaan, nyonya Jane mencurigai ada yang tidak senang pada keduanya dan terus mencelakai menantunya itu.


"Seperti yang anda ketahui Nyonya, memang benar hal ini di rencanakan musuh Tuan Muda untuk mencelakai nona muda."


Deg!


Denyut jantung nyonya Jane berpacu tidak beraturan. Terlihat Jade kembali mengetahui kenyataannya. Menjadi nyonya muda Smith tak semudah dan segampang orang lihat dari luarnya.


"Harusnya Faye mendengarkan Mommy agar dia tidak perlu bekerja sampai membahayakannya seperti ini!!" gerutu nyonya Jane.


“Sebenarnya, selama setahun sebelumnya aman-aman saja nyonya.” hardik Will membuat kedua anggota kediaman Smith menoleh bersamaan dengan wajah kebingungan mereka.


"Maksud kamu?" tanya nyonya besar.


"Akhir-akhir ini Tuan sangat menempel dengan nona. Bahkan Tuan sendiri sudah tidak tahan mempublikasikan siapa istri sahnya." terang Will dengan senyuman.


"Tapi Tuan lupa, bahwasanya kelemahannya menjadi terbuka."


Nyonya Jane dan Jade semakin takjub dengan kenyataan yang baru mereka ketahui sekarang.


"Jadi? Faye itu kelemahan Harvey?"

__ADS_1


"Benar Nyonya..."


To be continued...


__ADS_2