Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 21 - Hari Sial...


__ADS_3

"Dengar Greic, aku sudah bukan Kakakmu lagi... Ingat?" tukas Fay menatap nyalang mantan adik angkatnya itu. "Tidak rela dengan pernikahan kalian? Hahaha sungguh konyol... Kalian berdua sungguh pasangan serasi aku justru beruntung mengetahui hari bahagia kalian dengan begitu aku akan memberikan hadiah yang tidak akan pernah kalian lupakan!"


Buug!


Fay tersentak Greic mendorong bahunya, terlihat kilatan permusuhan saat ini di kedua netra adik angkatnya.


"Kamu tidak perlu datang! Kamu hanya akan merusak pesta kami... KAU JA LANG!" pekik Greic emosi bercampur cemburu di hadapan Fay.


Fay takjub dengan tingkah sumbu pendek adiknya itu, terlihat Zayn yang sedari tadi terpaku dengan penampilan Fay yang berubah drastis semakin terlihat cantik dan seksi di matanya sekarang membuka suaranya.


"Greic, sudahlah... Jangan membuat keributan!" ujar Zayn terdengar melindungi Fay.


"Ribut katamu? Kamu pasti terpesona olehnya sampai belain dia sekarang iya kan?! APA BAGUSNYA SI JA LANG INI?" maki Greic pada tunangannya dengan menunjuk wajah Fay menghinanya.


'Tentu saja, Faye sekarang begitu cantik... Semua juga pasti akan terpesona padanya. Aku sungguh sial melepasnya saat itu dan harus menikah pada wanita dengan tempramen buruk seperti adiknya ini.'


"Apa kamu tidak merasa tengah meneriaki dirimu sendiri?" umpat Fay meladeni adiknya melerai pertikaian keduanya.


"Kau bilang aku ja lang? Lalu kamu apa?! Merebut kekasih kakaknya dan menikahinya... Sungguh adik yang lugu!" ejek Fay sedikit menaikan intonasi suaranya membuat orang menyadari keberadaan mereka dan menggiring mereka untuk menonton pertunjukan yang spontan terjadi saat ini.


Bisikan beberapa pengunjung yang terdengar tengah menghakimi Greic yang mereka yakini merebut kekasih kakaknya. Fay menaikan sudut bibirnya, keinginannya telah terpenuhi membuat orang berasumsi buruk pada adiknya saat ini. Selama ini Greic selalu membuat dirinya terlihat buruk, 'Kita pelan-pelan saja adik angkatku tersayang... Semakin kamu membenciku semakin bagus aku menghempaskanmu!'


"KAAAU!!" Mendengar olokan dari beberapa orang menyulutkan emosi Greic hingga puncaknya, dia bersiap menampar wajah Fay. Hanya saja─


"Singkirkan tangan kotormu dari tubuhku..." Fay menahan tangan Greic dengan cepat, mencengkramnya erat dan berbisik menekan membuat Greic tersentak menelan ludahnya.


'Sejak kapan Fay bisa seberani ini menekanku!' batin Greic gelisah akan perubahan kakak angkatnya.

__ADS_1


Zayn bukannya membantu calon istrinya, dia malah semakin kagum pada mantan kekasihnya itu. 'Fay, bisakan kita kembali bersama seperti dulu?' batin Zayn tidak lepas menatap Fay.


"Enyahlah dari hadapanku sekarang dan selamanya!" maki Fay mendorong keras tubuh Greic hingga tersungkur.


Zayn yang berusaha menjaga air muka tunangannya membantunya, hanya saja amaran Greic sudah meledak-ledak rasanya.


"KAU JA LANG TIDAK TAHU DIRI!" Greic bangkit segera bersiap membalaskan rasa malunya dan menghabisi kakak angkatnya itu.


"GREIC!" pekik Zayn berusaha menghentikan namun dengan cepat wanita itu menjatuhkan Zayn dan kembali bersiap mencabik mulut Fay.


Grep!


Fay sendiri tidak merasa takut, dia butuh menghajar adiknya saat ini. Ini belum seberapanya hanya saja, sebuah tangan kekar tiba-tiba membantu Fay menghalau grakan adiknya yang berencana melukai dirinya.


"Kau sungguh berani mengatakan wanitaku ja lang!"


Degub jantung Fay kembali berdetak kencang, dia lupa saat ini harusnya dia fokus melarikan diri dari sana. Hanya karena jengah pada sampah masyarakat di hadapannya dia butuh menghajar dan mencoreng muka adiknya di depan umum. Tanpa melihat rupa si pria yang bersuara berat itu Fay sudah tahu siapa gerangan. Fay merasa ingin mencari pintu kemana saja dan melakukan perjalanan teleportasi ke bulan saat ini juga. Dia benar-benar sangat sial saat ini!


Greic sejenak terpana dengan ketampanan pada wajah Harv yang sekilas terpetakan di kedua netranya, di bawah pencahayaan yang redup tidak banyak orang juga yang mengenal tampang Harvey Smith menguntungkan Fay saat ini. Wajah Harv begitu samar terlihat, hanya suara dan postur tubuh Harv sudah mampu membuat tekanan di dalam lorong itu turun drastis. Ke semua orang yang ada disana semakin berdebar, mereka meyakini pertunjukan akan semakin menegangkan.


"SIAPA KAMU?! Jangan campuri urusanku dengan kakakku yang munafik ini!" maki Greic kembali menyulutkan perang.


"Siapa aku itu tidak penting bagimu... Kamu juga tidak begitu pantas mengetahuinya!" Harv segera menjatuhkan tangan Greic dan mengusapnya dengan sapu tangan seolah menjelaskan dia jijik menggenggam tangan Greic.


Fay masih mematung disana, dia yang awalnya bertingkah impulsif sekarang tiba-tiba senyap dan bahkan tengah berusaha beringsut mundur jika waktunya memungkinkan dia akan lari sekencang-kencangnya dia tidak peduli lagi. Harv menyadari perubahan istrinya. Sebelumnya Harv sudah memperhatikan wanitanya yang tengah menindas adiknya cukup lama tanpa istrinya sadari.


'Kamu sungguh menggemaskan Cutie...' Harv menahan tangan Fay dan menggenggamnya erat semakin mengunci pergerakan istrinya yang terlihat berusaha menghindarinya.

__ADS_1


'Aaaarrrghhh, aku tahu aku akan menerima hukuman setelaah inii... Oh godnesss...' jeritan batin Fay, tubuhnya telah bercucuran keringat saat ini.


'Dia...Suara itu?!' Zayn tersentak dengan suara husky Harv, kembali dia di bawa mengingat kejadian satu tahun yang lalu dimana dia terpaksa menjual Fay pada si penguasa dunia bisnis Harvey Smith suaranya begitu mirip.


"Greic! Ayo kita pergi dari sini sekarang..." Zayn menarik tangan tunangannya dan berencana pergi begitu saja dengan membawa malu di hadapan beberapa orang yang sebagian besar sudah merekam keributan barusan yang akan meng-uploadnya di media sosial.


"ZAYN!! Apa kamu tidak ingin membantuku HAH?!"


"SHUT UP GREIC KAU MEMBUATKU MALU!"


Fay masih bisa mendengar keduanya berselisih dia sungguh takjub, dia bersyukur dia tidak jadi bersama dengan si pria mental tempe seperti Zayn Alexander. Pria itu dengan mudah jatuh pada rayuan adiknya, dengan berani dan tidak manusiawi juga pria itu menjualnya pada Harvey dan sekarang dia tidak mampu membela wanitanya saat tengah di ancam. Semua orang kini bubar jalan, apalagi saat Will datang dan melerai keributan dan mengabsen siapa yang mencoba menebar wajah Fay dan Harv.


Harv terkekeh lirih dia segera membalikkan badannya, urusannya belum selesai. "Sepertinya kucing liarku tengah bosan dan mencari kesenangan?" sindir Harv dengan tatapan nyalang.


Nyali Fay menciut seketika, dia meringis menunjukan deretan gigi putih dan rapinya di hadapan Harv. "Aku tidak tahu kamu pulang sekarang," cicit Fay membela dengan lirih memainkan kedua jari telunjuknya membuat Harv semakin gemas akan tingkah istrinya.


Sebelumnya dengan berani dan dingin Fay mengerjai adiknya, saat ini gadisnya justru tengah seperti merengek di depannya. 'Ingin aku menciummu sekarang juga!'


Fay kembali di kejutkan dengan siluet pria yang tengah mencari-cari seseorang. 'Mampus gue.... Aaaarrghhh gimana ini?!' pekik Fay frustasi Devan tengah menuju tempatnya.


"Aaarghh!" Fay pura-pura terjatuh dalam dekapan suaminya.


"Cutie? Are you okay?" tanya Harv khawatir merangkul tubuh istrinya yang di buat ringkih saat ini.


"Aku sangat lelah dan lemas sekarang, bisakah Tuan Smith membantuku?" goda Fay berbisik dan merangkulkan kedua tangan di belakang leher suaminya segera.


Harv menyeringai gemas akan tingkah istrinya yang manja, tanpa bertanya lebih Harv segera menggendong tubuh Fay. Fay membenamkan dirinya semakin dalam di dada bidang Harv saat Devan berpapasan dengannya. Dia berharap pria itu tidak menyadari keberadaannya. Fay menutup mata erat membalikkan wajahnya agar tidak ada siapapun mengenalinya, dia sungguh ingin menghilang saat ini juga, tubuhnya bergetar hebat. Habis sudah jika kedua pria itu tahu kelakuannya dan bertemu saat ini juga!

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2