
DEG!!
Fay mendengar suara perempuan di seberang sana membuat hatinya seketika tidak nyaman. Dia segera memutuskan sambungan dan mematikan ponselnya dengan tubuh dan hati yang bergetar hebat.
"Kau melakukannya lagi Harv!!"
Seolah tidak ada habisnya kedua pasangan ini terus melakukan kesalahpahaman, bahkan terkesan saling menyakiti satu sama lain kembali. Fay sendiri masih berhubungan dengan Devan dan sekarang ini ia mengira bahwa suaminya masih sama memiliki simpanan wanita ranjangnya setiap kali keduanya berpisah.
Sedangkan di NY, Harv tengah mencecar wanita yang membuat istrinya mematikan sambungan mereka sepihak.
"Apa kamu tidak punya sopan santun HAH?!" berang Harv ke arah Veronica, sepupu jauh yang menjadi model di NY.
"Hiiss... Aku tunggu kamu lama!!" protes Vero tak mau kalah.
Vero sendiri mengetahui pasal pernikahan Harv, hanya saja dulu saat mereka menikah Vero tidak datang. Dia membenci Fay yang merebut Harv darinya. Harv memijit keningnya kemudian mengambil jas dan menerima tawaran sepupunya untuk makan siang bersama. Harv sangat hafal jika Fay merajuk, wanitanya tidak akan bisa di hubungi. Harv berencana memundurkan jadwal kerjasama dan segera pulang kembali ke negara XY.
---
Penthouse Condo Royal.
Keesokan paginya Fay telah bangun dengan tidak bersemangat sepanjang malam dia gelisah dan tidak tidur dengan benar. Para maid telah menyiapkan sarapan pagi dan Fay mulai memakannya.
Hooeekkk!! Hooeekkk!!
Fay berlari cepat menuju wastafel yang ada di samping mini barnya. Dia memuntahkan sarapan pagi yang baru dia makan sesuap.
"Ughh!" rintih Fay menekan perutnya.
"Nona, apa anda baik-baik saja?!" tanya salah satu pelayan menghampiri Fay yang sudah berwajah pucat saat ini.
"Perutku sungguh sakit! But it's okay..." sahut Fay menjelaskan keadaannya.
"Mari saya papah Nona."
Fay menekan perutnya dia merasakan mual mendera dirinya sepagi ini. Sungguh dia merasa sangat kesal, sepagi ini moodnya berantakan. Di tambah kejadian semalam, dia merutuk dalam dirinya tiada henti melampiaskan rasa cemburunya yang mendalam.
Setelah kembali di meja makannya, dia menyuruh maid mempersiapkan obat untuk asam lambungnya. Dengan sigap pelayan tersebut melayani apapun keinginan tuannya. Fay telah meminum obat asam lambung, dia berpikir bahwa mualnya berasal dari tidak teraturnya pola makan selama ini. Tanpa Fay sadari senyum dari para pelayan mengembang dan berencana melaporkan apa yang terjadi pada nona muda mereka kepada nyonya besar.
Tanpa berlama-lama Fay bergegas menuju kantornya, di dalam lift dia berpapasan dengan seorang pria.
"Loh, kamu disini juga ya?!" sapa si pria saat Fay memasuki lift dengan wajah yang di buat terkejut.
"Eh..." Fay mengerutkan keningnya, mengingat siapa pria dihadapannya.
__ADS_1
"Ya ampun secepat itu kamu ngelupain aku!!" keluh si pria dengan wajah masamnya. "Alex! semalam aku menumpahkan es krimmu," cicitnya terkesan seolah dia pria menyenangkan dan hangat.
"Owh iya... Hehe." Fay menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tersenyum canggung menanggapi sapaan pria di hadapannya saat ini.
Keduanya memasuki lift dan terlibat percakapan selama perjalanan menuju ke basement.
"Kamu kerja dimana?" tanya si pria lagi.
"XCorp," jawab Fay seadanya tidak ingin bertanya balik.
"Waaah!!! Kenapa kebetulan selalu terjadi pada kita?!" seru Alex antusias di depan wajah Fay yang tengah mengerutkan keningnya. "Jangan-jangan kita jodoh?!" canda Alex membuat wajah Fay takjub dengan celetukan pria asing semalam.
"Hah?!" Fay menunjukkan raut wajah kebingungannya beberapa saar kemudian dia terkekeh. 'Apa mungkin pria ini juga bekerja di XCorp?' batin Fay menyelidik, namun dia segera menghardiknya. Selama ini Fay tidak pernah melihat ada karyawan XCorp setajir pria di sebelahnya.
Fay tentu saja bisa menebaknya karena dia tahu berapa dana yang harus di gelontorkan untuk membeli sebuah mansion di Condo Royal. Dia saja bisa di sana karena Harv yang membelikannya sebesar US$ 1M.
"Kamu pake kendaraan pribadi ya?!' tanya Alex membuyarkan pikiran Fay.
"Eh..." Fay tersentak namun kemudian mengangguk cepat.
Tak lama keduanya berpisah di pelataran basement. Fay yang terkesan dingin pada Alex justru semakin membuat pria itu tergoda untuk terus mendekatinya.
Setibanya di XCorp dia segera melesat menuju ruang divisinya. Seperti biasa Devan yang mengetahui kehadiran kekasihnya langsung menarik tangan wanitanya dan mengunci dia di ruangannya.
"Aarghhh Dev!" pekik Fay terkejut.
Dengan sekuat tenaga Fay mendorong tubuh Devan, namun jika di bandingkan dengan kekuatan prianya tentu saja kekuatan Fay tidak ada apa-apanya. Fay pasrah menerima sentuhan sensualitas dari bos rasa kekasih gelap. Sekilas Fay juga kembali di dera rasa marah atas apa yang di lakukan oleh Harv semalam. Bahkan sampai sepagi ini suaminya belum mencari keberadaannya.
"Sayang sebentar lagi kita meeting dengan klien lagi loh!" pekik Fay saat bibir Dev mulai turun menuju lehernya yang jenjang.
"Huh!" dengus Devan kesal, Fay sepenuhnya berubah. "Jika sudah ada priamu kau akan mencampakanku... Sungguh teganya dirimu padaku Fay!" rutuk Devan dengan nada yang justru membuat Fay cekikikan sekarang.
Fay akhirnya bisa terlepas dan kembali keluar ruangan menuju meja kerjanya.
"Gilaa.. Gilaaa!!" Sambut Vanesh terdengar kesal. "Lu belum tobat? Kemarin you kan hampir ketahuan orang-orang sering banget kedapetan di ruangan si Bos!" cerca Vanesh mengingatkan akan tingkah laku sahabatnya.
"Ya gimana lagi, enaaak bestiee!!" bual Fay mengompori temannya.
"Hih!! Kok bisa Tuan Harv mau ama lu!" umpat Vanesh sarkas.
"Ya karena goyanganku terbaik menurutnya!!" timpal Fay tidak mau kalah.
"Dih sombongg!!"
__ADS_1
Fay pura-pura tertawa padahal hatinya sakit, dia sendiri merasa olokan itu menusuk tepat di jantungnya. Hanya saja dia mencoba melakukan plot twist pada jalan hidupnya. Dia berpura-pura bahwa semua olokan itu hanya candaan. Ya, baginya ini adalah dark jokes!
Fay merapikan dan memeriksa berkas penunjang, setelahnya terdengar panggilan Devan untuk segera menemui klien mereka, Fay bangkit dan pamit pada Vanesh bahwa keduanya akan melakukan meeting bersama klien.
"Kamuuu!" pekik Fay lirih saat melihat siapa yang menjadi klien di perusahaannya saat ini.
"Kan aku udah bilang, kita kayaknya berjodoh!" Alex mengulurkan tangan dengan seringai puasnya sangat senang bertemu kembali dengan istri dari mantan sahabatnya itu.
Devan merasa cemburu dan tidak suka dengan kedekatan Fay dan salah satu pemilik perusahaan yang akan bekerja sama dengan mereka sebentar lagi. Rapat berjalan lancar, Alex bersama salah satu team penanggung jawab pelaksana dan juga asisten pribadinya sedangkan dari XCorp, Devan di temani asistennya Faye sebagai team project dan juga ada dari perwakilan team planning juga bagian manajemen lainnya.
Selama rapat berjalan pandangan Alex terus berusaha menyelidik tampilan Fay/ 'Apa yang di lihat Harv pada gadis ini? Apa benar rumor yang mengatakan dia hanya sebagai alat semata. Sungguh menarik!'
Devan sungguh tidak suka dengan tatapan Alex pada kekasihnya, di bawah meja mereka Fay tengah menenangkan Dev dengan menggenggam tangannya sejenak dan menggelengkan kepala perlahan. Untungnya Dev spesies pria lemah yang menurut saja pada kekasihnya.
"Bye!"
Fay menunduk saat Alex melambaikan tangannya berpamitan. Tanpa waktu lama Devan menarik tangan wanitanya kembali memasuki mobil mereka dengan cepat.
"Kenal di mana?!" tanya Devan ketus.
"Hihi, cemburuuu ya sayang?!" goda Fay senang mengusili kekasihnya itu.
"Off course!!" umpat Devan.
"Kenapa harus cemburu padanya, dia tidak seberuntung kamu yang sudah mendapatkanku luar dan dalam!!" cicit Fay memalingkan wajahnya menyelidik pemandangan sekitaran. "Bahkan aku bertaruh nyawa di hadapan Harv hanya untuk mempertahankan dan melindungi kamu." sambung Fay sendu.
Cekiiiitttt!!!
Devan mengehentikan mobil tiba-tiba, Fay sangat terkejut dia menatap Devan meminta penjelasan.
"Aku sangat mencintaimu Faye Yvonna!!" Devan berbalik menatap tajam kedua manik kekasihnya.
Faye mengatupkan bibirnya, dan kembali membuang wajahnya ke arah luar. "Aku tahu Dev, I'm sorry..."
Devan kembali mengeratkan pegangan tangan di kemudinya. "Apa suamimu ada di rumah?"
"Tidak... Dia sedang melakukan perjalanan bisnis ke NY." sahut Fay datar, kembali ingat kejadian semalam dan dia menduga suaminya tengah bersenang-senang dengan wanita lain.
"Mau ke rumahku?" pinta Dev sendu.
Fay tidak enak untuk menolak permintaan pria di depannya. Hanya karena dirinya, Dev harus tersiksa dengan perasaannya. Di dalam benak Devan beberapa pertanyaan silih berganti menampakan dirinya.
'Heh, aku sungguh kasihan denganmu Tuan Smith, wanitamu sudah aku cicipi!' batin Devan menunjukan smirk di wajahnya saat kembali menjalankan kuda besinya. 'Apa mungkin jika dia mengetahui hubungan kami, dia akan membuang Fay karena jijik?! Jika benar aku akan melakukanya dan Faye akan jadi milikku sepenuhnya!!'
__ADS_1
Malam ini seperti malam sebelumnya setiap Harv meninggalkan Fay sendiri, dia akan di temani oleh penghuni rumah singgahnya.
To be continued...