
Keesokan harinya...
Ddddrrrtt... Ddddrrrtt... Ddddrrrtt...
Fay mendelik ponselnya bergetar, dia menatap nama di layar ponsel dengan senyuman yang terukir di wajahnya.
"Halo..."
"Halo Fay, gimana keadaan lu?!"
Vanesh menghubunginya, sejujurnya sudah dari kemarin wanita itu mencoba menghubungi sahabatnya namun ponsel Fay memang di biarkan mati oleh si empunya.
"Aku sudah cukup membaik." sahut Fay cepat. "Oh iya, Hang Out yuk... Aku ingin cerita." Fay tengah tersenyum tiba-tiba, wajahnya merona saat ini.
"Dih tiba-tiba ngajak Hang Out ada udang di balik peyek mesti!" sungut Vanesh menggoda.
"Hehehe... Iya dong... I want to share you with my happiness!" cicit Faye girang.
"Seriously? Bukannya kamu habis kecelakaan malah seneng!" celetuk Vanesh. "Herman gua, lu kadang di luar nurul dan fikri!" cibirnya kemudian.
"Dih temen lucknut!"
Keduanya terlibat percakapan yang lumayan panjang sebelum akhirnya memutuskan sambungan tepat saat Harv masuk ke kamarnya.
"Sepertinya kamu sudah lebih baik?" Harv mendekat dan memberikan kecupan selamat paginya.
"Ehm..." Fay tersenyum membalas kecupan suaminya.
"Honey, boleh tidak aku keluar bertemu Vanesh?" Dengan hati-hati Fay meminta ijin pada suaminya.
"Untuk apa?" tanya Harv dengan tatapan tajamnya.
"Ck!" dengus Fay kesal. "Aku bosaaan... Ya... Ya... Ya... Aku janji sebentar saja, aku juga ingin mengabarkan kehamilanku padanya." Fay mengusap perutnya memperlihatkan pada Harv yang jelas menjadi kelemahan pria itu saat ini.
"Huh!" Harv membuang nafasnya berat. "Oke hanya satu jam saja."
"Whaats?"
Fay merutuk namun segera patuh di banding tidak sama sekali, dengan riang gembira wanita itu bergegas membersihkan diri dan bersiap keluar bertemu sahabatnya. Harv menatap nanar ke arah istrinya, sekuat tenaga dia tidak mengeluarkan emosinya.
Beberapa jam sebelumnya...
Harvey terbangun lebih dulu, setelah semalam dia dan istrinya kembali melakukan pertempuran panas. Pria itu menyambar ponsel di atas nakas dan menyingkir dari tempatnya agar tidak mengganggu tidur pulas istrinya.
"Iya Mom..."
"JELASKAN PADA MOMMY ANAK SIAPA YANG DI KANDUNG OLEH FAYE!!"
JEDEEEER!!
Sepagi buta ini Harv sudah menerima kabar tidak menyenangkan. Dia menerima panggilan dari ibunya, tanpa basa-basi Nyonya Jane memaki Harv langsung saat ini. Harv tertegun sejenak kemudian dengan jelas dia menjawab pertanyaan ibunya yang tiba-tiba itu.
"Apa yang membuat Mommy memakiku di pagi hari seperti ini?" tutur Harv mengatur emosi dan mencari jalan keluar menenangkan ibunya.
"Apa kamu tidak membaca berita di media sosial hah?" cerca nyonya Jane terdengar begitu beremosi. "Istrimu melakukan perselingkuhan dengan bosnya!! Mommy tidak percaya Faye melakukan hal ini pada kita!!"
__ADS_1
DEG!
Harv menutup matanya erat, dia kembali merasa bahwa musuhnya ini sungguh pintar memanfaatkan waktu untuk menyerangnya secara brutal dan mendadak seperti ini.
"Aku belum memeriksanya, bisa jadi itu hanya rumor Mom." sahut Harv di buat setenang mungkin. "Mommy tahu sendiri identitas Faye sebagai istriku telah terekspose, musuhku sudah menargetkannya sedari minggu lalu."
"Tapi foto dan video itu jelas itu WAJAHNYA!!" berang nyonya Jane tidak terima.
"Mom, jaman sudah canggih, semua orang bisa membuat bukti buatan. Aku percaya istriku, dan bayi di dalam perutnya adalah milikku!" tukas Harv dingin. "Aku akan menyelidikinya segera, aku juga akan membawa kebenarannya jadi Mommy tenanglah... Mommy sudah hafal dengan sifat Faye bukan?"
Harv segera memutuskan sambungan dengan ibunya, dan segera menghubungi Will untuk menyelidiki apa yang tengah terjadi di jagat media sosial saat ini. Harv menegaskan rahangnya, dia tidak percaya ada orang yang berani menyinggung dirinya sejauh ini.
"Pantas saja Angella berani mengatai Faye seperti itu!" gumam Harv emosi.
BRAAAAKK!!
PRAAAANG!!
Harv menyapu bersih apapun yang ada di meja kerjanya, untung saja ruangannya kedap suara. Faye tidak akan menyadarinya. Lagi pula selama ini Faye tidak pernah menyentuh garis kawasan pribadi suaminya demi menghargai privacy prianya tentu saja.
Harv segera kembali ke kamarnya, akan sangat berbahaya jika Faye terbangun dan menganggap dia meninggalkannya tanpa pamit seperti biasanya.
------
[ Note: Mature and Adult Content di bawah umur SKIIIIP! wkwkwk ]
Saat tengah menunggu istrinya bersiap Harv sudah di datangi oleh Will.
"Fay akan pergi keluar, kamu siapkan penjagaan untuknya. Aku tidak ingin dia kembali menjadi sasaran musuhku." titah Harv perlahan agar Fay tidak mendengarnya.
"Lalu apa yang kamu dapatkan?" tanya Harv menahan rasa sakit di dadanya.
"Banyak Tuan..." Will menatap tuannya dengan iba, dia sendiri merasa bingung harus menjelaskan dari mana.
"Honeeeey!" pekikan Fay membuat keduanya terdiam sejenak.
Harv membuang nafasnya kasar, dia menyuruh Will untuk menunggunya di ruang baca. Dengan patuh Will mundur dan keluar dari kamar tuannya. Harv bergegas menemui istrinya.
"Yes, Cutie..." sahut Harv di balik pintu.
"Honeey... Aku lupa handukku..." rengek Fay di balik pintu.
Harv terkekeh sejenak dan berlalu menuju area wardrobe mencari apa yang di butuhkan istrinya. Harv mengetuk pintu dan Fay membukanya memberinya sedikit celah. Tangan Fay tengat terulur, di balik celah itu Harv bisa melihat tubuh polos istrinya dari pantulan cermin besar yang ada di dalam sana. Jakun Harv kembali naik dan turun.
'Hanya kamu satu-satunya wanitaku yang bisa menggoda tanpa usaha keras aku sudah kalah!'
Harv telah menyerahkan handuknya, namun saat Fay menarik benda itu Harv tidak ingin melepaskannya.
"Honey?" Di dalam sana Fay mengernyit kebingungan dengan tingkah suaminya saat ini.
Dengan cepat Harv bisa membuka pintu kamar mandi dan memasukinya tanpa ijin.
"Honey, apa kamu ingin mandi sekarang?" Fay menutup tubuhnya sekilas. Dia merasa malu saat ini tanpa balutan apapun dan tanpa terjadi apapun.
Tubuh Fay semakin beringsut mundur saat sorot mata tajam Harv menatapnya seolah tengah melakukan pemburuan mangsa. 'Mampus aku... Jika sampai Harv tergoda dan kembali minta jatah aku tidak bisa keluar menemui Vanesh!!'
__ADS_1
Fay semakin gelisah dan memutar otak kecilnya untuk keluar dari situasinya sekarang.
"Kamu memang paling tahu cara membangkitkan gairahku Cutie..."
Dengan suara terasa serak dan juga mulai melucuti dirinya Harv semakin membuat posisi Fay tersudutkan. Satu tangan Harv sudah menarik salah satu tangan Fay hingga tubuh mungilnya terjatuh di dada bidang atletisnya.
"Honeeey... Aku udah mandi loh!!" Protes Fay bersiap menolak.
"Kau menolakku?" ujar Harv terdengar begitu dingin dan menekan.
Fay sontak terkejut dengan nada ucapan suaminya yang terdengar berbeda dari sebelumnya yang selalu lembut padanya. Tanpa basa-basi Harv sudah memagut bibir merona alami istrinya, dan menyesap dengan semangat. Tanpa perlua lama gairah Fay ikut tersulutkan. Dia menautkan kedua tangannya di belakang leher Harv, pria itu menaruh Fay di atas wastafel menatap cermin besar kamar mandi.
"Aarghh... Aarghh..." Fay sudah mulai bersuara saat jemari besar suaminya memainkan pintu surganya.
"Kamu tadi menolakku, sekarang apa kamu siap melayaniku Cutie?"
Rasanya setiap perkataan Harv kali ini terasa asing di telinga Fay, wanita itu tidak menjawabnya atau lebih tepatnya tidak di beri kesempatan untuk menjawab. Tanpa aba-aba Harv sudah menjejal batas nol pria dan wanitanya sekarang.
"AARGGHH!!" jerit Fay kesakitan di bawah sana.
Harv tengah melakukan penetrasi dia melengkungkan senyuman kemudian dengan buas membuat tanda cinta di depan tubuh istrinya. Bersamaan dengan itu Harv mulai menggerakkan pinggulnya dan bersiap menyelami kenik*matan percintaan mereka sekarang juga.
Harv merasa kesulitan, baginya lubang di bawah sana selalu terasa sempit. Dia menaikkan salah satu kaki Fay dan menaruh di bahunya. Fay menurut begitu saja, toh ini bukan untuk pertama kalinya mereka melakukan gaya seperti ini.
"Faye, milikmu selalu saja sempit cutie!!" erang Harv terus menjejal miliknya.
"Aarghh... Aargghh..." Fay tengah melenguh dan berusaha menjawab untuk membuat suaminya senang.
"Aku memang sengaja merawatnya agar kamu tidak bisa berpikir melakukan dengan wanita lain!!"
"Aarrggh!"
Harv menghentikan sejenak aksinya, pikirannya tiba-tiba melayang pada hal yang tengah menimpanya saat ini. 'Hah? Apa dia juga akan melakukan hal ini dengan Si Brengsek itu?!'
Harv begitu emosi, matanya berubah merah nyalang. Dia menerjang tubuh istrinya dengan brutal kali ini, dia tidak lagi memikirkan kenyamanan Faye. Wanitanya sampai merintih dan menjerit kesakitan meminta untuk di lepaskan.
"Aarghh Haaarrvv kamu menyakitiku!!" jerit Fay mendorong tubuh suaminya.
Harv tidak peduli, dia menyeringai dengan senyum sinisnya.
"You're freaking bi*tch Cutie!! You like?" Harv terus menggerakan dengan keras miliknya.
"Saaakiiitt Harrv... CUKUUP!!" Jerit Fay memelas.
"Cukup?" Harv menghentikan sejenak dan mengapit wajah Fay dengan satu tangannya. "Bukankah ini nikmat Cutie? Bukankah kamu selalu haus akan sentuhan HAH?!" ejek Harv tanpa berpikir panjang apa yang tengah dilakukannya saat ini.
Fay mulai meneteskan air matanya, hari ini Harv kembali menoreh luka padanya. Harv semakin gelap mata, bukannya iba dia terus menjejal batas emosinya dengan membuat Fay menjerit semakin kencang.
"DENGAR FAYE YVONNA, AKU TIDAK PERNAH RELA TUBUHMU DI CICIPI PRIA LAIN."
"SELAMANYA KAMU HANYA BOLEH JADI MILIKKU!"
"MAYATMU SEKALIPUN HANYA BOLEH AKU YANG MEMILIKINYA!!"
To be continued...
__ADS_1